Senin 15 Agustus 2022, 18:41 WIB

Iran akan Sampaikan Proposal Pembicaraan Nuklir Final Senin Malam

Mediaindonesia.com | Internasional
Iran akan Sampaikan Proposal Pembicaraan Nuklir Final Senin Malam

AFP/Atta Kenare.
Hossein Amir-Abdollahian.

 

MENTERI Luar Negeri Iran mengatakan Teheran akan menyampaikan proposal final pada Senin (15/8) malam dalam pembicaraan untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015 dengan kekuatan dunia. Ini disampaikan setelah Washington menerima tuntutan utama.

"Pihak Amerika telah secara lisan menerima dua tuntutan," dari Iran, kata Hossein Amir-Abdollahian, seperti dikutip oleh kantor berita negara IRNA, tanpa merinci tuntutan itu. "Kami akan mengirimkan proposal akhir kami secara tertulis pada tengah malam," Senin, tambahnya.

"Jika pendapat kami diterima, kami siap untuk menyimpulkan dan mengumumkan kesepakatan pada pertemuan para menteri luar negeri." IRNA mengatakan pada Jumat bahwa Iran dapat menerima kompromi terakhir yang dilakukan di Wina untuk menyelamatkan kesepakatan penting 2015 yang bertujuan mengekang program nuklir Iran dengan imbalan keringanan sanksi.

Baca juga: Penikam Rushdie Simpatisan Iran

Kesepakatan itu telah hampir mati sejak penarikan 2018 Amerika Serikat di bawah presiden saat itu Donald Trump. Negara-negara besar sedang menunggu tanggapan Teheran terhadap proposal yang diajukan pada 26 Juli oleh kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell.

Seorang diplomat Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan, menurut IRNA, bahwa proposal Uni Eropa dapat diterima asalkan mereka memberikan jaminan kepada Iran di berbagai poin, terkait dengan sanksi dan perlindungan serta masalah yang tertunda dengan Badan Energi Atom Internasional. Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, Iran, dan Rusia, serta Amerika Serikat secara tidak langsung melanjutkan pembicaraan mengenai kesepakatan nuklir pada awal Agustus setelah jeda selama berbulan-bulan.

Baca juga: Iran Berencana Luncurkan Tiga Satelit Buatan Rusia Lagi

Negosiasi yang dikoordinasikan UE itu untuk menghidupkan kembali kesepakatan JCPOA dimulai pada April 2021 sebelum terhenti pada Maret. Uni Eropa mengatakan Selasa lalu bahwa mereka mengharapkan Teheran dan Washington untuk sangat cepat menanggapi teks final yang bertujuan menyelamatkan kesepakatan itu.

Amir-Abdollahian mengatakan bahwa, setelah negosiasi yang panjang, "Yang penting bagi kami ialah verifikasi," bahwa sanksi dicabut dalam praktik. (AFP/OL-14)

Baca Juga

Dok. KBRi Washington D.C

Di Resepsi Diplomatik Perayaan HUT RI ke-77, AS Tegaskan Dukungan Presidensi G20 Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 22:28 WIB
Mewakili Pemerintah AS, Menteri Perdagangan Gina Raimondo hadir sebagai Tamu Kehormatan. Resepsi juga dihadiri oleh tamu-tamu VVIP yaitu...
AFP

Mobilisasi Putin dan Potensi Kejatuhan Politik

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 18:28 WIB
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Putin mengatakan bahwa rancangan itu diperlukan untuk melindungi negara dan integritas...
AFP/Anatolii Stepanov.

Pengamat Puji Kemenlu Insyaf Sikapi Referendum Bodong Rusia

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 17:10 WIB
Indonesia menilai bahwa referendum sepihak tersebut akan semakin menyulitkan penyelesaian konflik melalui perundingan dan mengakibatkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya