Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Rusia Vladimir Putin menilai Presiden AS Joe Biden sebagai orang yang lebih mudah diprediksi dibandingkan Donald Trump, namun ia mengatakan Rusia siap bekerja sama dengan siapa pun yang memenangkan pemilu AS November nanti.
"Biden, dia lebih berpengalaman. Dia mudah ditebak, dia adalah politisi yang sudah ketinggalan zaman,” ujar Putin ketika ditanya oleh seorang jurnalis mengenai prediksi dan padangannya terkait rivalitas antara petahana dari Partai Demokrat itu dan calon dari Partai Republik (Trump), dalam Pemilu AS.
Putin menepis keraguan tentang usia dan kesehatan Biden, karena presiden tersebut akan berusia 82 tahun hanya beberapa minggu setelah pemilu.
Baca juga : Separuh Warga Dunia akan Gelar Pemilu di 2024
“Ketika saya bertemu Biden tiga tahun lalu, memang benar, orang-orang sudah membicarakan ketidakmampuannya, tapi saya tidak melihat hal seperti itu,” kata Putin, merujuk pada pertemuannya dengan Biden di Jenewa, Swiss, pada 2021 lalu.
Meski begitu, Putin menyatakan penolakannya yang kuat terhadap kebijakan luar negeri Washington di bawah kepemimpinan Biden.
“Apa yang harus kita periksa adalah posisi politik, dan posisi pemerintahan saat ini sangat merugikan dan salah,” kata Putin.
Baca juga : Trump Membela Kontribusinya terhadap NATO Meski Menuai Kritik
Pemerintahan Biden telah menggiring negara-negara Barat untuk membantu Ukraina dalam konflik dengan Rusia yang telah berlangsung dalam dua tahun terakhir ini.
Pernyataan preferensi Biden muncul meskipun ia mengkritik keras Putin, dan setelah Trump dalam berbagai kesempatan menyatakan kekagumannya terhadap pemimpin Kremlin tersebut.
Calon presiden dari Partai Republik juga mendapat kritik keras setelah baru-baru ini menyatakan bahwa ia akan mendorong Rusia untuk menyerang negara NATO mana pun yang menurutnya tidak membayar cukup uang untuk mendukung aliansi tersebut.
Baca juga : Biden Kecam Komentar Trump Terkait NATO sebagai "Mengerikan dan Berbahaya"
“Saya berteman baik dengannya, namun dia tidak menginginkan saya, dia menginginkan Biden,” kata mantan presiden tersebut tentang Putin. (AFP/M-3)
Baca juga : Jalan Terjal Papa Joe untuk Bertahan di Singgasana
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
Instalasi Presidential Walk of Fame di Gedung Putih menuai sorotan. Trump pasang plakat bernada tajam, sebut Joe Biden presiden terburuk AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
SEJUMLAH perusahaan besar AS, termasuk Meta Platforms, Broadcom, dan Qualcomm, menghadapi masalah baru saat mencoba memanfaatkan diskon pajak.
Militer AS kembali meluncurkan serangan mematikan terhadap kapal terduga pengedar narkoba di Samudra Pasifik. Korban tewas dalam operasi ini mencapai 121 orang.
Ghislaine Maxwell menolak menjawab pertanyaan Komite Pengawas DPR AS terkait skandal Jeffrey Epstein. Ia justru gunakan momen ini untuk mengincar pengampunan.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
BINTANG global asal Puerto Rico, Bad Bunny, sukses menyulap panggung Super Bowl 2026 di California menjadi pesta jalanan raksasa.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
Taipan media Jimmy Lai dijatuhi hukuman 20 tahun penjara atas tuduhan keamanan nasional. Dunia internasional kini menanti langkah Donald Trump.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved