Kamis 27 Oktober 2022, 16:26 WIB

Kemlu Tegaskan Pulau Pasir Tak Masuk NKRI

Cahya Mulyana | Internasional
Kemlu Tegaskan Pulau Pasir Tak Masuk NKRI

Dok/Fansshare.com
Kepulauan Ashmore atau pulau pasir

 

KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia menegaskan bahwa Pulau Pasir milik Australia. Landasannya mengacu pada peta dan hukum internasional.

"Jadi wilayah NKRI berdasarkan hukum internasional yang kita sebut 'asas uti possidetis juris' adalah bekas wilayah Hindia Belanda. Dalam konteks ini Pulau Pasir atau Ashmore tidak pernah menjadi bagian dari wilayah Hindia Belanda," jelas Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional L Amrih Jinangkung saat memberikan keterangan resmi, Jakarta, Kamis (27/10).

Menurut dia saat era kolonial, pemerintah Hindia Belanda tidak pernah mengklaim pulau yang dikuasai Inggris tersebut. Pulau Pasir juga tidak pernah masuk dalam peta NKRI pada 1957, 1960, hingga saat ini.

Karena itu, tegas Amrih, Indonesia memang tidak pernah memiliki atau mengklaim kepemilikan Pulau Pasir. "Jadi dalam konteks ini, memang Indonesia tidak pernah memiliki atau tidak punya klaim terhadap Pulau Pasir atau Ashmore," paparnya.

Baca juga: PBB Kecam Malaysia dan Tindakan Junta Myanmar

Amrih melanjutkan Pulau Pasir tidak asing bagi masyarakat Indonesia dan khususnya NTT karena lebih dekat ke Indonesia. Guna mengantisipasi kontroversi dan lainnya, Indonesia dengan Australia telah membuat nota kesepahaman.

Secara umum, kata dia, nota itu memberikan ruang bagi pelaut dari Indonesia berlabuh dan mencari ikan di seputar kawasan pulau tersebut. Kesepahaman itu dibuat pada 1974 kemudian diperbaharui disempurnakan pada 1981 dan 1989.

"Itu dikenal dengan MoU box yang mengatur hak nelayan tradisional NTT untuk melakukan kegiatan atau melaksanakan fishing rights di perairan Ashmore dan gugusan pulau-pulau lain di wilayah itu," ungkapnya.

Sebagai informasi, Australia merupakan negara yang pernah diduduki Inggris pada masa kolonial.

Pulau Pasir merupakan kepemilikan Inggris berdasarkan Ashmore and Cartier Acceptance Act pada 1933 dan dimasukkan ke dalam wilayah administrasi Negara Bagian Australia Barat pada tahun 1942.

Berdasarkan hukum internasional, wilayah NKRI hanya sebatas wilayah bekas Hindia Belanda. Sementara Pulau Pasir tidak pernah menjadi bagian dari Hindia Belanda. (OL-4)

Baca Juga

AFP

Iran Sebut Lebih dari 200 Orang Tewas dalam Pertarungan yang Berlanjut

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 04 Desember 2022, 15:00 WIB
Dewan keamanan negara dari kementerian dalam negeri Iran memberikan korban tewas pertama yang dikatakan sebagai akibat dari...
AFP/Joe Raedle

Intelijen AS Perkirakan Laju Perang Ukraina Lebih Lambat dan Terus Berlanjut

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 04 Desember 2022, 14:25 WIB
Meskipun serangan melumpuhkan Moskow pada jaringan listrik Ukraina, kata seorang pejabat intelijen senior...
Ist/Wikipedia

Inggris dan Yunani Bahas Soal Pahatan Patung Klasik 'Parthenon Marbles' 

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 04 Desember 2022, 13:38 WIB
Parthenon Marbles atau Elgin Marbles adalah kumpulan pahatan marmer Yunani Klasik yang dibuat di bawah pengawasan arsitek dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya