Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pria yang menjadi tersangka pembunuhan sedikitnya 10 orang di Negara Bagian California, Amerika Serikat, tewas akibat luka tembak yang dilakukannya sendiri, kata polisi setempat, Minggu (22/1) waktu setempat.
Pria bersenjata yang diidentifikasi sebagai Huu Can Tran, 72, itu juga melukai 10 orang lainnya dalam penembakan massal di sebuah kelab dansa di Monterey Park, Sabtu (21/1) malam.
Insiden tersebut terjadi bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek di kota itu.
Sheriff Los Angeles County Robert Luna mengatakan kepada pers bahwa tersangka, yang melarikan diri dari lokasi kejadian dengan mobil
van warna putih, dikepung aparat keamanan pada Minggu sore.
Para penyelidik mengatakan pria tersebut ditemukan tewas di dalam mobilnya setelah dikepung oleh polisi selama dua jam di kota pesisir Torrance.
"Ketika petugas (kepolisian Torrance) keluar dari kendaraan patroli mereka untuk mendatangi tersangka, terdengar tembakan dari dalam
mobil," kata Luna.
Baca juga: 10 Orang Tewas dalam Penembakan Saat Perayaan Imlek di Los Angeles
Tim SWAT kepolisian setempat lalu menemukan tersangka menderita luka akibat tembakannya sendiri dan dinyatakan tewas di lokasi, katanya.
Pria bersenjata itu juga terlibat dalam insiden lain di kelab dansa kedua yang berjarak sekitar 20 menit dari lokasi penembakan pertama.
Sejumlah barang bukti, termasuk sebuah pistol, ditemukan di dalam mobil tersangka, kata Luna.
Menyusul insiden penembakan itu, Presiden Joe Biden menyampaikan bela sungkawa kepada kerabat korban.
"Meski masih banyak yang tidak kita ketahui tentang motif serangan tak berperikemanusiaan ini, kita tahu bahwa banyak keluarga yang berduka malam ini, atau yang mendoakan orang-orang terkasih mereka dapat pulih dari luka-luka yang diderita," kata Biden dalam sebuah pernyataan.
Para penyelidik masih berusaha mengungkap motif penembakan tersebut.
Monterey Park berpenduduk sekitar 61 ribu jiwa, 65% di antaranya adalah warga keturunan Asia, menurut laporan Daily News. (Ant/OL-16)
KEPOLISIAN menangkap menangkap lima orang atas tuduhan terkait penyalahgunaan senjata api dan geng setelah insiden penembakan massal di Stockton, California, Amerika Serikat Sabtu (29/11).
PENEMBAKAN massal di Stockton, California, yang terjadi Sabtu (29/11) malam menmbuat 15 orang luka akibat ditembak dan empat di antaranya tewas. berikut fakta-fakta penembakan di stockton
PENEMBAKAN massal di Stockton California, dipastikan berkaitan dengan aktivitas geng. Insiden ini menewaskan 4 orang saat pesta ulang tahun seorang bocah perempuan.
“Indikasi awal menunjukkan insiden ini mungkin merupakan serangan yang ditargetkan, dan semua kemungkinan sedang ditelusuri,"
Penembakan massal di sebuah gedung perjamuan di Stockton, California, menewaskan empat orang dan melukai 11 lainnya. Pelaku masih buron.
Kejaksaan Nevada County, California, mengakui penggunaan AI dalam dokumen hukum yang berujung kesalahan kutipan.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Washington tengah menjajaki kerangka kesepakatan baru terkait Greenland dan wilayah Arktik.
SETELAH dua pekan ketegangan diplomatik yang dipicu retorika keras Presiden AS Donald Trump soal Greenland, situasi mulai mereda menyusul peran NATO yang mendorong dialog.
PIDATO Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, memicu gelombang diskusi global. Ini fakta-faktanya.
Donald Trump kembali memicu polemik global dengan rencana negosiasi pengambilalihan Greenland. Mengapa pulau Arktik ini begitu penting bagi AS?
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved