Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (28/11), mengatakan ada tren peningkatan penyakit menular di penampungan PBB di Jalur Gaza, mengutip data dari lembaga pengungsi Palestina PBB (UNRWA).
Menurut lembaga tersebut, lebih dari 1,1 juta orang mengungsi di fasilitas UNRWA.
Data tersebut menunjukkan peningkatan besar-besaran beberapa penyakit menular seperti diare, infeksi pernapasan akut, infeksi kulit, dan kondisi yang berkaitan dengan kebersihan seperti kutu. Hal itu dikatakan juru bicara WHO Margaret Harris pada konferensi pers PBB.
Baca juga: So Sweet, Momen Perpisahan Sandera Maya Regev dan Pejuang Hamas
Pernyataan Harris itu mengacu pada peningkatan penyakit diare hingga 45 kali lipat dan diare berdarah hingga 14 kali lipat dibanding 2022.
Kondisi penampungan yang buruk seperti penuh sesak dengan keterbatasan air, makanan, dan bahan bakar menjadi faktor utama peningkatan luar biasa penyakit menular ini, kata dia.
Dia mengatakan, pada Jumat (24/11), WHO melakukan misi penilaian ke tempat penampungan UNRWA di Gaza utara.
Baca juga: Penyakit Mulai Muncul di Kamp Pengungsian Gaza
Hasil penilaian itu menyebutkan kurangnya pengumpulan sampah di sekitar tempat penampungan, sangat terbatasnya akses terhadap konsultasi medis, tidak adanya obat-obatan, tidak ada vaksinasi, tidak adanya akses untuk air yang aman dan kebersihan, dan tidak ada makanan.
"Tingginya jumlah kasus diare di antara bayi-bayi juga telah dilaporkan, dan tanpa tersedianya tindakan medis bagi mereka," kata Harris, menambahkan bahwa pasien menderita kondisi kronik karena kurangnya akses untuk mendapatkan obat-obatan penting yang mereka butuhkan.
Juru bicara WHO itu juga mengatakan ada 35.000 orang yang tinggal dengan penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, dan hipertensi.
Selain itu Harris juga mengatakan ada 50.000 ibu hamil di Jalur Gaza dengan 5.000 diantaranya diperkirakan akan melahirkan bulan depan dan dengan rata-rata 183 kelahiran per hari.
Dua puluh dari bayi-bayi itu akan lahir membutuhkan perawatan khusus.
Sementara itu hampir dua pertiga rumah sakit (26 dari 36) dan dua pusat spesialis rawat jalan (Al Yaman Al Said dan Musalam Eye Center) dan 65 persen klinik layanan kesehatan primer (47 dari 72) tutup akibat kerusakan dari pertempuran atau ketiadaan bahan bakar.
Dia mengatakan hampir seluruh rumah sakit di Gaza utara tidak beroperasi.
Dia menambahkan hanya ada dua rumah sakit kecil yang dikelola kementerian kesehatan yang berfungsi di Jalur Gaza saat ini yang dapat menerima pasien dengan kapasitas sangat terbatas. (Ant/Z-1)
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan Teheran tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat
SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres menyesalkan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang menewaskan Pimpinan tertingi Iran Ali Khamenei. membuat negosiasi nuklir sia-sia
Melania Trump akan mencetak sejarah sebagai Ibu Negara AS pertama yang memimpin sidang Dewan Keamanan PBB di New York, Maret 2026.
Kehadiran Melania Trump di kursi pimpinan merupakan bagian dari hak AS yang tengah memegang Presidensi Dewan Keamanan PBB.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB menyatakan harapan adanya deeskalasi menjelang putaran perundingan nuklir lanjutan antara Amerika Serikat - Iran di Jenewa, Swis.
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved