Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin berjanji untuk melanjutkan perang di Ukraina. Dia juga menuduh aliansi militer negara-negara NATO yang dipimpin Amerika Serikat (AS) mengipasi konflik ini.
Negara-negara Barat, kata dia, menyebarluaskan keyakinan palsu bahwa dukungan terhadap Ukraina dapat mengalahkan Moskow dalam konfrontasi global. Dia mengatakan operasi militer khusus Moskow yang dimulai pada 24 Februari 2022 terpaksa dilakukan untuk mencegah intervensi AS dan NATO.
“Kami melakukan segala yang mungkin, dengan tulus segala yang mungkin, untuk menyelesaikan masalah ini (di Ukraina) dengan cara damai. Kami sabar, kami sedang menegosiasikan jalan keluar damai dari konflik yang sulit ini, tetapi skenario yang sama sekali berbeda sedang disiapkan di belakang kami,” katanya dari Parlemen Rusia.
Diapit oleh empat bendera tiga warna Rusia, Putin mengatakan Rusia akan dengan hati-hati dan konsisten menyelesaikan tugas yang dihadapinya di Ukraina. Putin mengatakan negara-negara Barat, yang dipimpin oleh AS, sedang mencari kekuatan tak terbatas dalam urusan dunia.
Kyiv, kata Putin, telah meminta bantuan persenjataan kepada negara-negara Barat sebelum dimulai invasi Rusia. Dia menambahkan bahwa Rusia telah melakukan segala cara untuk menghindari perang.
Tetapi Ukraina yang didukung Barat telah merencanakan untuk menyerang Krimea yang dikuasai Rusia, yang dianeksasi oleh Rusia pada tahun 2014. Barat, katanya, telah membiarkan kekacauan dan perang.
Baca juga: Belanda: Nasib Invasi Rusia Ditentukan Perlawanan Ukraina
“Rakyat Ukraina telah menjadi sandera rezim Kyiv dan penguasa Baratnya, yang secara efektif telah menduduki negara itu dalam arti politik, militer, dan ekonomi,” kata Putin.
AS dan NATO bermaksud menerjemahkan konflik lokal menjadi konfrontasi global. Dia memahaminya dan akan membalasnya dengan segala kemampuan yang dimiliki Rusia.
Mengalahkan Rusia, kata pria berusia 70 tahun itu, tidak mungkin. Putin mengatakan Rusia tidak akan pernah menyerah pada upaya Barat untuk memecah belah masyarakatnya.
Ia menambahkan bahwa mayoritas orang Rusia mendukung perang tersebut. Dia memperingatkan Barat dapat memicu reaksi balik atas aliran uang ke perang yang tidak berkurang.
"Semakin jauh sistem Barat dikirim ke Ukraina, semakin jauh kita akan dipaksa untuk memindahkan ancaman dari perbatasan kita," jelasnya.
Ketika dia berbicara tentang aneksasi empat wilayah Ukraina pada 2022, dia mendapat tepuk tangan meriah di pusat pameran Gostiny Dvor, hanya beberapa langkah dari Kremlin.(OL-4)
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan negaranya tengah meningkatkan pasokan minyak dan gas kepada sejumlah mitra dekat yang dianggap dapat merekaa andalkan di berbagai kawasan dunia.
Perusahaan-perusahaan pertahanan terbesar di Amerika Serikat telah sepakat untuk melipatgandakan produksiĀ empat kali lipat.
Rusia ajukan draf resolusi Dewan Keamanan PBB desak gencatan senjata di Timur Tengah. Moskow minta semua pihak hentikan eskalasi dan kembali ke meja perundingan.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian desak Rusia dukung hak sah Iran di tingkat internasional pasca-serangan AS dan Israel. Simak detail diplomasi Teheran dan pembelaan hukumnya di PBB
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan akan mempertimbangkan penghentian pasokan energi Rusia ke Eropa dan mengalihkannya ke pasar Asia.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Dalam unggahan terbarunya di Truth Social, Trump mengklaim bahwa Departemen Luar Negeri memindahkan ribuan orang dari berbagai negara di Timur Tengah.
Otoritas Seoul telah menetapkan peringatan Level 4 untuk seluruh wilayah Iran.
Menlu periode 2001-2009 Noer Hassan Wirajuda menilai eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memperlihatkan kian rapuhnya tatanan global berbasis aturan
JAUH-JAUH hari David Harvey (1989) dalam bukunya, The Condition of Postmodernity, telah menjelaskan dampak kondisi global ekonomi sebuah negara.
Perang akan memicu krisis pangan, disrupsi energi, gelombang pengungsi, kemiskinan ekstrem, pelanggaran hak asasi manusia, serta instabilitas ekonomi global.
Sekitar 200 korban di antaranya adalah anak-anak usia sekolah dasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved