Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SERANGAN Israel di Suriah menewaskan seorang jenderal senior Garda Revolusi Iran. Teheran bersumpah akan membalasnya.
Insiden tersebut semakin meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. Kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran meningkatkan serangan sejak militan Hamas yang didukung Iran menyerang Israel selatan pada 7 Oktober, yang memicu perang dengan Israel.
Media pemerintah Iran juga melaporkan kematian Razi Moussavi. Mereka menggambarkannya sebagai, "Salah satu penasihat paling berpengalaman," dari Pasukan Quds, cabang asing dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Baca juga : Israel Bunuh Perwira Garda Iran dan Pejuang Hizbullah di Suriah
Belum ada komentar langsung dari Israel, yang telah mengintensifkan serangan di Suriah, khususnya terhadap gerakan Hizbullah yang didukung Iran di Libanon, sejak perang Israel-Hamas dimulai. Moussavi ialah komandan Pasukan Quds paling senior yang dibunuh di luar Iran sejak Jenderal Qasem Soleimani. Serangan pesawat tak berawak AS di Bagdad hampir empat tahun lalu--pada 3 Januari 2020--menewaskan Soleimani, pemimpin Pasukan Quds.
Presiden Iran Ebrahim Raisi menyampaikan belasungkawa atas kematian Moussavi dan mengatakan Israel, "Pasti akan membayar kejahatan ini." Jenderal tersebut, "Tewas dalam serangan rezim Zionis beberapa jam yang lalu di distrik Zeinabiyah di pinggiran kota Damaskus," kantor berita resmi IRNA melaporkan, menggunakan nama yang berbeda untuk Sayyida Zeinab di selatan ibu kota Suriah.
Moussavi, "Aktif dalam bidang pemberian dukungan logistik pada poros perlawanan di Suriah," kata IRNA, mengacu pada kelompok yang didukung oleh Teheran dan menentang Israel. Pernyataan IGRC mengatakan serangan rudal menewaskan Moussavi dan bersumpah akan membalas kematiannya. Pernyataan itu mencatat bahwa Moussavi ialah pendamping Soleimani.
Baca juga : Empat Tewas dalam Serangan Israel terhadap Jenderal Iran di Suriah
TV pemerintah Iran mengatakan tiga rudal menargetkan Moussavi dan menayangkan rekaman yang menunjukkan asap membubung dari area serangan. Duta Besar Teheran untuk Suriah Hossein Akbari mengatakan kepada kantor berita Iran Mehr bahwa rumah sang jenderal menjadi sasaran pada pukul 16:20 (waktu setempat) oleh tiga rudal.
"Bangunan itu hancur," dan jenazah Moussavi kemudian ditemukan di halaman, katanya.
Lembaga pemantau yang berbasis di Inggris, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, melaporkan serangan Israel terhadap posisi yang digunakan oleh kelompok Iran dan Hizbullah di wilayah Sayyida Zeinab. Warga melaporkan mendengar ledakan keras dan melihat kepulan asap membubung dari peternakan di daerah tersebut.
Baca juga : Panglima Pasukan Quds Iran di Suriah Awasi Latihan Gabungan
"Kami menganggap pembunuhan ini sebagai serangan mencolok yang melampaui batas," kata Hizbullah Libanon dalam suatu pernyataan. Ia menambahkan bahwa Moussavi telah mendukung kelompok tersebut selama beberapa dekade.
Pasukan Hizbullah dan Israel telah saling baku tembak di perbatasan mereka selama perang Gaza. Sejak perang saudara Suriah dimulai pada 2011, Israel melancarkan ratusan serangan udara terhadap sasaran-sasaran di Suriah, terutama terhadap pasukan yang didukung Iran dan pejuang Hizbullah serta posisi tentara Suriah.
Pada 2 Desember, IRGC menuduh Israel membunuh dua anggotanya di Suriah. Pasukan tersebut mengatakan bahwa mereka sedang menjalankan misi penasehatan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Republik Islam, yang mendukung Hamas secara finansial dan militer, memuji serangan mematikan di Israel selatan sebagai kesuksesan tetapi membantah terlibat langsung. Iran tidak mengakui Israel dan menjadikan dukungan terhadap perjuangan Palestina sebagai inti kebijakan luar negerinya sejak revolusi Islam pada 1979.
Israel jarang mengomentari serangan yang dilaporkan di Suriah, tetapi berulang kali mengatakan pihaknya tidak akan membiarkan musuh bebuyutannya, Iran, memperluas kehadirannya di Suriah. (AFP/Z-2)
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Situasi di berbagai kota besar Iran dilaporkan sunyi senyap menyusul tindakan keras mematikan dari otoritas keamanan setempat yang berhasil meredam gelombang protes besar.
Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember mencatatkan rekor kelam sebagai kerusuhan paling mematikan dalam sejarah pemerintahan negara tersebut.
Amerika Serikat dan pasukan sekutu melancarkan serangan besar ke target ISIS di Suriah sebagai balasan atas serangan mematikan terhadap pasukan AS.
AS serang target ISIS di Suriah sebagai pembalasan atas tewasnya 3 anggota militer. Menhan Pete Hegseth tegaskan komitmen Trump bela rakyat dan keamanan AS.
KELOMPOK ekstremis Negara Islam (ISIS) tidak lagi menimbulkan ancaman sistematis, tetapi saat ini justru dimanfaatkan oleh sejumlah negara untuk tujuan politik mereka.
SETAHUN berlalu sejak serangan cepat kelompok pemberontak menjatuhkan Damaskus dan mengakhiri kekuasaan keluarga Bashar Assad di Suriah yang berlangsung selama 54 tahun.
PULUHAN ribu warga Suriah turun ke jalan memperingati satu tahun runtuhnya rezim Bashar al-Assad. Presiden Ahmed al-Sharaa menegaskan komitmen memulai fase baru yang lebih adil.
Presiden Donald Trump mengumumkan bergabungnya Suriah ke dalam koalisi internasional melawan ISIS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved