Sabtu 12 November 2022, 18:19 WIB

Anggota Polisi Itaewon Bunuh Diri

Cahya Mulyana | Internasional
Anggota Polisi Itaewon Bunuh Diri

KANG Jin-kyu / AFP
Ungkapan duku untuk tragedi berdarah di Itaewon.

 

SEORANG anggota kepolisian Yongsan, yang bertugas saat tragedi Itaewon ditemukan tewas di rumahnya di Seoul, Korea Selatan, pada Jumat (11/11). Ia diduga bunuh diri usai dikaitkan dengan tragedi Itaewon.

Anggota polisi dengan marga Jeong itu ditemukan meninggal dunia oleh keluarganya sekitar pukul 12.45 waktu setempat. Jeong menjadi perhatian karena ia merupakan anggota polisi yang diduga mengemban tanggung jawab atas urusan intelijen di Kantor Polisi Yongsan saat tragedi Itaewon terjadi Sabtu (29/10) lalu.

Jeong diduga menghapus laporan intelijen internal yang memberikan peringatan terkait kemungkinan terjadi kecelakaan saat pesta Halloween berlangsung di Itaewon. Jeong diduga menghilangkan bukti untuk menutupi ketidakbecusan dia saat menerima laporan.

Ia juga diduga menyalahgunakan wewenang setelah insiden tersebut. Dia pun diskors dari tugas dan memutuskan berlibur sejak penyelidikan tragedi itu digelar dan sempat diminta keterangan.

Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian Jeong. Pihak berwenang tak menemukan catatan bunuh diri.

Namun, Jeong sempat dikabarkan menelepon beberapa rekannya. Dalam perbincangan itu, Jeong mengisyaratkan keinginan untuk bunuh diri.

Korea Selatan terus menyelidiki tragedi Itaewon, termasuk terkait dugaan penghapusan dokumen pelaporan soal kerumunan di pesta Halloween tersebut. Pada Senin (7/11), seorang anggota parlemen sempat mengecam tersangka penghapusan dokumen laporan dan mendesak agar para tersangka segera ditangkap dan dihukum.

Dugaan ini terungkap ketika Komisaris Jenderal Polisi Nasional, Yoon Hee Keun, mengatakan bahwa kepala intelijen di stasiun Yongsan memerintahkan agar catatan terkait laporan keramaian dihapus.

Tragedi Itaewon terjadi pada 29 Oktober lalu. Insiden ini membuat warga geram terhadap polisi yang dianggap tak sigap menangani kerumunan sehingga mengakibatkan 156 orang meninggal dunia.

Pemerintah Seoul juga panen kecaman karena tak memiliki skema manajemen risiko terkait kerumunan besar yang tak terorganisir. (Ant/OL-4)

Baca Juga

NICOLAS ASFOURI / AFP

Tiongkok Longgarkan Pembatasan dalam Pergeseran Kebijakan Covid-19

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 04 Desember 2022, 18:30 WIB
Penduduk tidak perlu lagi menunjukkan bahwa mereka telah dites negatif untuk tes Covid untuk memasuki kereta bawah tanah, bus, dan...
AFP

Pesawat Tempur Israel Serang Gaza saat UE Serukan Pertanggungjawaban

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 04 Desember 2022, 16:00 WIB
Kementerian luar negeri Palestina mengecam penembakan Mufleh sama saja dengan eksekusi, dan para aktivis Palestina serta pengguna media...
AFP

Iran Sebut Lebih dari 200 Orang Tewas dalam Pertarungan yang Berlanjut

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 04 Desember 2022, 15:00 WIB
Dewan keamanan negara dari kementerian dalam negeri Iran memberikan korban tewas pertama yang dikatakan sebagai akibat dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya