Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI sayap kanan dan anti-Islam pimpinan politisi Geert Wilders di ambang kemenangan telak di Pemilu Belanda. Hal itu terungkap dalam hasil sementara, Rabu (22/11), yang diperkirakan akan megguncang Eropa dan dunia.
Partai Kebebasan (PVV) memenangkan 35 kursi di parlemen, kemenangan telak berdasarkan hasil penghitungan sementara.
Sementera itu, blok sayap kiri tertinggal jauh dengan raihan 25 kursi sementara partai sayap-tengah mengantongi 24 kursi.
Baca juga: Indonesia dan Belanda Soroti Isu Kemanusiaan di Gaza
Jika terkonfirmasi, kemenangan Wilders itu akan menyebabkan negara ekonomi kelima Eropa itu akan codong ke kanan dan akan berpengaruh ke Uni Eropa mengingat PVV berjanji akan mereferendum keanggotaan Belanda di Uni Eropa.
Meski menang dalam Pemilu, tidak diketahui bagaimana Wilders akan meraih dukungan yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan yang stabil.
"Saya menyerukan kepada semua partai, kini, kita harus mencapai kata sepakat dengan satu sama lain. PVV tidak bisa lagi diabaikan," tegas Wilders.
Baca juga: Indonesia Layangkan Nota Protes ke Belanda karena Pelecehan Al-Qur'an
Pemimpin tiga partai papan atas Belanda sebelumnya menolak bergabung dengan koalisi pimpinan PVV.
Namun, Pieter Omtzigt, yang Partai Kontrak Sosial pimpinannya memenangkan 20 kursi, menurut exit poll, tampaknya melunak dan mengatakan dirinya siap berkoalisi meski menegaskan mencapai kata sepakat tidaklah mudah.
Sementara pemimpin blok Hijau/Buruh Frans Timmermans menplak berkoalisi dan menegaskan, "Ini adalah saatnya kita membela demokrasi."
Imigrasi menjadi topik kunci kampanye dengan sikap keras Wilders yang berencana menutup perbatasan dan mendeportasi imigran ilegal ternyata sukses merebut dukungan warga Belanda.
"Kami berharap warga Belanda bisa merebut kembali negara mereka dan kami akan memastikan tsunami pencari suaka dan imigran akan dihentikan. (AFP/Z-1)
“Hasil pemilu ini mengejutkan bagi Muslim Belanda. Kami tidak menyangka partai dengan program yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar supremasi hukum akan menjadi begitu besar."
Anggota kelompok sayap kiri di Utrech mengorganisir aksi demonstrasi itu untuk menunjukkan bahwa Belanda tidak akan membiarkan siapa pun berjuang sendiri untuk mendapatkan hak mereka.
Thailand menggelar pemilu dini tanpa pemenang mutlak. Perebutan kursi perdana menteri dipastikan bergantung pada strategi koalisi partai-partai besar.
Keberhasilan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto saat ini merupakan akumulasi dari kedisiplinan organisasi dan kesediaan untuk melewati proses panjang yang tidak instan.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Romy Soekarno, menegaskan bahwa sistem pemilu di era modern harus dipandang sebagai infrastruktur digital strategis negara.
Ia juga mengkritik wacana penghapusan pilkada langsung yang kembali mencuat dengan dalih efisiensi anggaran.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Berdasarkan data komparatif internasional, sistem campuran justru berisiko menimbulkan ketimpangan antara perolehan suara dan kursi di parlemen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved