Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH korban tewas akibat gempa bumi dahsyat di Afghanistan barat diperkirakan mencapai 2.000 orang. Pemimpin senior Taliban, Suhail Shaheen, menyebut jumlah tersebut mungkin akan terus bertambah dalam salah satu gempa bumi paling mematikan yang melanda negara itu dalam dua dekade terakhir itu.
Shaheen yang juga juru bicara Taliban yang berbasis di Qatar, menambahkan bahwa banyak orang hilang dan operasi penyelamatan sedang dilakukan untuk menyelamatkan orang-orang yang terjebak dalam puing-puing setelah gempa berkekuatan 6,3 SR di Provinsi Herat.
"Ada kebutuhan mendesak akan tenda-tenda, obat-obatan dan makanan di daerah-daerah yang dilanda bencana, dan ia mengimbau para pengusaha dan LSM setempat untuk ikut membantu orang-orang yang membutuhkan," kata Shaheen kepada Al Jazeera Minggu (8/10).
Sebelumnya, Abdul Wahid Rayan, juru bicara Kementerian Informasi dan Kebudayaan, mengatakan kepada bahwa lebih dari 2.000 orang tewas akibat gempa bumi dan gempa susulan yang kuat.
"Sekitar enam desa telah hancur dan ratusan warga sipil terkubur di bawah reruntuhan," katanya, seraya menyerukan bantuan segera.
Otoritas bencana nasional negara tersebut mengatakan pada hari Sabtu bahwa gempa bumi telah menewaskan sekitar 100 orang.
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan angka awal 320 kematian. Namun, kemudian PBB mengatakan bahwa angka tersebut masih diverifikasi, sementara Bulan Sabit Merah mengatakan bahwa 500 orang tewas.
Diketahui gempa berkekuatan 6,3 SR menghantam 40 km (24 mil) barat laut Kota Herat sekitar pukul 11.00 waktu setempat pada hari Sabtu (7/10). Gempa susulan yang kuat dirasakan di provinsi Badghis dan Farah yang berdekatan.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengatakan bahwa gempa tersebut diikuti oleh tiga gempa susulan yang kuat, berkekuatan 6,3 SR, 5,9 SR, dan 5,5 SR serta guncangan yang lebih lemah.
(Aljazeera/Z-9)
Latihan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi digelar SMPN 1 Lembang bekerja sama dengan Relawan Penanggulangan Bencana Lembang (RPBL).
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Ambon dan sekitarnya di Provinsi Maluku pada Sabtu.
BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi tektonik M6,4 (update) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Taluad, Sulut merupakan akibat dari deformasi batuan Lempeng Maluku
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut).
Gempa dangkal magnitudo 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Bali. BBMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Berbagai pengalaman menghadapi bencana alam yang telah terjadi harus menjadi pembelajaran bagi kita agar mampu memitigasi sejumlah potensi bencana di tanah air.
Tanah longsor menghantam area perkemahan di Gunung Maunganui, Selandia Baru. Sejumlah orang hilang, tim SAR berjuang di tengah cuaca ekstrem.
Menag juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu.
Desa Sangiang 1 KK terdampak serta 1 unit rumah rusak berat dengan total kerugian diperkirakan Rp20 juta.
BENCANA banjir dan 18 titik longsor melanda Kabupaten Jepara, sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terisolasi akibat terputusnya akses jalan.
HUJAN deras mengguyur Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (11/1). Curah hujan tinggi membuat empat desa tergenang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved