Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Viral Video Warga Dimintai Uang oleh Kodim saat Bencana, TNI: Tidak Benar

Rahmatul Fajri
03/12/2025 13:16
Viral Video Warga Dimintai Uang oleh Kodim saat Bencana, TNI: Tidak Benar
KAPUSPEN TNI Mayjen Freddy Ardianzah.(Dok. Antara)

KAPUSPEN TNI Mayjen Freddy Ardianzah merespons beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang pria mengaku dimintai uang oleh prajurit TNI saat meminjam mobil kavaleri untuk mengantar logistik ketika banjir Sumatra.

Freddy membantah jika ada prajurit yang melakukan pungutan liar (pungli) ke pria tersebut. Ia mengatakan pria yang ada di video itu pun telah meminta maaf telah menyebarkan narasi yang tidak benar.

"Yang bersangkutan sudah konfirmasi dan minta maaf ya, bahwa itu tidak benar," kata Freddy saat dihubungi, Rabu (3/12).

Freddy menjelaskan TNI selalu merespons setiap pengaduan dan keluhan masyarakat. Namun, ia meminta agar aduan itu juga disertai bukti dan keterangan untuk ditindaklanjuti. 

Freddy menegaskan prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

"Di tengah masa sulit ini saya harap tidak ada tindakan-tindakan provokatif dan disinformasi dari pihak-pihak tertentu. Termasuk di internal TNI, kami tidak berharap ada pelanggaran dan tindakan yang menyimpang dari ketentuan," tuturnya.

Freddy lalu memberi video berisi klarifikasi pria yang mengaku terkena pungli itu bersama kedua orang tuanya. Dalam rekaman tersebut, pria yang diketahui bernama Muhammad Asyaf ini meminta maaf ke institusi TNI.

"Saya ingin mengklarifikasi benar bahwasanya saya mengunggah video pada tanggal 1 hari Senin, mengatakan bahwasanya saya salah berbicara terhadap instansi TNI. Saya ingin meminta maaf setulus nya tanpa paksaan instansi TNI," ujar Asyaf.

Dia menyebut permintaan uang Rp2 juta oleh prajurit Kodim didapatkannya dari grup pada media sosialnya.

"Karena saya terdapat komunikasi di dalam grup saya, di dalam relawan bantuan itu. Jadi saya ingin minta maaf sebesar-besarnya kepada instansi TNI," tuturnya.

Sebelumnya, beredar video dan narasi yang diunggah dari akun Instagram @folkkonoha, pria itu menjelaskan ingin meminta bantuan ke Kodim untuk dipinjamkan mobil kavaleri. Kendaraan itu rencananya digunakan untuk mengantar logistik ke kawasan Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara (Sumut). Namun, pria itu mengatakan oknum TNI di Kodim meminta sejumlah uang jika ingin diberikan fasilitas.

"Nah orang Kodim itu minta Rp2 juta bro. Nego, nego nego, nego bro sama TNI bro," demikian penjelasan pria itu. Dia kemudian meminta bantuan ke anggota dewan. Namun mereka juga turut meminta uang ke pria tersebut.
(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya