Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, menilai tiga dasawarsa hubungan diplomatik Indonesia dan Ukraina selalu mesra. Ini karena diawali hubungan kesejarahan yang berlanjut pada saling kepercayaan menjalin kerja sama di antara kedua negara.
"Jakarta mencatat peran bangsa Ukraina dalam memperjuangkan kedaulatan Indonesia di fora internasional. Hal ini alasan kuat bagi Jakarta untuk langsung mengakui kemerdekaan Ukraina dari Moskow pada 28 Desember 1991," tutur Vasyl yang tengah mudik ke Kiev dalam keterangan tertulis, Rabu (28/12).
Pascamenyatakan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Republik Indonesia menggantungkan nasib kemerdekaannya pada sidang PBB sehingga Perdana Menteri Sutan Sjahrir bersurat ke Majelis Umum PBB meminta agar masalah Indonesia dibicarakan dalam sidang Dewan Keamanan. Tanpa diduga, perwakilan Ukraina, yang saat itu masih bernama Republik Soviet Sosialis Ukraina, Dmitry Manuilsky, mengajukan persoalan Indonesia kepada Dewan Keamanan yang bersidang di London sehingga sengketa Indonesia dan Belanda menjadi sengketa internasional sepenuhnya.
"Ini fakta sejarah. Sahabat saya, Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno, melalui akun Twitter pribadinya mengunggah foto tua dari biro foto IPHHOS menunjukkan sejumlah anak-anak Indonesia berpakaian seadanya berbaris di jalan membawa poster bertuliskan, 'Terima kasih Ukraina'. Ukraina! Bukan Uni Soviet alias Rusia ya!" tutur diplomat bergelar Doktor Ilmu Sejarah itu.
Faktor kesejarahan ini sangatlah kental sehingga Presiden Soeharto langsung menerima usulan Menlu Ali Alatas agar kedua negara meresmikan hubungan diplomatik pada 11 Juni 1992. Saat itu Kiev yang dipimpin oleh Leonid Kravchuk, presiden pertama Ukraina, mempercayakan komunikasi dengan Jakarta pada Igor Lytvyn yang sejak 1992 merupakan Kepala Divisi, Kepala Departemen Asia dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Ukraina.
Igor Lytvyn bekerja sangat keras mempersiapkan beberapa kunjungan diplomatik ke Indonesia di 1996 antara lain Menlu Hennadiy Yosypovych Udovenko, Presiden Leonid Danylovych Kuchma, dan Menhan Valeriy Shmarov. Untuk kerja keras tersebut, Igor Lytvyn dipercaya menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Ukraina di Indonesia. Penugasan yang berat karena pada periode 1997 hingga 1999, kondisi Jakarta tidaklah stabil.
Kondisi itu membuat Ukraina harus menata ulang misi diplomasinya di Jakarta yang sejak 1999 hingga 2004 ditangani Komisaris Dagang Nikshich Serhiy Arkadiyovych (1999-2004) dan Kravchenko Valery Ilarionovich (2004). Pada 2004, Kiev mengangkat Primachenko Vadym Viktorovych sebagai Duta Besar bagi Indonesia tetapi berkantor di Ukraina. Pada 2011-2012, Sirenko Oleksandr Oleksiiovych diangkat sebagai Penasihat dan Komisaris Dagang.
Menurut Vasyl, meski demikian hubungan kedua negara tidaklah renggang. Pada 2006 ketika Gunung Merapi di Yogyakarta batuk dan menyebabkan gempa besar, Ukraina dari kejauhan mengirimkan bantuan kemanusiaan. Pada 28 Januari 2010 dilakukan pertemuan Menlu Petro Poroshenko dengan Menlu Marty Natalegawa dalam rangka Konferensi Internasional terkait Afghanistan di London yang hasilnya mempererat kerja sama kedua negara. "Pertemuan itu membuat misi diplomasi kita di Jakarta kembali meningkat dan atas restu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pada 29 Februari 2012 diangkatlah Dubes Pakhil Volodymyr Oleksandrovych," tuturnya.
Sejak 2012, menurut Vasyl, hubungan Kiev dan Jakarta menjadi semakin mesra. Indonesia bahkan secara tegas mendukung Ukraina saat wilayah mereka diserang Rusia pada 2014. Bantuan kemanusiaan juga dikirimkan Jakarta ke Kiev.
Hubungan ini semakin mendalam karena Menlu Petro Poroshenko kemudian menjadi Presiden Ukraina dan menyempatkan diri mengunjungi Presiden Joko Widodo pada 2016. Kunjungan yang dibalas Presiden Jokowi di tengah konflik pada 2022. "Gaya komunikasi para pemimpin Indonesia sangatlah unik karena selalu berusaha menghindari konfrontasi secara langsung. Namun, hal itu tak menghalangi upaya konsisten Indonesia menjaga hubungan pertemanan dengan Ukraina selama tiga dasawarsa ini. Terima kasih Indonesia," pungkas Vasyl. (OL-14)
PEMERINTAH Indonesia dan Inggris memperkuat kerja sama investasi di sektor maritim melalui pembangunan ribuan kapal nelayan dan pengembangan kampung nelayan.
PRESIDEN Prabowo Subianto berharap setelah Indonesia resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace), perdamaian akan tercapai. Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza
INDONESIA resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza. Kemlu RImenjelaskan tujuan keanggotaan Indonesia mendorong dihentikannya kekerasan dan perlidungan Palestina
Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkapkan Indonesia tengah mempertimbangkan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Presiden Donald Trump membentuk Board of Peace untuk perdamaian Gaza. Indonesia, Saudi, hingga Turki resmi bergabung, sementara Putin masih mempertimbangkan.
LANGKAH impresif ditunjukkan para penggawa bulu tangkis tuan rumah dalam ajang BWF Super 500 Indonesia Masters 2026. Sebanyak 16 wakil Indonesia dipastikan melangkah ke babak kedua
Bonnie Triyana meresmikan pameran revolusi di Jakarta yang menghadirkan narasi baru sejarah kemerdekaan lewat karya seni dan perspektif kemanusiaan.
DI tengah pesatnya transformasi digital saat ini, pergeseran juga terjadi di ruang narasi sejarah. Kondisi tersebut membuat narasi sejarah bertransformasi di ruang digital.
Sutradara Aldo Swastia menyebut tidak ada patokan pasti dalam menentukan batas antara fakta dan fiksi yang harus dikembangkan terutama dalam film bertema sejarah atau kepahlawanan.
Penilaian terhadap Pak Harto harus dilakukan dengan pendekatan akademik yang berimbang,
Di 2020, Sumardiansyah menolak keras kebijakan Kemendikbudristek yang ingin menjadikan sejarah sebagai mata pelajaran pilihan di SMA dan menghapuskannya di SMK.
Koleksi bersejarah ini terdiri dari sekitar 28.000 artefak fosil yang ditemukan Eugène Dubois di Trinil pada 1891–1892.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved