Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Ukraina menemukan bukti dan kesaksian ada tindakan pelecehan seksual yang dilakukan secara sengaja dan sistematis yang dilakukan serdadu Rusia terhadap para tahanan perempuan dan anak-anak. Para penyidik dari Kejaksaan Agung Ukraina mendapati kesaksian para perempuan yang ditahan dan dilecehkan secara seksual oleh para serdadu Rusia.
"Para penyidik Kejaksaan Agung Ukraina menemukan masalah kekerasan seksual ini di setiap tempat yang diduduki Rusia seperti wilayah Kyiv, wilayah Chernihiv, wilayah Kharkiv, wilayah Donetsk, dan di sini wilayah Kherson," tutur Duta Besar Ukraina di Indonesia, Vasyl Hamianin, yang tengah menjalani rehat tugas, dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/1).
Salah satu korban pelecehan tersebut ialah Olha, 26. Kepada Anna Sosonska, seorang penyidik dari Kejaksaan Agung, ia menuturkan pada hari kedelapan atau kesembilan di tahanan Rusia, dia diikat ke meja dalam kondisi telanjang sampai ke pinggang. Selama 15 menit, interogator melontarkan kata-kata kotor kepadanya, lalu melemparkan jaket ke tubuhnya dan membiarkan tujuh serdadu pria Rusia masuk ke ruangan. Olha menyatakan hal itu membuatnya sangat trauma.
Dubes Vasyl menuturkan setelah berbulan-bulan proses penyidikan terhambat akibat kondisi perang, pemerintah Ukraina semakin cepat dalam mendokumentasikan kejahatan seksual yang dilakukan oleh para serdadu Rusia. "Tindakan pelecehan seksual di masa perang sering kali tetap tersembunyi karena rasa malu, stigma, dan ketakutan. Para penyidik menemukan semua jenis kasus kejahatan perang yakni pemerkosaan, ketelanjangan paksa, penyiksaan seksual," tegasnya.
Yang mengejutkan, lanjutnya, tindakan biadab di luar nalar kemanusiaan itu dilakukan para serdadu Rusia terhadap pria, wanita, dan anak-anak. Secara tegas dapat disimpulkan kejahatan perang itu dilakukan secara sistematis oleh Angkatan Darat Rusia dan di antara para komandan Rusia. Pejabat Rusia telah berulang kali membantah tuduhan pelanggaran hak asasi manusia, meskipun ada banyak bukti dan laporan yang dikumpulkan oleh penyelidik Ukraina dan internasional seperti Komisi Hak Asasi Manusia PBB pada Oktober 2022.
Komisi Hak Asasi Manusia PBB dalam laporannya bahkan menemukan korban pelecehan seksual oleh serdadu Rusia menyasar pada nenek yang berusia lebih dari 80 tahun hingga gadis berusia 4 tahun. Serdadu Rusia bahkan secara keji memaksa keluarga korban menyaksikan pelecehan tersebut. Mengutip temuan Kejaksaan Agung Ukraina, Vasyl menuturkan hingga saat ini terdapat 154 kasus kekerasan seksual yang dilakukan serdadu Rusia, yang dipercaya angka sebenarnya jauh lebih banyak karena belum dilaporkan dan diverifikasi.
Dia menuturkan, di satu desa tak jauh dari tempatnya tinggal di wilayah Kyiv, psikolog pemerintah menemukan satu dari sembilan wanita mengalami kekerasan seksual. Ratusan orang menderita kekerasan seksual dan penyiksaan di tahanan Rusia. Para penyintas pelecehan seksual tersebut sedikit yang mau berbicara di depan umum. Mereka takut akan pembalasan dari pasukan Rusia. Namun ketakutan terbesar mereka ialah stigma dan penilaian dari tetangga dan kenalan yang umumnya merupakan masyarakat religius konservatif.
Selain itu, menurut Vasyl, ada juga ketidakpercayaan yang mendalam terhadap pihak berwenang dalam sistem pasca-Soviet yang jarang berfokus pada kebutuhan korban dan malah sering menyalahkan mereka. Meski demikian, perlahan berkat kesungguhan pemerintah Ukraina, beberapa tempat penampungan wanita di negara itu mulai menerima korban perang. Organisasi bantuan seperti Women for Women International dan Andreev Foundation menyediakan klinik ginekologi keliling dan sesi konseling. Lebih dari 800 perempuan dan anak perempuan telah didampingi secara mental dan fisik sejak invasi Rusia.
Kisah kekejaman Rusia semakin kelam setelah Pemerintah Ukraina menemukan salah satu pusat penyiksaan paling berdarah di Kherson, yang dibuat oleh Rusia selama pendudukan kota. Menurut saksi mata, puluhan orang ditahan termasuk perempuan dan anak-anak. Instrumen penyiksaan keji yang digunakan oleh Rusia ialah masker gas yang menghasilkan efek mencekik serta pemanggang listrik yang menyebabkan luka bakar parah. Bukti kekejaman itu ialah penemuan 31 mayat yang dikubur di dekat ruang penyiksaan tersebut. (OL-14)
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Kremlin sebut Uni Eropa inkompeten dan tolak dialog dengan Kaja Kallas terkait perang Ukraina. Moskow pilih jalur komunikasi langsung dengan AS tanpa melibatkan UE.
Perundingan damai Ukraina-Rusia di Abu Dhabi, Emirat Arab, berakhir tanpa kesepakatan di tengah serangan masif rudal Rusia ke Kyiv yang memutus listrik 1,2 juta rumah warga.
Amerika Serikat menilai Rusia dan Ukraina mencatat kemajuan penting setelah sepakat melanjutkan perundingan damai langsung di Abu Dhabi, meski konflik dan perbedaan utama masih membayangi.
Serangan besar Rusia menghantam Kyiv dan Kharkiv, menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya 23 lainnya. Serangan drone dan rudal terjadi di tengah upaya diplomasi damai.
Jet tempur Jepang cegat pengebom nuklir Rusia Tu-95MS di Laut Jepang. Ketegangan meningkat di tengah sengketa Kepulauan Kuril dan penguatan aliansi militer AS-Jepang.
Serangan drone Rusia menghantam kereta penumpang di Kharkiv, menewaskan sedikitnya 4 orang. Zelensky sebut serangan sipil ini murni aksi terorisme.
PM Keir Starmer dan Presiden Macron menandatangani kesepakatan penempatan pasukan dan pembangunan pusat militer di Ukraina pasca-gencatan senjata dengan Rusia.
Ketegangan baru pecah setelah Rusia menuduh Ukraina menyerang kediaman Putin dengan 91 drone. Zelensky membantah dan sebut Moskow ingin sabotase perdamaian.
Utusan AS Steve Witkoff bertemu dengan perwakilan Rusia dan Ukraina di Florida guna mematangkan 20 poin rencana damai Donald Trump untuk mengakhiri perang.
Pemimpin Uni Eropa berkumpul di Brussels untuk memutuskan penggunaan aset Rusia yang dibekukan guna mendanai Ukraina. Simak rincian rencana dan tantangan hukumnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkap AS mengusulkan penarikan Ukraina dari sebagian Donetsk dan pembentukan zona ekonomi khusus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved