Senin 07 November 2022, 15:14 WIB

Presiden Korsel Minta Maaf Atas Tragedi Itaewon

Cahya Mulyana | Internasional
Presiden Korsel Minta Maaf Atas Tragedi Itaewon

YONHAP / AFP
Presiden Korsel Yoon Suk-yeol

 

PRESIDEN Korea Selatan (Korsel), Yoon Suk-yeol menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa pesta Halloween di Itaewon. Dia juga berjanji untuk meminta pertanggungjawaban pejabat pihak yang paling bertanggung jawab.

Insiden pada itu 29 Oktober menewaskan 156 orang, sebagian besar berusia 20-30 tahun. Kejadian itu juga melukai 197 lainnya ketika orang-orang yang bersuka ria membanjiri gang-gang sempit distrik kehidupan malam populer Itaewon untuk merayakan perayaan Halloween di masa bebas pembatasan covid-19 pertama dalam tiga tahun.

"Saya tidak berani membandingkan diri saya dengan orang tua yang kehilangan putra dan putri mereka, tetapi sebagai presiden yang seharusnya melindungi kehidupan dan keselamatan rakyat, saya sedih," kata Yoon.

Ia menyampaikan pesan permintaaan maaf itu kepada keluarga korban tewas dan luka-luka. "Saya meminta maaf kepada keluarga yang berduka yang menderita tragedi yang tak terkatakan, dan kepada orang-orang yang berbagi rasa sakit dan kesedihan,” imbuhnya.

Polisi telah menghadapi kritik dan pengawasan publik yang ketat atas tanggapannya selama tragedi itu, setelah mengirim hanya 137 petugas ke daerah itu meskipun memperkirakan sebelumnya sebanyak 100ribu orang akan berkumpul.

Pekan lalu, transkrip dari beberapa panggilan darurat mengungkapkan beberapa orang-orang telah memperingatkan potensi bencana dan mendesak intervensi pihak keamanan.

Baca juga: Minta Maaf dan Tanggung Jawab

Yoon awalnya menganggap penanganan pihak berwenang yang buruk karena kekurangan dalam manajemen kerumunan dan peraturan keselamatan negara itu. Menyusul laporan transkrip panggilan, dia menegur polisi dan meminta maaf kepada para korban dan khalayak yang lebih luas.

Pada pertemuan keselamatan hari Senin, dia berjanji untuk merombak sistem manajemen keselamatan nasional, melakukan penyelidikan menyeluruh dan membawa mereka yang bertanggung jawab atas kegagalan tersebut.

"Secara khusus, reformasi ekstensif diperlukan dalam pekerjaan polisi, yang penting untuk mempersiapkan bahaya dan mencegah kecelakaan, untuk melindungi keselamatan rakyat," pungkas Yoon. (AFP/OL-4)

Baca Juga

AFP

Gedung Putih Kecam Donald Trump yang Bertemu Supremasi Kulit Putih

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 27 November 2022, 14:16 WIB
Dalam agenda makan malam yang berlangsung di Mar-a-Lago, Donald Trump diketahui turut mengundang Kanye West, yang belakangan tergabung...
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Indonesia Siap Nahkodai ASEAN Maju dan Damai

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 26 November 2022, 13:41 WIB
"Indonesia menginginkan agar ASEAN tetap penting dan relevan. Indonesia juga ingin kawasan Asia Tenggara tetap menjadi pusat...
AFP/YURIY DYACHYSHYN

Ukraina Keluhkan Krisis Energi

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 26 November 2022, 10:43 WIB
"Sampai malam ini, pemadaman listrik berlanjut di sebagian besar wilayah (Ukraina) dan di Kyiv. Secara total, lebih dari enam juta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya