Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Hamas Berikan Makanan Keju ke Para Sandera

Ferdian Ananda Majni
24/10/2023 21:57
Hamas Berikan Makanan Keju ke Para Sandera
Yocheved Lifshitz sandra yang dibebaskan oleh Hamas(AFP)

SEORANG warga Israel berusia 85 tahun, yang dibebaskan oleh kelompok militan Palestina, Hamas, mengatakan bahwa sempat dipukuli selama penculikannya, kemudian diperlakukan dengan baik selama lebih dari dua minggu selama di Gaza.

"Mereka memukuli saya dalam perjalanan, mereka tidak mematahkan tulang rusuk saya tetapi sangat menyakiti saya di sana," kata Yocheved Lifshitz sehari setelah dibebaskan. 

"Mereka memperlakukan kami dengan baik," katanya kepada media di rumah sakit Tel Aviv, dia menjelaskan bahwa seorang dokter mengunjunginya dan para sandera lainnya setiap dua atau tiga hari sekali dan memberikan obat-obatan.

Baca juga : Kisah Bayi Mekah yang Lahir Paksa dalam Teror Bom Israel

Lifshitz adalah seorang penduduk kibbutz Nir Oz, salah satu komunitas Israel di dekat Jalur Gaza yang diserang oleh militan Hamas pada tanggal 7 Oktober.

Baca juga : Listrik Padam, Rumah Sakit Indonesia di Gaza Andalkan Cahaya Ponsel

Suaminya, yang juga berusia 80-an tahun, adalah salah satu dari lebih dari 200 sandera yang masih ditahan di Gaza.

"Mereka memperlakukan kami dengan lembut, dan memenuhi semua kebutuhan kami," katanya, ketika ditanya mengapa ia mengulurkan tangan untuk menjabat tangan seorang militan pada saat ia dibebaskan.

Lifshitz menggambarkan para penculiknya sebagai orang-orang yang sangat ramah dan sangat sopan dan telah mengatur dengan baik proses penyanderaan ini.

"Mereka tampak siap untuk ini, mereka mempersiapkan diri untuk waktu yang lama, mereka memiliki semua yang dibutuhkan pria dan wanita, termasuk sampo," katanya kepada para wartawan.

"Kami makan makanan yang sama dengan yang mereka makan, pitas dengan krim keju, keju cair, mentimun. Itu adalah makanan untuk satu hari penuh," kata Lifshitz.

Dia dibebaskan bersama warga Nir Oz, Nurit Cooper, 79, tiga hari setelah seorang wanita Amerika dan putrinya dibebaskan. (AFP/Z-8)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putra Ananda
Berita Lainnya