Rabu 31 Agustus 2022, 23:08 WIB

Antisipasi Rusia dan Tiongkok, Jepang Naikan Anggaran Belanja Pertahanan

Cahya Mulyana | Internasional
Antisipasi Rusia dan Tiongkok, Jepang Naikan Anggaran Belanja Pertahanan

AFP
Ilustrasi

 

KEMENTERIAN Pertahanan Jepang meminta kenaikan anggaran US$40 miliar dengan dalih untuk meningkatkan kesiapan dalam mengantisipasi ancaman Rusia dan Tiongkok. Alasan lain, gangguan keamanan dari perang di Ukraina.

"Masyarakat internasional menghadapi masa tantangan terberat sejak Perang Dunia II. Tatanan yang ada menghadapi tantangan serius, saat dunia memasuki era krisis baru,” ungkap pernyataan kementerian tersebut.

Kebutuhan itu juga merujuk ancaman keamanan di kawasan Indo-Pasifik dapat terjadi seperti di Eropa. Pemerintah Jepang pun harus mencari 5,59 triliun yen atau US$ 40 miliar untuk belanja pertahanan tahun keuangan 2023.

Angka itu lebih rendah dari tahun lalu 5,48 triliun yen. Namun, diperkirakan realisasi anggaran pertahanan Jepang 2023 akan jauh lebih tinggi dari perencanaan.

Pejabat pertahanan menolak untuk berspekulasi tentang angka pastinya. Tetapi anggota nasionalis partai berkuasa Kishida menginginkan belanja pertahanan mencapai 2% dari PDB dalam waktu lima tahun atau sekitar 10 triliun yen (US$72 miliar).

Itu bisa membuat Jepang menjadi pembelanja militer terbesar ketiga setelah Amerika Serikat dan Tiongkok, menyaingi India dan melampaui Inggris dan Rusia.

Anggaran pertahanan secara tradisional berkisar sekitar 1% dari PDB. Mantan Mayor Jenderal Angkatan Darat Jepang yang sekarang mengajar kebijakan pertahanan di Universitas Nihon, Nozomu Yoshitomi, mengatakan anggaran itu harus ditingkatkan.

Menurut dia sangat wajar untuk Jepang meningkatkan anggaran pertahanannya. "Karena Jepang adalah negara yang rentan sekarang, secara langsung terkena Tiongkok yang kuat," katanya.

Seorang profesor di Institut Teknologi Kanazawa dan pensiunan Wakil Laksamana di Pasukan Bela Diri Maritim Jepang, Toshiyuki Ito, mengatakan sulit bagi pemerintah meningkatkan pengeluaran militer hingga 2% dari PDB.

"Sulit membayangkan itu akan langsung menjadi tambahan lima triliun yen," terangnya

Kishida belum menyampaikan janji untuk meningkatkan anggaran pertahanan hingga 2% dari PDB. Alasannya pendapatan pajak masih rendah, ditambah lagi banyak kebutuhan kementerian lain. (OL-8)

Baca Juga

mediaindonesia.com

Restoran di Tiongkok Terbakar, 17 Tewas

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 02:15 WIB
Salah satu restoran di Kota Changchun, Provinsi Jilin, di wilayah timur laut Tiongkok, Rabu (28/9), terbakar hingga mengakibatkan...
AFP

Buntut Referendum Palsu Rusia, Kanada Siapkan Sanksi Baru

👤Ant 🕔Rabu 28 September 2022, 22:38 WIB
“Wilayah Ukraina akan tetap menjadi milik Ukraina,” kata...
AFP

PBB Kecam Referendum Ilegal oleh Rusia

👤Ant 🕔Rabu 28 September 2022, 22:09 WIB
DiCarlo mengatakan PBB tetap berkomitmen penuh pada kedaulatan, persatuan, kemerdekaan, dan integritas wilayah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya