Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
JERMAN mematikan tiga reaktor nuklir pada Sabtu (15/4). Selain keluar dari energi tenaga atom, negara ini juga berupaya mengakhiri penggunaan bahan bakar fosil dan mengelola krisis energi yang disebabkan perang di Ukraina.
Langkah Jerman itu berbanding terbaik dengan banyak negara Barat. Pasalnya mereka masih meningkatkan investasi dalam energi atom untuk mengurangi emisi.
Setelah bertahun-tahun memanipulasi informasi, Jerman berjanji berhenti dari pemanfaatan nuklir secara definitif setelah bencana Fukushima Jepang 2011 dan Chernobyl di Ukraina yang mengirimkan radiasi yang memuntahkan ke udara.
Baca juga: Presiden Joko Widodo Tiba di Hannover
Jerman akan beralih menggunakan gas dan perluasan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energinya. “Risiko tenaga nuklir pada akhirnya tidak dapat dikendalikan,” kata Menteri Lingkungan Hidup Steffi Lemke, yang minggu ini melihat sisa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Fukushima yang naas tersebut sebelum pertemuan G7.
Namun tantangan yang disebabkan invasi Rusia ke Ukraina, yang membuat Jerman mengakhiri impor gas murah dari Moskow, meningkatkan seruan untuk menunda penarikan dari tenaga nuklir. Kelompok pecinta lingkungan, Greenpeace berpesta di Gerbang Brandenburg di Berlin untuk merayakan keputusan Jerman tersebut.
Baca juga: Kadin Yakin Lawatan Presiden ke Jerman Berdampak Besar
"Akhirnya, energi nuklir menjadi milik sejarah. Mari jadikan 15 April ini sebagai hari yang tak terlupakan,” kata organisasi itu.
Sebaliknya, harian konservatif Jerman, FAZ menjadikan isu ini tajuk utama edisi Sabtu (15/4), dengan mengambil judul 'Terima Kasih, Energi Nuklir'. Awalnya Jerman merencanakan penghentian PLTN pada akhir 2022.
Ketika pasokan gas Rusia menyusut tahun lalu, para pejabat di Berlin harus berjuang keras menemukan cara agar listrik tetap mengalir. Jerman, penghasil emisi karbon terbesar di Uni Eropa, juga menyalakan beberapa pembangkit berbahan bakar batu bara untuk menutupi kekurangan energi dari gas.
Situasi ini menimbulkan kontradiktif dalam rencana keluar dari energi kotor sekaligus melahirkan kontroversi di kalangan masyarakat Jerman. "Jerman harus memperluas pasokan energi dalam mengurangi kekurangan energi dan menekan harga yang tinggi," kata Presiden Kamar Dagang Jerman, Peter Adrian.
Sementara itu, tokoh Konservatif Bavaria Markus Soeder menginginkan PLTN tetap digunakan dengan disisakan satu reaktor dan tiga lagi diistirahatkan sebagai cadangan. Aktivis Lingkungan Greta Thunberg mengecam langkah peralihan nuklir ke batu bara.
"Ini akan menjadi momen yang sangat mengharukan bagi rekan-rekan untuk mematikan pembangkit listrik untuk terakhir kalinya,” kata Guido Knott, CEO PreussenElektra, yang mengoperasikan PLTN Isar 2.
Operator di tiga fasilitas nuklir selain di PLTN PreussenElektra, yang berada di Emsland utara dan Neckarwestheim barat daya, juga akan menonaktifkan reaktor nuklir. Tiga PLTN itu hanya mengalirkan 6% untuk kebutuhan energi Jerman pada tahun lalu.
Sebelumnya ketiganya memasok 30,8% sejak 1997. “Cepat atau lambat reaktor nuklir akan mulai dibongkar," kata Menteri Ekonomi Robert Habeck.
Menurut dia pemerintah Jerman memiliki rencana pemenuhan energi yang terkendali. Jerman telah memiliki simpanan gas dan membangun infrastruktur baru untuk impor gas alam cair untuk menjembatani kesenjangan dari gas Rusia.
Jerman juga berupaya memanfaatkan energi hijau dengan target dapat mengisi 80% kebutuhan masyarakat pada tahun 2030. Untuk tujuan ini, Kanselir Olaf Scholz menyerukan pemasangan empat hingga lima turbin angin dalam sehari selama beberapa tahun ke depan. Sejauh ini per tahun Jerman sudah mendirikan 551 kincir angin. (Aljazeera/Z-3)
Selain murah dan efisien, nuklir juga dinilai mampu memperkuat ketahanan energi di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan keterbatasan sumber daya fosil.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan telah bertemu dengan pihak dari Kanada dan Rusia membahas pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia.
Kehadiran lembaga ini ditujukan untuk mendukung percepatan transisi energi bersih dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Tanah Air.
Setelah lebih dari satu dekade sejak bencana nuklir Fukushima Daiichi, Jepang kembali mengandalkan tenaga nuklir untuk memenuhi target emisi dan memperkuat ketahanan energinya.
MAGNET banyak digunakan dalam berbagai produk teknologi. Salah satunya yang paling populer dalam teknologi kedokteran, seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI).
Kementerian ESDM, menyebut butuh waktu yang panjang untuk merealisasikan penyediaan listrik yang berasal dari tenaga nuklir.
Jerman resmi kirim tim militer ke Greenland menyusul ketegangan wilayah. Kanada turut pasang badan dukung integritas teritorial Denmark.
SEKRETARIS Jenderal NATO Mark Rutte memperingatkan bahwa Rusia bisa menyerang negara-negara anggota pakta pertahanan itu dalam lima tahun ke depan.
Raja Charles menjamu Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dalam jamuan kenegaraan bernuansa Natal di Windsor Castle.
SEKITAR 2,5 tahun lalu, lebih dari selusin perwira tinggi Jerman berkumpul di kompleks militer Berlin untuk menyusun rencana rahasia menghadapi kemungkinan perang dengan Rusia.
SEDIKITNYA 100.000 warga Palestina kemungkinan tewas dalam perang genosida Israel di Jalur Gaza, Palestina. Ini menurut studi baru yang dirilis Institut Max Planck.
Pemerintah Jerman menyepakati rancangan sistem dinas militer baru untuk memperkuat Bundeswehr. Program ini menargetkan 260.000 tentara aktif pada 2035.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved