Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Rusia Vladimir Putin menilai Presiden AS Joe Biden sebagai orang yang lebih mudah diprediksi dibandingkan Donald Trump, namun ia mengatakan Rusia siap bekerja sama dengan siapa pun yang memenangkan pemilu AS November nanti.
"Biden, dia lebih berpengalaman. Dia mudah ditebak, dia adalah politisi yang sudah ketinggalan zaman,” ujar Putin ketika ditanya oleh seorang jurnalis mengenai prediksi dan padangannya terkait rivalitas antara petahana dari Partai Demokrat itu dan calon dari Partai Republik (Trump), dalam Pemilu AS.
Putin menepis keraguan tentang usia dan kesehatan Biden, karena presiden tersebut akan berusia 82 tahun hanya beberapa minggu setelah pemilu.
Baca juga : Separuh Warga Dunia akan Gelar Pemilu di 2024
“Ketika saya bertemu Biden tiga tahun lalu, memang benar, orang-orang sudah membicarakan ketidakmampuannya, tapi saya tidak melihat hal seperti itu,” kata Putin, merujuk pada pertemuannya dengan Biden di Jenewa, Swiss, pada 2021 lalu.
Meski begitu, Putin menyatakan penolakannya yang kuat terhadap kebijakan luar negeri Washington di bawah kepemimpinan Biden.
“Apa yang harus kita periksa adalah posisi politik, dan posisi pemerintahan saat ini sangat merugikan dan salah,” kata Putin.
Baca juga : Trump Membela Kontribusinya terhadap NATO Meski Menuai Kritik
Pemerintahan Biden telah menggiring negara-negara Barat untuk membantu Ukraina dalam konflik dengan Rusia yang telah berlangsung dalam dua tahun terakhir ini.
Pernyataan preferensi Biden muncul meskipun ia mengkritik keras Putin, dan setelah Trump dalam berbagai kesempatan menyatakan kekagumannya terhadap pemimpin Kremlin tersebut.
Calon presiden dari Partai Republik juga mendapat kritik keras setelah baru-baru ini menyatakan bahwa ia akan mendorong Rusia untuk menyerang negara NATO mana pun yang menurutnya tidak membayar cukup uang untuk mendukung aliansi tersebut.
Baca juga : Biden Kecam Komentar Trump Terkait NATO sebagai "Mengerikan dan Berbahaya"
“Saya berteman baik dengannya, namun dia tidak menginginkan saya, dia menginginkan Biden,” kata mantan presiden tersebut tentang Putin. (AFP/M-3)
Baca juga : Jalan Terjal Papa Joe untuk Bertahan di Singgasana
Presiden Donald Trump menyambut Lionel Messi dan Inter Miami di Gedung Putih. Trump puji Messi lebih hebat dari Pele dan sindir Joe Biden. Cek selengkapnya!
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
Instalasi Presidential Walk of Fame di Gedung Putih menuai sorotan. Trump pasang plakat bernada tajam, sebut Joe Biden presiden terburuk AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
Perdana Menteri Keir Starmer dan Donald Trump bahas krisis Selat Hormuz. Harga minyak melonjak ke US$106 per barel akibat blokade Iran.
Krisis energi hebat melanda Kuba. 10 juta orang tanpa listrik, demonstrasi pecah di Havana hingga pembakaran markas partai di tengah tekanan blokade AS.
Presiden Donald Trump instruksikan agen ICE bantu pengamanan di bandara AS mulai Senin. Langkah ini menuai kritik tajam dari serikat pekerja TSA dan Demokrat.
Donald Trump picu kecaman usai rayakan kematian Robert Mueller. Simak rekam jejak komentar kasar Trump terhadap tokoh yang telah wafat, dari McCain hingga Rob Reiner.
KETEGANGAN di Timur Tengah meningkat tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran
Pemerintahan Trump dilaporkan menyiapkan pasukan darat AS untuk potensi serangan ke Iran, meski Gedung Putih menegaskan belum ada keputusan militer resmi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved