Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengutuk pendudukan Israel di Palestina, termasuk serangan pemukim Yahudi di Tepi Barat. Uni Eropa sudah menyerukan perlindungan bagi warga sipil di Israel maupun wilayah Palestina.
Kelompok pejuang kemerdekaan Palestina, Hamas juga diminta melepaskan para sandera tanpa prasyarat dan menyetujui jeda kemanusiaan demi kelancaran akses bantuan ke Gaza.
Setelah menteri luar negeri Arab Saudi, Yordania, Mesir, dan Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja sama Islam (OKI) Hissein Brahim Taha meneleponnya, Borrell menyampaikan rasa khawatir atas kejadian yang menimpa warga Palestina di Tepi Barat.
Baca juga: Direktur FBI Sebut Ada Peningkatan Ancaman di AS Akibat Perang Israel dan Hamas
Israel terus melakukan serangan secara agresif di Gaza sejak 7 Oktober dalam rangka membalas operasi kilat Hamas. Kala itu, Hamas melancarkan serangan dari berbagai arah ke Israel dan menewaskan lebih dari 1.400 orang serta menyandera ratusan 240 individu.
Menurut Kementrian Kesehatan Hamas, korban dari serangan Israel di Gaza telah mencapai lebih dari 8.500 orang, dan lebih dari setengahnya adalah anak-anak.
Baca juga: Direktur FBI Sebut Ada Peningkatan Ancaman di AS Akibat Perang Israel dan Hamas
Pasukan Israel juga dikerahkan ke Tepi Barat, yang mereka jajah sejak perang Arab-Israel di 1967. Sejak serangan 7 Oktober, korban jiwa dari Palestina di Tepi Barat akibat kekejaman Israel mencapai 122 orang, menurut data Kementerian Kesehatan Palestina.
Pada Selasa (31/10), rumah orang nomor dua hamas, aleh al-Aruri di Tepi Barat diledakkan Israel. Militer Israel mengakui telah memasuki desa Arura dekat Ramallah dan menembaki orang-orang yang melemparkan batu ke arah mereka.
Menurut Juru Bicara Urusan Luar Negeri Uni Eropa Peter Stano, situasi di Tepi Barat berpotensi tidak terkendali dan berisiko mengalami eskalasi konflik. "Israel mempunyai kewajiban untuk melindungi warga sipil di Tepi Barat dari kekerasan pemukim ekstremis, untuk meminta pertanggungjawaban para pelaku dan memastikan bahwa IDF melakukan intervensi. Itu adalah kewajiban hukum yang harus dipenuhi," tegas Stano. (MalayMail/Cah/Z-7)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan untuk menghadiri KTT Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza.
Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace berisiko dimanfaatkan sebagai legitimasi politik bagi agenda yang tidak sejalan dengan nilai yang diperjuangkan terkait kemerdekaan Palestina
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
BERGABUNGNYA Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diusung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, masih menjadi perdebatan.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam mengambil komitmen lanjutan di Board of Peace (BoP), terutama terkait rencana keanggotaan tetap.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah meminta Pemerintah Indonesia mengambil sikap kritis, aktif, dan terukur di Board of Peace (BoP), agar tetap sejalan dengan kemerdekaan palestina
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved