Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH museum yang mengabadikan kisah generasi pengungsi cikal bakal masyarakat Denmark diresmikan Ratu Denmark Margrethe II, akhir pekan lalu.
Museum bernama Flugt itu menghadirkan kisah para pengungsi dimulai dengan orang Jerman yang melarikan diri dari Uni Soviet selama Perang Dunia II.
Museum itu didirikan di lokasi sebuah kamp di Oksboel, sebuah kota di barat daya Denmark, yang menampung hingga 100.000 pengungsi dari Jerman pada tahun-tahun pascaperang.
Baca juga: Inflasi Denmark Capai Level Tertinggi sejak 1984
Flugt, yang berarti 'pelarian' dalam bahasa Denmark, juga menceritakan kisah para imigran dari Iran, Lebanon, Hongaria, Vietnam, dan tempat lain yang melarikan diri dari tanah air mereka dan mencari perlindungan di negara Skandinavia itu. Para pengungsi menuturkan kisah mereka melalui rekaman video di layar besar.
"Museum bertujuan untuk mengubah angka statistik menjadi lebih manusiawi dan menyampaikan isu-isu universal, emosi, dan hal lain saat menjadi seorang dalam pelarian," kata kurator museum Claus Kjeld Jensen, dikutip Selasa (28/6).
Museum Flugt dirancang oleh arsitek Denmark terkemuka Bjarke Ingels. Museum memiliki bangunan modern dengan bentuk melengkung dari kayu dan kaca yang menghubungkan dua paviliun yang dulunya dijadikan rumah sakit pada tahun-tahun pascaperang.
Ingels mengatakan museum baru itu menjadi lebih relevan karena Denmark baru-baru ini menerima pengungsi yang melarikan diri dari perang di Ukraina.
Di luar museum, terdapat plakat yang menggambarkan nasib orang Jerman yang mencari perlindungan di kamp Oksboellejren antara 1945 dan 1949. Sebagian besar dari mereka akhirnya menetap di Jerman Barat, tetapi sebuah pemakaman di situs tersebut telah menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi mereka yang meninggal di sana.
Pembangunan museum ini juga dibiayai dari donasi privat dan pemerintah Jerman. Wakil kanselir Jerman Robert Habeck menghadiri upacara pembukaan museum Flugt pada Sabtu (26/6). Museum akan dibuka untuk umum pada 29 Juni.
Denmark menjadi surga bagi para pengungsi di masa lalu. Dari 5,8 juta penduduk Denmark, lebih dari 650.000 di antaranya merupakan imigran, sementara 208.000 lainnya terdaftar dalam statistik negara bagian sebagai keturunan imigran.
Menurut statistik resmi, sebanyak 2.717 orang telah mencari suaka di Denmark pada tahun ini. (Ant/OL-1)
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
KEBIJAKAN kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia mendapat kritikan tajam Sejarawan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Edy Budi Santoso.
Ketiga destinasi wisata sejarah tersebut adalah Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, serta Museum Tekstil.
Selama pengelola museum masih menerima dana dari APBN, masyarakat tidak seharusnya dibebani biaya tinggi untuk mengakses fasilitas negara.
Kenaikan tarif Museum Nasional dari sebelumnya yang sebesar Rp25.000 merupakan langkah krusial untuk memenuhi standar pemeliharaan internasional.
Sebagai lembaga yang dikelola pemerintah, Museum Nasional mengemban tanggung jawab moral untuk mempermudah akses pendidikan bagi warga negara.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved