Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
ENAM anggota angkatan bersenjata Ukraina tewas dalam sebuah insiden yang melibatkan dua helikopter. Saat peristiwa itu terjadi, mereka sedang menjalankan sebuah misi di Ukraina timur.
Pihak militer mengatakan mengatakan keenam prajurit Ukraina tersebut tewas ketika menjalankan misi di sebuah sektor yang dikuasai Rusia di dekat kota timur Bakhmut.
Tidak ada rincian yang diberikan mengenai apa yang terjadi dalam insiden mematikan tersebut. Namun kejadian itu melibatkan dua helikopter Mi-8 yang banyak digunakan oleh militer Ukraina pada hari Selasa.
Baca juga: Pesawat Nirawak Ukraina Serang Enam Wilayah Rusia
Situs berita lokal Ukrainska Pravda mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi di dekat Kramatorsk, yaitu sebuah kota besar di sebelah barat Bakhmut di wilayah Donetsk, yang telah mengalami banyak pertempuran sejak invasi Rusia tahun lalu.
Ukrainska Pravda melaporkan bahwa kedua helikopter tersebut hancur total dan mayat keenam orang tersebut ditemukan di reruntuhan di lokasi tempat mereka jatuh.
Baca juga: Bandara di Rusia Diserang Drone
Kyiv Independent mengatakan bahwa Ukrainska Pravda melaporkan bahwa insiden tersebut terjadi dalam keadaan yang tidak diketahui.
Penyebab jatuhnya dua helikopter tersebut sedang diselidiki, namun tidak disebutkan bahwa helikopter tersebut ditembak jatuh baik oleh pihak militer maupun laporan-laporan berita.
Seorang juru bicara angkatan udara Ukraina yang diidentifikasi sebagai Yevhen Rakita mengatakan kepada lembaga penyiaran publik Ukraina, Suspilne, bahwa orang-orang yang berada di dalam dua helikopter tersebut adalah perwira dan identitas mereka tidak dipublikasikan karena alasan keamanan.
(Aljazeera/Z-9)
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
Ukraina dan SpaceX resmi memblokir terminal Starlink milik Rusia. Akibatnya, sistem komunikasi militer Rusia di garis depan dilaporkan mengalami kegagalan fatal.
Serangan drone Rusia di Ukraina timur menewaskan 12 penambang dan menghantam rumah sakit bersalin di Zaporizhzhia di tengah suhu ekstrem dan penundaan perundingan damai.
Serangan drone Rusia menghantam kereta penumpang di Kharkiv, menewaskan sedikitnya 4 orang. Zelensky sebut serangan sipil ini murni aksi terorisme.
PM Keir Starmer dan Presiden Macron menandatangani kesepakatan penempatan pasukan dan pembangunan pusat militer di Ukraina pasca-gencatan senjata dengan Rusia.
Ketegangan baru pecah setelah Rusia menuduh Ukraina menyerang kediaman Putin dengan 91 drone. Zelensky membantah dan sebut Moskow ingin sabotase perdamaian.
Utusan AS Steve Witkoff bertemu dengan perwakilan Rusia dan Ukraina di Florida guna mematangkan 20 poin rencana damai Donald Trump untuk mengakhiri perang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved