Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK Yahudi sayap kiri Amerika Serikat (AS) berkumpul di luar Gedung Putih, Washington, Senin (16/10). Mereka mendesak pemerintahan Joe Biden menekan Israel agar membatalkan rencana untuk melakukan invasi militer ke Gaza dan mengumumkan gencatan senjata.
Mereka juga menuduh pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu merencanakan genosida terhadap warga Palestina. Para pengunjuk rasa itu berasal dari kelompok kampanye IfNotNow dan Jewish Voice for Peace.
Selain slogan-slogan pembebasan Palestina, mereka juga membawa plakat dan menyanyikan lagu-lagu kuno Yahudi. Mereka memprotes tanggapan tidak bermoral Israel terhadap warga Palestina.
Baca juga: Biden Besok Kunjungi Israel
Setidaknya 30 demonstran ditangkap. Salah satu pemimpin aksi, Yotam mengatakan 150 aktivis secara sukarela siap ditahan demi tersampaikannya pesan-pesan aksi ini.
Para demonstran juga mengarahkan pandangan mereka pada Biden, yang menurut mereka terlibat dalam pengeboman balasan Israel yang telah menghancurkan Gaza, memutus aliran air dan listrik, dan menyebabkan hampir 3 ribu warga Palestina tewas, termasuk 700 anak-anak.
Kritik terhadap Presiden AS tersebut muncul ketika ia sedang mempertimbangkan tawaran perdana menteri Israel untuk mengunjungi 'Negeri Zionis' itu.
Baca juga: Blinken : Israel Siap Buka Koridor Kemanusiaan di Gaza, Palestina
Biden telah memberikan dukungan tegas terhadap negara tersebut sejak negara tersebut diserang, namun memperingatkan bahwa pendudukan kembali Gaza yang secara resmi ditarik oleh Israel pada 2005 adalah sebuah kesalahan.
Demonstrasi itu terjadi ketika Gaza menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin parah ketika lebih dari setengah juta orang meninggalkan rumah mereka di utara wilayah kecil itu. Langkah tersebut sebagai persiapan untuk invasi darat Israel dengan tujuan menghancurkan Hamas.
Berdiri di luar gerbang Gedung Putih, Direktur Politik IfNotNow Eva Borgwardt menuntut pertemuan mendesak dengan Biden.
“Taruhannya adalah hidup atau mati. Kami di sini untuk memberi tahu Presiden Biden, sebagai panglima militer paling kuat di dunia, bahwa dia perlu melakukan segala daya untuk menuntut gencatan senjata, menuntut deeskalasi, membebaskan sandera Israel, dan mengatasi konflik. Keadaan ini yang telah membawa kita ke dalam mimpi buruk ini," ungkapnya dalam orasinya.
Massa juga menyatakan siap melakukan pembangkangan sipil untuk mempengaruhi kebijakan AS, termasuk memblokir pintu masuk dan keluar Gedung Putih.
Sambil memegang plakat bertuliskan slogan-slogan termasuk 'Kesedihan saya bukanlah senjata Anda' dan 'Hentikan genosida di Gaza', mereka mengatakan fokus mereka adalah mengakhiri dukungan AS terhadap pendudukan Israel di Tepi Barat dan apa yang mereka gambarkan sebagai sistem apartheid' di negara Yahudi tersebut.
Beberapa orang menggambarkan retorika Israel terhadap warga Palestina setelah serangan Hamas sebagai tindakan genosida. Beberapa peserta aksi mengibarkan bendera Palestina, sementara yang lain membawa plakat 'Bebaskan Palestina' dan mengenakan kippa atau kopiah Yahudi. (The Guardian/Z-1)
Presiden AS Donald Trump mengeklaim adanya pembicaraan positif dengan pejabat tinggi Iran di tengah ketegangan perang. Benarkah deeskalasi segera terjadi?
Salon di Beit Awa, wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina, Rabu (18/3) dihantam sebuah proyektil meledak akibat saling serang Israel dan Iran. Empat perempuan Palestina tewas
PKS mendukung Presiden Prabowo Subianto menunda pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina saat meningkatnya konflik Timur Tengah Iran, Amerika Serikat, iran, dan israel
PEMERINTAH Jepang membuka peluang untuk mengerahkan kekuatan militernya dalam misi pembersihan ranjau di Selat Hormuz setelah gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat dan Israel
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Israel dinilai melanggar Pasal 13 terkait perilaku ofensif dan pelanggaran prinsip fair play, serta Pasal 15 mengenai diskriminasi dan pelecehan rasis dalam Aturan Disiplin FIFA (FDC).
Salon di Beit Awa, wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina, Rabu (18/3) dihantam sebuah proyektil meledak akibat saling serang Israel dan Iran. Empat perempuan Palestina tewas
Secara khusus menyapa pemudik yang kembali ke tanah kelahiran dan atas nama pribadi, keluarga, serta Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat menyampaikan ucapan selamat datang kembali.
Mahmoud Abbas membawa harapan besar agar momentum hari kemenangan ini menjadi titik balik bagi kemerdekaan bangsa Palestina.
Human Rights Watch mendesak Hungaria menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu terkait surat perintah ICC atas dugaan kejahatan perang di Gaza saat kunjungannya Sabtu ini.
Dilaporkan The Guardian, ratusan warga Palestina terlihat melaksanakan salat di sekitar Kota Tua pada Jumat (20/3) pagi eaktu setempat, setelah polisi Israel menutup akses
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved