Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH rudal jelajah tak berawak berbasis darat yang diluncurkan dari Yaman yang dikuasai Houthi menghantam sebuah kapal tanker komersial, di Selat Bab al-Mandab, Senin (11/12). Rudal ini pun menyebabkan kebakaran dan kerusakan tetapi tidak ada korban jiwa.
Insiden ini diungkapkan dua pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS). Kapal perusak Angkatan Laut AS USS Mason pada saat kejadian memberikan bantuan terhadap kapal tanker yang disasar rudal tersebut, STINDA, sekitar 60 mil laut utara Selat Bab al-Mandab.
Pejabat kedua mengatakan STINDA mampu kembali melanjutkan perjalanan di setelah serangan itu. Kapal tanker pengangkut bahan kimia tersebut berbendera Norwegia, dan pemiliknya yang berasal dari Norwegia, Mowinckel Chemical Tankers, serta manajer Hansa Tankers.
Baca juga : Rudal Huthi yang Meluncur ke Israel Dicegat di Laut Merah
Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran telah terlibat dalam konflik tersebut yang telah menyebar ke seluruh Timur Tengah sejak perang Israel-Hamas meletus pada 7 Oktober. Mereka menyerang kapal-kapal di jalur pelayaran penting dan menembakkan drone serta rudal ke arah Israel sendiri.
Pada Sabtu (9/12), kelompok Houthi menargetkan semua kapal yang menuju ke Israel terlepas dari kewarganegaraan mereka. Mereka juga memperingatkan perusahaan pelayaran internasional agar tidak berurusan dengan pelabuhan Israel.
Baca juga : PBB Hentikan Pengiriman Bantuan Makanan di Yaman Utara
STINDA telah memuat minyak nabati dan biofuel di Malaysia dan menuju Venesia, Italia, menurut data dari perusahaan pelacakan kapal Kpler. Belum jelas apakah STINDA mempunyai hubungan dengan Israel.
Kelompok tersebut, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman, mengatakan bahwa serangan mereka adalah bentuk dukungan terhadap Palestina. Houthi berjanji akan terus melakukan serangan tersebut sampai Israel menghentikan serangannya di Jalur Gaza lebih dari 1.000 mil dari pusat kekuasaan Houthi di Sanaa.
Kelompok Houthi adalah salah satu dari beberapa kelompok dalam Poros Perlawanan yang bersekutu dengan Iran dan telah membidik sasaran-sasaran Israel dan AS sejak sekutu Palestina mereka, Hamas, menyerang Israel.
Selama minggu pertama Desember, tiga kapal komersial diserang di perairan internasional. Kapal perusak Angkatan Laut AS melakukan intervensi.
Bulan lalu Houthi juga menyita sebuah kapal kargo milik Inggris yang memiliki hubungan dengan perusahaan Israel. AS dan Inggris mengutuk serangan terhadap kapal tersebut, dan menyalahkan Iran atas perannya dalam mendukung Houthi.
Teheran mengatakan sekutunya itu mengambil keputusan secara mandiri. Arab Saudi telah meminta AS untuk menahan diri dalam menanggapi serangan tersebut. (CNA/Z-4)
TUJUH pejuang separatis tewas dalam serangan udara pada Jumat (2/1) ketika koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman membalas serangan yang gencar dilakukan Dewan Transisi Selatan (STC).
HADRAMAUT merupakan provinsi terluas di Yaman, sekitar sepertiga wilayah negara, sekaligus yang paling makmur. Di sana tersimpan sebagian besar cadangan minyak Yaman.
Di tengah perang berkepanjangan konflik Yaman melawan kelompok Houthi yang didukung Iran sejak 2014, kini muncul pertarungan internal antarfaksi bersenjata.
MILITER Arab Saudi menyatakan bahwa angkatan udaranya menargetkan pengiriman senjata yang tiba di kota pelabuhan Yaman dari Uni Emirat Arab (UEA).
KELOMPOK pemberontak Houthi Yaman yang didukung Iran dan pemerintahnya yang diakui secara internasional sepakat untuk pertukaran tahanan yang mencakup hampir 3.000 orang.
Korban tewas mencapai delapan orang dengan 142 orang terluka.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved