Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Iran mengatakan Teheran akan menyampaikan proposal final pada Senin (15/8) malam dalam pembicaraan untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015 dengan kekuatan dunia. Ini disampaikan setelah Washington menerima tuntutan utama.
"Pihak Amerika telah secara lisan menerima dua tuntutan," dari Iran, kata Hossein Amir-Abdollahian, seperti dikutip oleh kantor berita negara IRNA, tanpa merinci tuntutan itu. "Kami akan mengirimkan proposal akhir kami secara tertulis pada tengah malam," Senin, tambahnya.
"Jika pendapat kami diterima, kami siap untuk menyimpulkan dan mengumumkan kesepakatan pada pertemuan para menteri luar negeri." IRNA mengatakan pada Jumat bahwa Iran dapat menerima kompromi terakhir yang dilakukan di Wina untuk menyelamatkan kesepakatan penting 2015 yang bertujuan mengekang program nuklir Iran dengan imbalan keringanan sanksi.
Baca juga: Penikam Rushdie Simpatisan Iran
Kesepakatan itu telah hampir mati sejak penarikan 2018 Amerika Serikat di bawah presiden saat itu Donald Trump. Negara-negara besar sedang menunggu tanggapan Teheran terhadap proposal yang diajukan pada 26 Juli oleh kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell.
Seorang diplomat Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan, menurut IRNA, bahwa proposal Uni Eropa dapat diterima asalkan mereka memberikan jaminan kepada Iran di berbagai poin, terkait dengan sanksi dan perlindungan serta masalah yang tertunda dengan Badan Energi Atom Internasional. Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, Iran, dan Rusia, serta Amerika Serikat secara tidak langsung melanjutkan pembicaraan mengenai kesepakatan nuklir pada awal Agustus setelah jeda selama berbulan-bulan.
Baca juga: Iran Berencana Luncurkan Tiga Satelit Buatan Rusia Lagi
Negosiasi yang dikoordinasikan UE itu untuk menghidupkan kembali kesepakatan JCPOA dimulai pada April 2021 sebelum terhenti pada Maret. Uni Eropa mengatakan Selasa lalu bahwa mereka mengharapkan Teheran dan Washington untuk sangat cepat menanggapi teks final yang bertujuan menyelamatkan kesepakatan itu.
Amir-Abdollahian mengatakan bahwa, setelah negosiasi yang panjang, "Yang penting bagi kami ialah verifikasi," bahwa sanksi dicabut dalam praktik. (AFP/OL-14)
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Pemerintah Tiongkok menyatakan penyesalan atas berakhirnya Perjanjian New START antara AS dan Rusia. Beijing mendesak Washington melanjutkan dialog dengan Moskow.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
TIONGKOK menolak usulan Presiden Donald Trump untuk perundingan pengendalian senjata nuklir sebagai tidak masuk akal. Apa alasannya?
PERLOMBAAN nuklir baru dimulai. Kini AS harus bersiap menghadapi dua pesaing sekaligus di saat kehilangan keunggulan industri dan ekonominya.
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Jenewa untuk mengikuti putaran kedua perundingan nuklir dengan Amerika Serikat.
Amerika Serikat dan Rusia sepakat memulihkan komunikasi militer tingkat tinggi guna mencegah eskalasi nuklir. Simak detail kesepakatan di Abu Dhabi ini.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa Program FIRST bukan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Skandal besar guncang Tiongkok. Jenderal Zhang Youxia diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dan terlibat korupsi.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved