Kamis 01 September 2022, 16:43 WIB

Saudi Selidiki Video Viral Petugas Pukuli Perempuan Panti Asuhan

Mediaindonesia.com | Internasional
Saudi Selidiki Video Viral Petugas Pukuli Perempuan Panti Asuhan

AFP/Giuseppe Cacace.
Seorang wanita bercadar berjalan di Kota Tua Jeddah, yang dikenal sebagai al-Balad, di pantai Laut Merah Arab Saudi.

 

PEJABAT Arab Saudi meluncurkan penyelidikan setelah rekaman beredar di media sosial yang menunjukkan pasukan keamanan memukuli gadis-gadis di panti asuhan. Pemerintah provinsi selatan Asir mengatakan dalam pernyataan Rabu (31/8) pagi bahwa pihaknya akan membentuk komite untuk menyelidiki insiden itu tanpa memberikan rincian.

Klip video yang dibagikan secara luas di media sosial menunjukkan polisi berseragam dan petugas berpakaian preman melakukan sesuatu yang tampak seperti penggerebekan panti asuhan di kota Khamis Mushait. Petugas menyeret seorang gadis di tanah sebelum memborgolnya dan memukulinya dengan ikat pinggang.

Gadis lain diborgol di kakinya sebelum dicambuk. Klip itu di-posting di Twitter pada Selasa (30/8) malam dan telah dilihat hampir satu juta kali pada Rabu sore. 

Unggahan asli berasal dari pengguna Twitter yang mengaku tinggal di panti asuhan. Namun ini tidak dapat dikonfirmasi dan pesan yang dikirim oleh AFP ke akun tersebut pada Rabu tidak dijawab.

Panti Asuhan di Arab Saudi diawasi oleh Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial. Pejabat Saudi tidak segera menanggapi permintaan informasi tambahan tentang insiden tersebut. AFP tidak dapat memverifikasi video secara independen.

Baca juga: Saudi Sita 700 Juta Pil Narkotika lewat Impor Buah Libanon

Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa de facto kerajaan, telah mendapatkan beberapa pujian karena memperluas hak-hak perempuan, terutama dengan memungkinkan perempuan untuk mengemudi dan melonggarkan hukum yang disebut aturan perwalian.

Reformasi semacam itu, bagaimanapun, telah disertai dengan tindakan keras terhadap aktivis hak-hak perempuan, bagian dari kampanye yang lebih luas melawan perbedaan pendapat. Partai Majelis Nasional, partai oposisi Saudi yang terdiri dari para pembangkang yang diasingkan di Inggris, AS, dan tempat lain, pada Rabu bergabung dengan protes online atas klip tersebut. 

Partai itu mengatakan di Twitter bahwa pihaknya mengutuk serangan ganas itu dan menyerukan penyelidikan. Partai itu mengatakan, "Menuntut perlindungan anak perempuan di tempat penampungan dan panti asuhan agar mereka dapat menggunakan hak-hak dasar mereka." (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Ricardo ARDUENGO

Korban Tewas Badai Ian 54 Orang dan Bawa Kapal ke Parkir Mobil

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 19:02 WIB
Jembatan ke Pulau Pine, pulau penghalang terbesar di lepas Pantai Teluk Florida hancur oleh badai sehingga hanya dapat diakses dengan...
AFP

Inggris Sampaikan Belasungkawa atas Tragedi Kanjuruhan

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 16:06 WIB
Tingginya angka kematian dalam tragedi ini, disebut-sebut sebagai yang terburuk dalam sejarah sepak bola Indonesia, menyita perhatian...
AFP

Badai Ian Hempaskan 31 Nyawa

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 14:15 WIB
Kekuatan badai ini telah melemah dan level menjadu topan pasca-tropis yang bergerak melintasi Carolina Utara tengah pada Sabtu (1/10)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya