Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pria Palestina tewas pada Jumat (19/8) oleh pasukan Israel dalam serangan di utara Tepi Barat yang diduduki. Ini dikatakan Kementerian Kesehatan Palestina.
Salah Sawafta, 58, "Meninggal karena luka kritis akibat peluru tajam dari pendudukan (militer Israel) di kepala, di Tubas, pagi ini," kata kementerian itu dalam pernyataan. Militer Israel mengatakan tentara mendapat kecaman selama serangan di kota yang bertujuan menangkap sekelompok teroris yang merencanakan serangan terhadap warga sipil Israel.
Selama operasi, "Orang-orang Palestina bersenjata melepaskan tembakan besar-besaran tanpa pandang bulu." Tentara menanggapi dengan tembakan tepat yang mengenai sejumlah penyerang, katanya dalam pernyataan.
Baca juga: Pasukan Israel Gerebek Kantor Kelompok HAM Palestina yang Dicap Teroris
Penyelidikan awal oleh tentara mengindikasikan tentara tidak menembak ke arah Sawafta, kata sumber militer yang berbicara dengan syarat anonim.
Pernyataan itu bertentangan dengan wali kota Tubas, Hossam Daraghmeh, yang mengatakan seorang tentara Israel menembaki Sawafta saat dia meninggalkan salat Subuh. "Dia meninggalkan masjid dan menuju ke rumahnya mengenakan jubah salat. Ada seorang tentara pendendam yang ditempatkan di suatu bangunan dekat kotamadya yang menembaknya di kepala," katanya kepada AFP.
Baca juga: Pasukan Israel Bunuh Warga Palestina dalam Bentrokan Tepi Barat
Daraghmeh mengatakan Sawafta tidak bersenjata ketika dia dipukul. "Orang ini tidak memiliki batu atau apapun di tangannya," katanya.
Militer Israel mengatakan lima orang ditahan dalam serangan semalam di Tepi Barat. Pada Kamis, seorang warga Palestina berusia 20 tahun dibunuh oleh pasukan Israel dalam bentrokan di kota Nablus, Tepi Barat utara. Israel telah menduduki Tepi Barat sejak Perang Enam Hari tahun 1967, ketika Israel merebut wilayah itu dari Yordania. (OL-14)
Presiden AS Donald Trump tegas menolak rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel. Kebijakan ini memicu kecaman keras dari PBB, Indonesia, hingga negara Arab.
MENTERI Luar Negeri Sugiono menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) merupakan bagian dari komitmen aktif pemerintah untuk mendorong perdamaian di Palestina.
SEKRETARIS Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, mengecam keras serangan militer Israel ke tenda pengungsian di selatan Jalur Gaza yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026).
BADAN pertahanan sipil Gaza melaporkan sedikitnya 32 orang tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam sejumlah lokasi di Jalur Gaza pada Sabtu (31/1).
PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras rangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza, Palestina, yang terus berulang.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) belum menerima informasi soal pembukaan kembali penyeberangan Rafah di perbatasan Gaza-Mesir dan masih berkomunikasi dengan otoritas Israel.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved