Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pasukan angkatan lautnya telah menghancurkan 3 kapal nirawak Ukraina di bagian utara Laut Hitam lepas pantai Semenanjung Krimea.
"Rudal dan bom anti-sabotase menghantam area di mana kapal-kapal nirawak itu terdeteksi," kata kementerian tersebut di aplikasi pesan Telegram pada Selasa (24/10).
Kementerian Pertahanan Rusia menambahkan bahwa sebuah operasi anti-ranjau dan "anti-sabotase" sedang dilakukan di lepas pantai Sevastopol di Laut Hitam, di mana Armada Laut Hitam Rusia bermarkas.
Baca juga : Presiden: Harga Minyak Dunia Diramalkan Terbang hingga US$150 per Barel
Moskow telah menggunakan armada tersebut, yang terdiri dari sekitar 30 kapal perang, untuk mencoba memblokade garis pantai Ukraina dan menembakkan rudal ke kota-kota Ukraina.
Baca juga : Israel Terus Dibela AS, Iran Merapat ke Rusia
Namun, tidak diketahui terkait adanya korban jiwa dari serangan Laut Hitam terbaru ini, sementara Kyiv tidak segera mengeluarkan komentar.
Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina telah meningkatkan serangan terhadap Krimea, yang dicaplok Rusia pada tahun 2014, sehingga membantu Ukraina memenangkan kembali kendali terbatas atas Laut Hitam dan pada saat-saat tertentu, mendorong kapal-kapal perang Rusia lebih jauh ke arah timur.
"Tindakan Ukraina telah merebut kembali kendali atas perairan teritorial barat Ukraina dari Rusia dan mencegah Armada Laut Hitam mengancam Odessa dengan serangan amfibi atau memberikan tembakan taktis dan dukungan logistik kepada pasukan Rusia di Kherson," ujar purnawirawan Angkatan Darat AS, Mayor Jenderal Gordon Skip Davis Jr, kepada Al Jazeera pada awal Oktober.
Krimea terakhir kali diserang pada Sabtu, ketika Rusia menghancurkan tiga drone Angkatan Laut Ukraina yang menargetkan jembatan yang menghubungkan semenanjung tersebut ke daratan Rusia.
Krimea, yang dianeksasi oleh Rusia pada 2014, telah menjadi sasaran Kyiv selama serangan Moskow di Ukraina. Namun wilayah itu baru-baru ini mendapat serangan yang lebih intens dan meningkat.
Kyiv berulang kali menegaskan pihaknya bertujuan untuk merebut kembali Krimea.
Pada 24 Agustus, Ukraina mengatakan pihaknya mengibarkan benderanya di Krimea, sebagai kemenangan simbolis dalam “operasi khusus” untuk menandai Hari Kemerdekaan kedua pada masa perang. (Aljazeera/Z-8)
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
Para pihak juga saling bertukar pandangan mengenai paket kemakmuran untuk Ukraina.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved