Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG warga Israel berusia 85 tahun, yang dibebaskan oleh kelompok militan Palestina, Hamas, mengatakan bahwa sempat dipukuli selama penculikannya, kemudian diperlakukan dengan baik selama lebih dari dua minggu selama di Gaza.
"Mereka memukuli saya dalam perjalanan, mereka tidak mematahkan tulang rusuk saya tetapi sangat menyakiti saya di sana," kata Yocheved Lifshitz sehari setelah dibebaskan.
"Mereka memperlakukan kami dengan baik," katanya kepada media di rumah sakit Tel Aviv, dia menjelaskan bahwa seorang dokter mengunjunginya dan para sandera lainnya setiap dua atau tiga hari sekali dan memberikan obat-obatan.
Baca juga : Kisah Bayi Mekah yang Lahir Paksa dalam Teror Bom Israel
Lifshitz adalah seorang penduduk kibbutz Nir Oz, salah satu komunitas Israel di dekat Jalur Gaza yang diserang oleh militan Hamas pada tanggal 7 Oktober.
Baca juga : Listrik Padam, Rumah Sakit Indonesia di Gaza Andalkan Cahaya Ponsel
Suaminya, yang juga berusia 80-an tahun, adalah salah satu dari lebih dari 200 sandera yang masih ditahan di Gaza.
"Mereka memperlakukan kami dengan lembut, dan memenuhi semua kebutuhan kami," katanya, ketika ditanya mengapa ia mengulurkan tangan untuk menjabat tangan seorang militan pada saat ia dibebaskan.
Lifshitz menggambarkan para penculiknya sebagai orang-orang yang sangat ramah dan sangat sopan dan telah mengatur dengan baik proses penyanderaan ini.
"Mereka tampak siap untuk ini, mereka mempersiapkan diri untuk waktu yang lama, mereka memiliki semua yang dibutuhkan pria dan wanita, termasuk sampo," katanya kepada para wartawan.
"Kami makan makanan yang sama dengan yang mereka makan, pitas dengan krim keju, keju cair, mentimun. Itu adalah makanan untuk satu hari penuh," kata Lifshitz.
Dia dibebaskan bersama warga Nir Oz, Nurit Cooper, 79, tiga hari setelah seorang wanita Amerika dan putrinya dibebaskan. (AFP/Z-8)
Indonesia manfaatkan keanggotaan Dewan Perdamaian (BoP) untuk kawal hak Palestina & solusi dua negara. Presiden Prabowo juga akan tekan tarif resiprokal di AS.
Baznas bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Mesir menyerahkan lima unit Mobile Clinic dari Tempo Scan untuk mendukung penyediaan layanan kesehatan darurat.
PBNU mendukung Presiden Prabowo menghadiri KTT Board of Peace di AS untuk solusi Gaza. Gus Ulil sebut ini langkah diplomasi realistis meski menuai kritik.
Hamas sambut rencana pengerahan 8.000 pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza Selatan untuk awasi gencatan senjata dan stabilitas tanpa intervensi internal.
Dubes Palestina Riyad Mansour dan utusan OKI mengecam keras langkah kabinet Israel yang memperluas kontrol di Tepi Barat. Simak detail langkah diplomatik di PBB.
Laporan investigasi Al Jazeera ungkap 2.842 warga Palestina di Gaza 'menguap' akibat senjata bersuhu 3.000 derajat Celsius. Simak fakta medis dan hukumnya.
Indonesia manfaatkan keanggotaan Dewan Perdamaian (BoP) untuk kawal hak Palestina & solusi dua negara. Presiden Prabowo juga akan tekan tarif resiprokal di AS.
PBNU mendukung Presiden Prabowo menghadiri KTT Board of Peace di AS untuk solusi Gaza. Gus Ulil sebut ini langkah diplomasi realistis meski menuai kritik.
Presiden AS Donald Trump bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Bahas kelanjutan negosiasi nuklir Iran dan ancaman aksi militer jika kesepakatan buntu.
Dubes Palestina Riyad Mansour dan utusan OKI mengecam keras langkah kabinet Israel yang memperluas kontrol di Tepi Barat. Simak detail langkah diplomatik di PBB.
Laporan investigasi Al Jazeera ungkap 2.842 warga Palestina di Gaza 'menguap' akibat senjata bersuhu 3.000 derajat Celsius. Simak fakta medis dan hukumnya.
Pemerintah Palestina kecam keputusan Israel ubah aturan tanah di Tepi Barat dan mengambil alih Masjid Ibrahimi. Langkah ini dinilai ilegal dan menghambat kemerdekaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved