Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN pasien dan tenaga medis di RS Indonesia Gaza, Palestina, masih berada di bawah ancaman tembakan dan bom tentara Israel. Data terakhir, menurut Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pada Senin (20/11) ,sedikitnya 12 orang tewas.
Sementara, puluhan lainnya terluka akibat tembakan ke kompleks Rumah Sakit Indonesia, yang dikepung oleh tank-tank Israel. Para pejabat kesehatan mengatakan 700 pasien beserta staf berada di bawah bom dan tembakan Israel. Ledakan besar langsung mengenai para pengungsi dan pasien di dalamnya.
“Fasilitas di kota Beit Lahia di timur laut Gaza, yang didanai oleh organisasi-organisasi Indonesia, dihantam tembakan artileri. Staf rumah sakit membantah ada militan bersenjata di tempat itu,” lapor WAFA, kantor berita Palestina, Selasa (21/11).
Baca juga : Tuntut Gencatan Senjata di Gaza, Ini Surat Terbuka MER-C untuk Joe Biden
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa ia terkejut dengan serangan yang menurutnya telah menewaskan 12 orang, termasuk para pasien, dengan mengutip laporan-laporan yang tidak disebutkan.
Pasukan Pertahanan Israel mengatakan bahwa pasukannya telah membalas tembakan ke arah para pejuang di rumah sakit tersebut sambil mengambil berbagai langkah untuk meminimalkan bahaya terhadap para non-pejuang.
Baca juga : Brigade Al-Qassam Hancurkan 60 Kendaraan Tempur Israel
Seperti semua fasilitas kesehatan lainnya di bagian utara Gaza, Rumah Sakit Indonesia sebagian besar telah berhenti beroperasi tetapi masih menampung pasien, staf, dan penduduk yang mengungsi.
Sebanyak 28 bayi yang lahir prematur telah dievakuasi dari rumah sakit terbesar di Gaza, Al Shifa, dibawa ke Mesir untuk mendapatkan perawatan darurat pada hari Senin (20/11).
Pasukan Israel menggeledah RS Al Shifa pekan lalu untuk mencari jaringan terowongan yang dibangun oleh Hamas di bawah rumah sakit.
Ratusan pasien, staf medis, dan orang-orang yang terlantar meninggalkan Shifa pada akhir pekan lalu, para dokter mengatakan bahwa mereka diusir oleh para tentara namun, Israel menyatakan kepergian mereka bersifat sukarela. (CNA/Z-4)
ISRAEL memindahkan blok-blok yang seharusnya menandai garis kendali pascagencatan senjata lebih jauh ke dalam Jalur Gaza. Ini menimbulkan kebingungan di kalangan Palestina.
PARA pemimpin Kristen senior di Jerusalem, Palestina, memperingatkan campur tangan pihak luar yang mengancam masa depan Kekristenan di Tanah Suci, khususnya Zionisme Kristen.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
DEWAN Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya sebagai badan penjaga perdamaian internasional baru dan keanggotaan tetap tidak akan murah.
PEMERINTAHAN AS meminta negara-negara yang menginginkan tempat tetap di Dewan Perdamaian Gaza untuk menyumbang setidaknya US$1 miliar atau sekitar Rp17 triliun.
TAHAP selanjutnya dari rencana perdamaian Jalur Gaza, Palestina, yang disponsori Amerika Serikat (AS) melibatkan pembentukan Dewan Perdamaian.
DIREKTUR Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, Marwan Al-Sultan, menyebut dirinya masih berada di dalam bangunan fasilitas kesehatan tersebut.
MER-C membahas situasi terkini Jalur Gaza dengan Menkopolhukam Hadi Tjahjanto di tengah serangan Israel yang masih berlangsung, serta progres bantuan MER-C ke wilayah progres bantuan.
PRAKTIK pencurian organ tubuh yang dilakukan pasukan Israel terhadap warga Palestina yang tewas di Gaza telah dilaporkan oleh Euro-Med Human Rights Monitor pada November 2023 lalu.
Israel menjadikan gedung hasil sembangan rakyat Indonesia itu sebagai markas melawan Hamas di Jalur Gaza, Palestina.
Relawan lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Farid Zanzabil Al Ayubi di Gaza, Palestina, telah tiba di Tanah Air pada Selasa (12/12) malam.
Relawan dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang berbasis di Jakarta, memilih untuk tetap tinggal di sana hingga militer Israel memaksa mereka pergi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved