Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA sandera yang dibunuh tentara Israel di Jalur Gaza, Palestina, ditembak bahkan ketika mereka membawa bendera putih dan berteriak minta tolong dalam bahasa Ibrani. Ini dikatakan seorang pejabat militer pada Sabtu (16/12).
Israel berduka atas kematian Yotam Haim, Alon Shamriz, dan Samer El-Talalqa, yang terbunuh di lingkungan Kota Gaza pada Jumat (15/12). Ini akibat tentara salah mengira mereka sebagai ancaman.
Membawa kembali tawanan yang diambil militan Hamas pada 7 Oktober menjadi alasan utama yang disebutkan tentara atas serangan mereka di Gaza. Pembunuhan ketiga sandera, semua berusia dua puluhan, memicu protes di Tel Aviv.
Baca juga: Tentara Israel Akui Keliru Bunuh 3 Tawanan di Gaza
Pada Sabtu, seorang pejabat militer merinci temuan penyelidikan awal yang sedang berlangsung atas kematian mereka dalam pengarahan virtual kepada wartawan.
Ketiganya, "Muncul puluhan meter dari salah satu posisi pasukan kami," katanya. "Semua tanpa baju dan ada tongkat yang ada kain putihnya di atasnya," ujarnya tanpa mau disebutkan namanya.
Seorang tentara melihat mereka dan, "Merasa terancam serta melepaskan tembakan," kata pejabat itu.
Baca juga: Hapag-Lloyd Jerman Tunda Pengiriman Kapal lewat Laut Merah
"Dia menyatakan bahwa mereka teroris. Mereka (tentara) melepaskan tembakan. Dua orang tewas seketika, satu orang terluka dan berlari kembali ke dalam gedung."
Pejabat itu mengatakan tentara tersebut mendengar, "Teriakan minta tolong dalam bahasa Ibrani".
"Komandan batalion segera mengeluarkan perintah gencatan senjata. Namun sekali lagi, terjadi lagi tembakan ke arah korban ketiga dan dia juga tewas," kata pejabat tersebut.
Dia menambahkan bahwa ada kemungkinan para sandera, "Ditinggalkan atau melarikan diri."
Dia juga mengatakan bahwa beberapa ratus meter jauhnya, "Ada bangunan dengan tanda SOS di atasnya." Tentara sedang menyelidiki ada tidaknya hubungan antara bangunan tersebut dan para sandera.
Pejabat militer mengatakan pembunuhan itu, "Bertentangan dengan aturan keterlibatan kami."
Dia menyebutnya sebagai peristiwa tragis dan hari yang sangat berat. Namun, terjadi pertempuran sengit di wilayah tersebut dan pasukan berada di bawah tekanan yang kuat.
"Para teroris, mereka bergerak dengan pakaian sipil. Mereka mengenakan sepatu kets dan celana jins. Dan ada banyak penyergapan di sana."
Dia mengatakan para pejuang telah, "Mencoba menarik kami ke perangkap," dengan taktik yang menipu. "Aturan keterlibatan sedang dikirim lagi ke semua angkatan," katanya.
Ketiga sandera tersebut termasuk di antara sekitar 250 orang yang diculik dalam serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel, yang menewaskan sekitar 1.140 orang, sebagian besar warga sipil, menurut data Israel.
Bersumpah untuk menghancurkan Hamas dan membawa kembali para sandera, Israel melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap gerakan Islam Palestina yang telah menyebabkan sebagian besar Jalur Gaza hancur. Pemerintah Hamas di wilayah tersebut mengatakan perang tersebut telah menewaskan sedikitnya 18.800 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak. (AFP/Z-2)
Dubes Palestina Riyad Mansour dan utusan OKI mengecam keras langkah kabinet Israel yang memperluas kontrol di Tepi Barat. Simak detail langkah diplomatik di PBB.
Laporan investigasi Al Jazeera ungkap 2.842 warga Palestina di Gaza 'menguap' akibat senjata bersuhu 3.000 derajat Celsius. Simak fakta medis dan hukumnya.
Pemerintah Palestina kecam keputusan Israel ubah aturan tanah di Tepi Barat dan mengambil alih Masjid Ibrahimi. Langkah ini dinilai ilegal dan menghambat kemerdekaan.
AMERIKA Serikat menyatakan menolak langkah aneksasi Tepi Barat oleh Israel. AS menekankan pentingnya menjaga stabilitas di wilayah pendudukan Palestina tersebut.
Presiden AS Donald Trump tegas menolak rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel. Kebijakan ini memicu kecaman keras dari PBB, Indonesia, hingga negara Arab.
MENTERI Luar Negeri Sugiono menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) merupakan bagian dari komitmen aktif pemerintah untuk mendorong perdamaian di Palestina.
Presiden AS Donald Trump bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Bahas kelanjutan negosiasi nuklir Iran dan ancaman aksi militer jika kesepakatan buntu.
Dubes Palestina Riyad Mansour dan utusan OKI mengecam keras langkah kabinet Israel yang memperluas kontrol di Tepi Barat. Simak detail langkah diplomatik di PBB.
Laporan investigasi Al Jazeera ungkap 2.842 warga Palestina di Gaza 'menguap' akibat senjata bersuhu 3.000 derajat Celsius. Simak fakta medis dan hukumnya.
Pemerintah Palestina kecam keputusan Israel ubah aturan tanah di Tepi Barat dan mengambil alih Masjid Ibrahimi. Langkah ini dinilai ilegal dan menghambat kemerdekaan.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Rabu waktu setempat.
AMERIKA Serikat menyatakan menolak langkah aneksasi Tepi Barat oleh Israel. AS menekankan pentingnya menjaga stabilitas di wilayah pendudukan Palestina tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved