Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
RECEP Tayyip Erdogan dilantik sebagai presiden Turki untuk masa jabatan ketiga, Sabtu (3/6), dengan janji untuk memerintah secara imparsial setelah memenangkan pemily putaran kedua yang memperpanjang masa jabatannya yang telah berlangsung selama dua dekade.
Erdogan menyerukan persatuan dan meminta agar kemarahan dan kebencian selama kampanye dihentikan kala berpidato di upacara megah di istana presiden di Ankara.
Erdogan memenangkan pemilu putaran kedua pada 28 Mei meski masa pemerintahannya sebelumnya dihantam krisis ekonomi dan kemarahan terkait penanganan gempa bumi, Februari lalu, yang menewaskan lebih dari 50 ribu orang.
Baca juga: Arti di Balik Kemenangan Erdogan bagi Turki dan Dunia
Erdogan meraih 52,18% suara mengungguli rivalnya Kemal Kilicdaroglu yang meraih 47,82% suara.
"Sebagai presiden, saya berjanji dengan kebanggaan dan penuh integritas akan bekerja sekuat tenaga untuk melindungi negara yang independen dan menjalankan tugas saya secara imparsial," ungkap Erdogan.
Pendukung Erdogan di parlemen memberikan sambutan meriah sementara kelompok oposisi menolak berdiri saat menyaksikan pelantikan presiden Turki itu.
Baca juga: Erdogan Dihujani Selamat oleh Putin hingga Biden
Dalam sumpahnya, Erdogan juga berjanji tidak akan menyimpang dair undang-undang dan prinsip sekuler yang telah dicanangkan Mustafa Kemal Ataturk, 1.000 tahun lalu.
Pemimpin terlama Turki itu, yang sukses mengatasi demonstrasi besar-besaran, skandal korupsi, dan upaya kudeta sejak menjabat pertama kali pada 2003, kini menghadapi tantangan besar di masa jabatan ketiganya, termasuk melambatnya perekonomian dan ketegangan dengan negara-negara Barat. (AFP/Z-1)
Iran ajak Turki investigasi bersama dugaan serangan rudal guna tangkal propaganda. Erdogan sampaikan belasungkawa atas wafatnya Ali Khamenei dan tragedi sekolah Minab.
Erdogan dan Mohammed bin Salman membahas krisis regional melalui telepon, menekankan pentingnya dialog dan diplomasi demi keamanan global.
Menlu RI Sugiono dan Menhan Sjafrie bertemu Presiden Turki Erdogan di Istanbul untuk menyampaikan hasil Dialog 2+2 dan menegaskan kerja sama strategis bilateral.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, membahas situasi Gaza dan rencana Pasukan Stabilisasi Internasional.
Rencana Trump tentang Gaza menyerukan tata kelola internasional sementara atas wilayah kantong Palestina dan pembentukan dewan perdamaian yang diketuai oleh dirinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved