Selasa 28 Juni 2022, 13:45 WIB

Ratu Margrethe II Resmikan Museum Pengungsi di Denmark

Basuki Eka Purnama | Internasional
Ratu Margrethe II Resmikan Museum Pengungsi di Denmark

AFP/Bo Amstrup / Ritzau Scanpix
Ratu Denmark Margrethe II (kanan) dan Direktur Museum Flugt Claus Kjeld Jensen meninjau eksebisi usai peresmian museum itu, Sabtu (25/6).

 

SEBUAH museum yang mengabadikan kisah generasi pengungsi cikal bakal masyarakat Denmark diresmikan Ratu Denmark Margrethe II, akhir pekan lalu.

Museum bernama Flugt itu menghadirkan kisah para pengungsi dimulai dengan orang Jerman yang melarikan diri dari Uni Soviet selama Perang Dunia II.

Museum itu didirikan di lokasi sebuah kamp di Oksboel, sebuah kota di barat daya Denmark, yang menampung hingga 100.000 pengungsi dari Jerman pada tahun-tahun pascaperang.

Baca juga: Inflasi Denmark Capai Level Tertinggi sejak 1984

Flugt, yang berarti 'pelarian' dalam bahasa Denmark, juga menceritakan kisah para imigran dari Iran, Lebanon, Hongaria, Vietnam, dan tempat lain yang melarikan diri dari tanah air mereka dan mencari perlindungan di negara Skandinavia itu. Para pengungsi menuturkan kisah mereka melalui rekaman video di layar besar.

"Museum bertujuan untuk mengubah angka statistik menjadi lebih manusiawi dan menyampaikan isu-isu universal, emosi, dan hal lain saat menjadi seorang dalam pelarian," kata kurator museum Claus Kjeld Jensen, dikutip Selasa (28/6).

Museum Flugt dirancang oleh arsitek Denmark terkemuka Bjarke Ingels. Museum memiliki bangunan modern dengan bentuk melengkung dari kayu dan kaca yang menghubungkan dua paviliun yang dulunya dijadikan rumah sakit pada tahun-tahun pascaperang.

Ingels mengatakan museum baru itu menjadi lebih relevan karena Denmark baru-baru ini menerima pengungsi yang melarikan diri dari perang di Ukraina.

Di luar museum, terdapat plakat yang menggambarkan nasib orang Jerman yang mencari perlindungan di kamp Oksboellejren antara 1945 dan 1949. Sebagian besar dari mereka akhirnya menetap di Jerman Barat, tetapi sebuah pemakaman di situs tersebut telah menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi mereka yang meninggal di sana.

Pembangunan museum ini juga dibiayai dari donasi privat dan pemerintah Jerman. Wakil kanselir Jerman Robert Habeck menghadiri upacara pembukaan museum Flugt pada Sabtu (26/6). Museum akan dibuka untuk umum pada 29 Juni.

Denmark menjadi surga bagi para pengungsi di masa lalu. Dari 5,8 juta penduduk Denmark, lebih dari 650.000 di antaranya merupakan imigran, sementara 208.000 lainnya terdaftar dalam statistik negara bagian sebagai keturunan imigran. 

Menurut statistik resmi, sebanyak 2.717 orang telah mencari suaka di Denmark pada tahun ini. (Ant/OL-1)

Baca Juga

DOK.KEMENLU

Kemenlu Kembali Pulangkan 14 WNI Korban Penipuan dari Kamboja

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 21:45 WIB
Proses pemulangan tersebut merupakan tindak lanjut hasil pertemuan Menlu RI dengan Mendagri Kamboja dan Kepala Kepolisian Kamboja pekan...
AFP/Mohammed Abed.

Konflik Mematikan Palestina dan Israel sejak 2014

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 21:33 WIB
Menyusul gejolak pertempuran terburuk di Gaza sejak perang 11 hari tahun lalu, berikut ini tinjauan kembali pada konflik mematikan...
AFP/Mohammed Abed.

Israel Runtuhkan Rumah Warga Palestina Diduga Membunuh dengan Kapak

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 19:59 WIB
Israel menghancurkan rumah dua pemuda Palestina di Tepi Barat yang diduduki pada Senin (8/8). Keduanya dicurigai melakukan serangan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya