Sabtu 12 November 2022, 21:22 WIB

KTT G20 Bali, Joe Biden dan Xi Jinping Diharap Bisa Inisiasi Sejumlah Persoalan Global

mediaindonesia.com | Internasional
KTT G20 Bali, Joe Biden dan Xi Jinping Diharap Bisa Inisiasi Sejumlah Persoalan Global

Ist
Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat melakukan pertemuan.

 

TINGGAL menghitung hari puncak kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 akan dilaksanakan di Bali, yakni pada 15-16 November 2022 mendatang.

Sebelum kegiatan inti tersebut, setahun belakangan ini telah banyak dilakukan rangkaian kegiatan pertemuan-pertemuan pendahulu.  

Penyelenggaraan rangkaian kegiatan KTT G20, telah membawa dampak langsung sekaligus membawa peluang besar bagi Indonesia.

Dalam perhelatan KTT G20, Presiden Joko Widodo memastikan sebanyak 17 kepala negara akan hadir dalam acara tersebut.

Sebanyak 17 kepala negara yang hadir, di antaranya Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Hadirnya Presiden AS Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, menurut Prof. Dr. Muhammad Azhar, dunia berharap kedua negara adidaya tersebut dapat menginisiasi sejumlah persoalan.

Baca juga: Presiden Joko Widodo Lakukan Pertemuan Bilateral Dengan Sekjen PBB

Persoalan tersebut di antaranya global peace, mendamaikan Rusia-Ukraina, bekerja sama untuk ketahanan pangan global terutama di negara-negara miskin dan sama-sama membantu mengurangi polusi udara global untuk perbaikan climate change.

“Kehadiran kedua pemimpin negara, Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping di perhelatan KTT G20, sebuah penghormatan bagi kita bangsa Indonesia. Ini perhelatan dunia, dimana Indonesia memiliki peran penting sebagai negara yang berpengaruh,” kata Prof. Muhammad Azhar, Sabtu (12/11)

“Dunia berharap Joe Biden dan Xi Jinping bisa menginisiasi sejumlah persoalan global seperti global peace, mendamaikan Rusia-Ukraina, bekerjasama untuk ketahanan pangan global terutama di negara-negara miskin dan sama-sama membantu mengurangi polusi udara global untuk perbaikan climate change,” ujarnya.

Muhammad Azhar juga mungungkapkan, agar NATO lebih dipriorientasikan pada ketahanan pangan global, ketersediaan sumber energi yang ramah lingkungan. Bukan semata mata ketahanan militeristik.

Tak kalah penting, kata Muhammad Azhar, kedua negara perlu membangun kerja sama pengembangan sains yang berorientasi kemanusiaan, misalnya penyediaan vaksin dan obatnya yang murah bagi negara miskin. (RO/OL-09)

Baca Juga

AFP/SPENCER PLATT

Gelombang PHK Menghantui AS

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 07 Desember 2022, 13:30 WIB
Bank of America Corp pun juga mulai memperlambat proses perekrutan. Morgan Stanley saat ini diperkirakan akan mulai memangkas tenaga...
AFP/HECTOR RETAMAL

Taiwan Bantah Dalangi Protes di Tiongkok

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 07 Desember 2022, 13:20 WIB
"Kebebasan berekspresi, kebebasan berbicara adalah hak dasar, dan kami tentu berharap pemerintah Tiongkok akan memperhatikan hak dasar...
AFP/AL JAZEERA

Al Jazeera Bawa Kasus Pembunuhan Abu Akleh ke ICC

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 07 Desember 2022, 10:15 WIB
Israel pun menegaskan tidak akan bekerja sama dengan penyelidikan apa pun terkait kematian Abu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya