Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Meski memiliki banyak penggemar dan pendukung dari seluruh dunia, di Inggris sendiri perdebatan tentang sistem monarki sebenarnya semakin lantang disuarakan perbagai pihak. Tak sedikit warga muda Inggris dan Britania Raya yang menolak berlanjutnya monarki di Inggris. Protes semakin kencang disuarakan menjelang penobatan Raja Charles III.
Berbagai aksi demonstrasi dilakukan kelompok penentang monarki di berbagai wilayah Inggris. Mereka secara bergantian melakukan aksi dengan membawa spanduk berisi berbagai pernyataan protes. Di antaranya yang bertuliskan "Dia Bukan Raja Kami" dan "Akhiri Monarki".
Sejak Kamis, (4/5) lalu, BBC melaporkan setidaknya ada hampir 2 ribu orang yang mengikuti aksi menentang menarki di sekitar London.
Baca juga: Pengamanan Inggris Diperketat Jelang Penobatan Raja Charles III
Mereka juga menyatakan akan datang dan melakukan aksi protes serupa di area pelaksanaan penobatan Raja Charles III pada Sabtu, (6/6).
Di luar negeri, massa pendukung Charles sebagai raja turun temurun dan kepala negara 14 negara Persemakmuran juga terlihat semakin rapuh.
Jamaika dan Belize mengungkapkan bahwa keduanya, minggu ini, mengisyaratkan mereka sedang bergerak menuju republik mandiri. Sementara Australia, Kanada, dan lainnya mungkin pada akhirnya akan mengikuti.
Sementara itu, warga Inggris yang berjuang dengan melonjaknya biaya hidup juga mempertanyakan mengapa pembayar pajak harus membayar untuk penobatan, dengan tagihan diperkirakan lebih dari 126 juta Dolar AS.
Namun, kerumunan besar penggemar kerajaan yang telah mengantri sepanjang minggu di The Mall, di luar Istana Buckingham menunjukkan bahwa bangsawan masih memiliki peran sentral dalam budaya Inggris dan sejarah.
Banyak dari mereka yang berkemah untuk menonton berasal dari luar negeri, menyiratkan bahwa bahwa posisi tak tersentuh keluarga kerajaan sebagai merek global terkemuka Inggris, masih eksis.
Penobatan adalah inti dari tiga hari acara, termasuk konser di Kastil Windsor di barat London pada Minggu malam.
(Z-9)
Sarah Ferguson, mantan istri Pangeran Andrew, diduga meminta bantuan finansial kepada Epstein setelah sang miliarder divonis atas kasus pelecehan seksual pada 2008.
Sebuah rangkaian surel dari tahun 2010 menunjukkan Pangeran Andrew secara aktif mengundang Jeffrey Epstein, terpidana kasus pelecehan seksual anak, untuk berkunjung ke Istana Buckingham.
ANGGOTA keluarga Kerajaan Inggris, Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor dilaporkan meninggalkan kediamannya di Kastil Windsor setelah dikaitkan dengan kasus Jeffrey Epstein.
Indonesia menegaskan komitmen dalam melindungi keanekaragaman hayati dunia melalui penguatan hutan adat, perlindungan satwa liar, dan pemberantasan kejahatan satwa.
Raja Charles III menyampaikan pesan Natal yang menyentuh dari Westminster Abbey. Ia menekankan semangat gotong royong, "digital detox," dan pentingnya kerukunan antarumat beragama.
Pangeran William mengajak putranya, Pangeran George, menjadi relawan di penampungan tunawisma. Kunjungan ini mengulang memori saat William diajak mendiang Putri Diana.
Raja Charles III pecah suara terkait skandal Jeffrey Epstein yang menyeret Andrew Mountbatten-Windsor. Istana siap bekerja sama dengan polisi terkait dugaan pelanggaran hukum.
Raja Charles III mengambil langkah tegas dengan mengusir Pangeran Andrew dari Royal Lodge menyusul terungkapnya dokumen baru terkait skandal Jeffrey Epstein.
Dokumen terbaru Epstein Februari 2026 mengungkap foto mengejutkan Pangeran Andrew dan email tahun 2010 terkait wanita Rusia. PM Inggris desak kesaksian.
PEMERINTAH Indonesia dan Inggris memperkuat kerja sama investasi di sektor maritim melalui pembangunan ribuan kapal nelayan dan pengembangan kampung nelayan.
Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III sepakat memperkuat kerja sama restorasi ekosistem, termasuk pemulihan 57 taman nasional di Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III menunjukkan sisi hangat diplomasi internasional saat berdiskusi soal konservasi lingkungan sambil menikmati secangkir teh hangat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved