Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
SWISS menentang ekspor senjata ke Ukraina yang dilanda perang. Hal itu ditegaskan oleh Presiden Swiss Alain Berset kepada para wartawan di sela-sela pertemuan PBB tentang hak-hak perempuan.
Isu mengenai tradisi netralitas negara ini telah diperdebatkan sejak invasi Rusia ke Ukraina lebih dari setahun yang lalu.
"Diskusi tentang ekspor senjata, senjata meskipun kami memiliki kerangka hukum di Swiss, hal itu tidak mungkin dilakukan," kata Berset, yang saat ini menjabat sebagai Presiden Swiss selama satu tahun secara bergilir.
Baca juga : Panglima Ukraina Sepakat Pertahankan Bakhmut dari Invasi Rusia
"Bagi pemerintah dan Dewan Federal, kami harus, dan kami ingin, mempertahankan kerangka hukum ini dan bekerja dalam kerangka hukum ini,” ujarnya.
Peryataannya muncul setelah Berlin meminta pada akhir Februari lalu agar produsen senjata Jerman Rheinmetall diizinkan untuk mengakuisisi tank-tank Leopard Swiss yang sudah tua dan menjamin bahwa tank-tank itu tidak akan ditransfer ke Ukraina.
Baca juga : Rusia Minta Israel tak Kirim Senjata ke Ukraina
Meskipun negara Alpen yang kaya, yang bukan anggota Uni Eropa, telah mengikuti jejak blok tersebut dalam hal sanksi yang menargetkan Moskow, sejauh ini Rusia kurang menunjukkan fleksibilitas dalam hal netralitas militernya.
"Sanksi-sanksi ini, benar-benar sesuai dengan netralitas," kata Berset, berbicara dalam bahasa Inggris.
Meskipun ada tekanan dari Kyiv dan sekutunya, Swiss sejauh ini menolak untuk mengizinkan negara-negara yang memiliki persenjataan buatan Swiss untuk mengekspornya kembali ke Ukraina yang dilanda perang dan sampai saat ini menolak permintaan eksplisit dari Jerman, Spanyol, dan Denmark.
Beberapa inisiatif sedang dilakukan di parlemen untuk melonggarkan aturan re-ekspor, tetapi keputusan apapun kemungkinan masih akan memakan waktu berbulan-bulan lagi.
Berset, yang bertemu di New York dengan kepala PBB Antonio Guterres tepat sebelum Sekretaris Jenderal PBB melakukan perjalanan ke Ukraina, mencatat bahwa parlemen Swiss memiliki banyak kemungkinan untuk mengubah undang-undang.
"Jika parlemen setuju untuk mengubah kerangka hukum ini, maka kami akan bekerja dalam konteks kerangka hukum yang baru ini, tetapi kami juga akan membutuhkan waktu,” jelasnya.
Namun, ia menekankan, tdak mungkin membuat pengecualian terhadap kerangka hukum. (AFP/Z-4)
Polda Bali menetapkan enam warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap warga Ukraina berinisial IK.
Laporan CPJ 2025: Israel catat rekor pembunuh jurnalis terbanyak dengan 84 korban. Tahun 2025 jadi tahun paling mematikan bagi pers global dengan total 129 kematian.
Memasuki tahun kelima perang, Presiden Zelensky menegaskan kedaulatan Ukraina tetap tegak meski dihantam serangan udara harian dan kerugian personel yang masif.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrikĀ
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
MEMASUKI tahun kelima invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, belum ada tanda-tanda penyelesaian perang ini yang stabil.
Keputusan SpaceX memblokir akses Starlink bagi pasukan Rusia membawa dampak fatal. Koordinasi serangan drone Moskow lumpuh, memberi peluang emas bagi serangan balik Ukraina.
Ukraina dan SpaceX resmi memblokir terminal Starlink milik Rusia. Akibatnya, sistem komunikasi militer Rusia di garis depan dilaporkan mengalami kegagalan fatal.
Serangan drone Rusia di Ukraina timur menewaskan 12 penambang dan menghantam rumah sakit bersalin di Zaporizhzhia di tengah suhu ekstrem dan penundaan perundingan damai.
Serangan drone Rusia menghantam kereta penumpang di Kharkiv, menewaskan sedikitnya 4 orang. Zelensky sebut serangan sipil ini murni aksi terorisme.
PM Keir Starmer dan Presiden Macron menandatangani kesepakatan penempatan pasukan dan pembangunan pusat militer di Ukraina pasca-gencatan senjata dengan Rusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved