Rabu 05 Oktober 2022, 01:08 WIB

Aliran Listrik Di 80% Wilayah Bangladesh Padam

Widhoroso | Internasional
Aliran Listrik Di 80% Wilayah Bangladesh Padam

AFP/Munir uz zaman
Pemandangan Ibukota Bangladesh, Dhaka setelah pasokan listrik terputus, Selasa (4/10).

 

LEBIH dari 80 persen wilayah di Bangladesh, termasuk ibukota Dhaka, mengalami listrik padam, pada Selasa (4/10). Sedikitnya, 130 juta orang di Bangladesh terkena dampak terhentinya pasokan listrik tersebut.

Ini merupakan pemadaman listrik terbesar yang terjadi di Bangladesh. Terakhir kali, Bangladesh mengalami pemadaman listrik besar yang tidak terjadwal pada November 2014 ketika sekitar 70 persen listrik di negara itu mati selama hampir 10 jam.

Bangladesh telah mengalami krisis listrik besar dalam beberapa bulan terakhir sebagai akibat naiknya dari harga bahan bakar di dunia menyusul invasi Rusia ke Ukraina. Pihak berwenang di Bangladesh telah memberlakukan pemutusan layanan reguler untuk menghemat listrik.

Namun masih belum jelas apa yang menyebabkan pemadaman tak terjadwal yang terjadi Selasa (4/10). "Beberapa lokasi di barat laut Bangladesh tidak terdampak terhentinya pasokan listri ini," jelas juru bicara Dewan Pengembangan Listrik, Shamim Ahsan.

Ia mengatakan 130 juta orang atau lebih di Bangladesh tanpa listrik dan masih belum jelas apa yang menyebabkan gangguan tersebut. "Masih dalam penyelidikan," katanya, seraya menambahkan bahwa kemungkinan penyebabnya adalah kerusakan teknis.

Menteri teknologi junior Zunaid Palak mengatakan di Facebook bahwa listrik akan dipulihkan pada pukul 8 malam di ibu kota Dhaka, yang merupakan rumah bagi lebih dari 22 juta orang.

Krisis energi

Melonjaknya harga bahan bakar menimbulkan malapetaka pada jaringan listrik di negara Asia Selatan itu dalam beberapa bulan terakhir. Bangladesh telah berusaha untuk mendapatkan cukup solar dan gas untuk memenuhi permintaan.

Mata uang yang terdepresiasi dan cadangan devisa yang semakin menipis membuat Bangladesh tidak dapat mengimpor bahan bakar fosil yang cukup. Hal ini memaksa Bangladesh menutup pembangkit listrik diesel dan membiarkan beberapa pembangkit listrik tenaga gas menganggur.

Pemerintah memberlakukan pemadaman listrik yang panjang untuk menghemat stok yang ada pada Juli dengan pemadaman berlangsung hingga 13 jam setiap hari. Pemerintah telah meminta untuk membatasi penggunaan AC untuk mengurangi tekanan pada jaringan listrik.

Pemadaman itu memicu kemarahan publik yang meluas dan membantu memobilisasi demonstrasi besar-besaran di jalan-jalan ibu kota Dhaka. Setidaknya tiga pengunjuk rasa tewas oleh pasukan keamanan selama demonstrasi dan ratusan lainnya terluka. (AFP/OL-15)

 

Baca Juga

ANTARA

Indonesia Ajak Negara-Negara Kepulauan Di Pasifik Pulihkan Perekonomian

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 06 Desember 2022, 22:37 WIB
MENTERI Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengajak negara-negara kepulauan di Pasifik untuk memperkuat...
Dok. Pribadi

Indonesianis Werner Weiglein Rencana Dirikan Pusat Indonesia untuk Eropa di Jerman

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 06 Desember 2022, 22:36 WIB
Werner yang adalah juga pendiri PT Indonesia Jerman Bersatu dan Papua Explorer Wisata tersebut sebelumnya sudah mendirikan Museum Papua dan...
Dok MI

Pertama! Rusia dan Ukraina akan Bertemu di Bali

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 06 Desember 2022, 19:30 WIB
Dua negara yang tengah berkonflik, Rusia dan Ukraina, untuk pertama kali sejak 24 Februari akan bertatap muka di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya