Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa deportasi secara paksa warga Afghanistan dari Pakistan dapat menyebabkan pelanggaran hak asasi manusia yang serius, termasuk pemisahan keluarga dan deportasi anak di bawah umur.
Pakistan baru-baru ini mengumumkan tindakan keras terhadap para imigran yang tinggal di negara tersebut secara ilegal, termasuk 1,7 juta warga Afghanistan. Otoritas setempat meminta mereka untuk kembali ke negara asal paling lambat 31 Oktober untuk menghindari penangkapan dan pengusiran massal.
Pakistan menyangkal menargetkan warga Afghanistan, karena Pemerintah fokus terhadap orang-orang yang berada di negara ini secara ilegal, terlepas dari kewarganegaraan mereka.
Pemerintah menambahkan bahwa mereka sedang menyiapkan sebuah hotline dan menawarkan hadiah kepada orang-orang yang memberikan informasi kepada pihak berwenang mengenai para migran tersebut.
PBB mengatakan bahwa Afghanistan sedang mengalami krisis kemanusiaan yang parah dengan beberapa tantangan hak asasi, terutama bagi perempuan dan anak perempuan, yang dilarang oleh Taliban untuk mengenyam pendidikan di atas kelas enam SD, sebagian besar ruang publik, dan banyak pekerjaan.
"Rencana semacam itu akan memiliki implikasi serius bagi semua orang yang telah dipaksa meninggalkan negara itu dan mungkin menghadapi risiko perlindungan yang serius setelah kembali," kata laporan tersebut, mengacu pada tindakan keras Pakistan.
Mereka mengakui "hak prerogatif berdaulat" Pakistan atas kebijakan dalam negeri dan mengatakan bahwa mereka siap untuk membantu mendaftarkan dan mengelola warga negara Afghanistan, termasuk mereka yang mungkin membutuhkan perlindungan internasional.
Organisasi Internasional untuk Migrasi dan Badan Pengungsi PBB menyerukan kepada negara-negara lain untuk menangguhkan pemulangan paksa warga negara Afghanistan dan memastikan bahwa setiap pemulangan yang mungkin dilakukan ke negara tersebut dilakukan dengan cara yang aman, bermartabat, dan sukarela.
Para tuan tanah dan pemilik real estat di Ibu Kota Pakistan, Islamabad, telah menerima pemberitahuan yang meminta mereka untuk mengusir warga Afghanistan ilegal dan keluarga mereka pada akhir bulan ini atau menghadapi tindakan.
Polisi telah meminta para ulama di beberapa masjid di kota tersebut untuk memberitahu para jamaah tentang tugas mereka untuk menginformasikan orang-orang Afghanistan di lingkungan mereka.
Menteri Informasi di Provinsi Baluchistan, Pakistan Barat Daya, Jan Achakzai, mengatakan bahwa ratusan keluarga Afghanistan telah secara sukarela meninggalkan negara itu dan menyeberangi perbatasan sejak pengumuman tersebut. Pihak berwenang telah menahan lebih dari 100 orang, termasuk warga Afghanistan dan Iran.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan pemerintahan yang dipimpin Taliban di Afghanistan telah mengkritik tindakan keras tersebut.
Pakistan telah menjadi tempat berlindung bagi para pengungsi Afghanistan sejak jutaan orang melarikan diri dari Afghanistan selama pendudukan Soviet tahun 1979-1989, dan menciptakan salah satu populasi pengungsi terbesar di dunia. Sejak saat itu, lebih banyak warga Afghanistan yang mengungsi, termasuk sekitar 100.000 orang sejak Taliban menguasai negara itu pada Agustus 2021.
Meskipun pasukan keamanan dan polisi Pakistan telah secara rutin menangkap dan mendeportasi warga Afghanistan yang memasuki negara ini tanpa dokumen yang sah dalam beberapa tahun terakhir. Namun ini adalah pertama kalinya pemerintah mengumumkan rencana untuk melakukan tindakan keras yang begitu besar.
Hal ini terjadi di tengah-tengah lonjakan serangan oleh Taliban Pakistan, atau TTP, yang memiliki tempat persembunyian dan pangkalan di Afghanistan tetapi secara teratur menyeberang ke Pakistan untuk melancarkan serangan terhadap pasukan keamanannya.
Pakistan telah lama menuntut agar pihak berwenang Taliban di Afghanistan menghentikan dukungan mereka terhadap TTP, yang merupakan kelompok terpisah tetapi bersekutu dengan Taliban Afghanistan. (arabnews/Z-8)
Hubungan Pakistan dan Afghanistan mencapai titik terendah. Islamabad meluncurkan serangan udara ke Kabul dan Kandahar sebagai balasan atas agresi Taliban.
MILITER Pakistan mengeklaim menewaskan sedikitnya 70 militan dalam serangan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan pada Minggu (22/2) pagi.
PAKISTAN kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Afghanistan dengan dalih memburu militan.
SERANGAN udara Pakistan ke wilayah Afghanistan kembali memicu ketegangan di perbatasan. Islamabad menyebut operasi itu menyasar kamp militan
Pakistan melancarkan serangan udara ke Nangarhar dan Paktika di Afghanistan. Kabul menuduh warga sipil tewas dan terluka, sementara Islamabad mengklaim operasi menargetkan TTP dan ISKP.
SEDIKITNYA 31 orang tewas dan 169 lain luka-luka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu masjid Syiah selama salat Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.
SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres menyesalkan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang menewaskan Pimpinan tertingi Iran Ali Khamenei. membuat negosiasi nuklir sia-sia
Melania Trump akan mencetak sejarah sebagai Ibu Negara AS pertama yang memimpin sidang Dewan Keamanan PBB di New York, Maret 2026.
Kehadiran Melania Trump di kursi pimpinan merupakan bagian dari hak AS yang tengah memegang Presidensi Dewan Keamanan PBB.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB menyatakan harapan adanya deeskalasi menjelang putaran perundingan nuklir lanjutan antara Amerika Serikat - Iran di Jenewa, Swis.
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved