Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PENEGAK hukum Turki, Selasa (6/6), menangkap dan memenjarakan seorang remaja berusia 16 tahun karena menggambari poster kampanye Presiden Recep Tayyip Erdogan dengan kumis.
Sejumlah media massa Turki, terutama yang dekat dengan kelompok oposisi, BirGun, Cumhuriyet, dan stasiun televisi Halk TV, mengatakan remaja asal Kota Mersin itu dituding merusak poster kampanye Erdogan di dekat rumahnya menggunakan pena dengan menempatkan kumis Hitler di wajah Erdogan dan menuliskan komentar menghina.
Remaja itu ditangkap setelah diidentifikasi menggunakan kamera CCTV.
Baca juga: Erdogan Dilantik Sebagai Presiden Turki untuk Masa Jabatan Ketiga
Remaja itu ditangkap setelah diinterogasi di kediamannya dan mengaku menggambar kumis tersebut namun membantah menuliskan komentar menghina.
Setelah dihadapkan ke jaksa setempat, remaja itu dinyatakan bersalah menghina kepala negara dan dijebloskan ke penjara anak-anak.
Erdogan sukses memperpanjang masa jabatannya sebagai presiden Turki usai memenangi Pemilu pada 28 Mei. Presiden yang telah menjabat selama 20 tahun akan menjabat selama lima tahun lagi.
Baca juga: Arti di Balik Kemenangan Erdogan bagi Turki dan Dunia
Menurut data Kementerian Kehakiman Turki, menghina presiden adalah kejahatan terbanyak di Turki dengan 16.753 warga dihukum pada tahun lalu. (AFP/Z-1)
Menlu RI Sugiono dan Menhan Sjafrie bertemu Presiden Turki Erdogan di Istanbul untuk menyampaikan hasil Dialog 2+2 dan menegaskan kerja sama strategis bilateral.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, membahas situasi Gaza dan rencana Pasukan Stabilisasi Internasional.
Rencana Trump tentang Gaza menyerukan tata kelola internasional sementara atas wilayah kantong Palestina dan pembentukan dewan perdamaian yang diketuai oleh dirinya.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam serangan drone Ukraina terhadap dua kapal tanker di Laut Hitam yang menuju Rusia.
Persaingan Australia dan Turki dalam memperebutkan posisi tuan rumah KTT Iklim PBB (COP31) memanas. Jika tak tercapai kesepakatan, Jerman akan menjadi tuan rumah default.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved