Rabu 09 November 2022, 09:31 WIB

Rusia dan AS Segera Bahas Pengurangan Jumlah Senjata Nuklir

Cahya Mulyana | Internasional
Rusia dan AS Segera Bahas Pengurangan Jumlah Senjata Nuklir

FOTO/Federation of America Scientists
Sembilan negara yang memiliki senjata nuklir besar di dunia.

 

AMERIKA Serikat (AS) dan Rusia akan segera bertemu dan membahas perjanjian pengurangan senjata nuklir New START (Strategic Arms Reduction Treaty) . Kedua pihak kemungkinan akan bertemu di Kairo, Mesir.

"Komisi konsultatif bilateral (BCC), mekanisme pelaksanaan perjanjian pengendalian senjata terakhir yang tersisa antara dua kekuatan nuklir terbesar dunia, akan bertemu dalam waktu dekat," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price.

Rusia menangguhkan kerja sama dengan AS karena enggan dilakukan inspeksi sesuai perintah perjanjian itu. Moskow menyalahkan sanksi oleh Washington invasi Moskow ke Ukraina.

Namun Rusia menyatakan masih berkomitmen untuk mematuhi ketentuan perjanjian itu.

“Kami telah menjelaskan kepada Rusia bahwa tindakan yang diberlakukan sebagai akibat dari perang tanpa alasan Rusia melawan Ukraina tidak mencegah inspektur Rusia melakukan inspeksi Perjanjian START Baru di Amerika Serikat. Jadi kami berharap pertemuan BCC akan memungkinkan kami untuk lanjutkan dengan inspeksi itu," kata Price.

Baca juga: Meresahkan, Korea Utara Kembali Tembakkan Rudal

New START, yang mulai berlaku pada tahun 2011, membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dapat dikerahkan AS dan Rusia, dan pengerahan rudal dan pembom berbasis darat dan kapal selam untuk mengirimkannya.

BCC, yang dimaksudkan untuk bertemu dua kali setahun, terakhir bertemu pada Oktober 2021, tak lama sebelum Rusia mulai memindahkan pasukan ke perbatasannya dengan Ukraina. Price mengatakan Washington mengharapkan sesi dialog yang konstruktif.

Tetapi AS tidak menentukan tanggal atau lokasi pertemuan itu. Seseorang yang mengetahui masalah tersebut yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan pertemuan BCC diperkirakan akan diadakan di Kairo.

“Kami realistis tentang dialog apa yang dapat dilakukan antara AS dan Rusia dan apa yang dapat dicapainya. Kami telah fokus pada pengurangan risiko dalam percakapan ini, tetapi kami sangat sengaja memastikan bahwa kemampuan kedua negara kami untuk menyampaikan pesan bolak-balik dan untuk terlibat dalam dialog tidak - tidak - berhenti berkembang," jelas Price.

Surat kabar Rusia, Kommersant melaporkan bahwa pembicaraan yang dilanjutkan dapat berlangsung di Timur Tengah. Rusia enggan berdialog dengan AS untuk membahas nuklir di tempat biasa yakni Swiss karena kurang netral.

Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan telah terlibat dalam pembicaraan rahasia dengan pejabat senior Rusia yang bertujuan untuk menurunkan risiko perang yang lebih luas atas situasi di Ukraina. (BBC/Cah/OL-09)

Baca Juga

UGC / AFP

Iran Eksekusi Mati Seorang Demonstran Mahsa Amini

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 08 Desember 2022, 18:40 WIB
Menurut dia eksekusi ini harus memiliki konsekuensi bagi Iran yang setimpal dari masyarakat dunia. Kantor berita Iran Mizan melaporkan...
AFP/Kirill KUDRYAVTSEV

Gubernur Texas Larang Pegawai Pemerintah Main TikTok

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 08 Desember 2022, 11:00 WIB
“TikTok memanen sejumlah besar data dari perangkat penggunanya, termasuk kapan, di mana, dan bagaimana mereka melakukan aktivitas...
AFP

Putin: Rusia Enggan Pakai Senjata Nuklir, kecuali Terdesak

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 08 Desember 2022, 10:50 WIB
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin mengatakan ancaman perang nuklir meningkat. Tetapi dia menegaskan Moskow belum gila sehingga enggan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya