Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
QATAR akan menjadi tuan rumah perundingan tak langsung antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa hari mendatang menyangkut kesepakatan nuklir 2015, demikian dilaporkan media Iran seperti dikutip Reuters, Senin (27/6).
Laporan itu muncul di tengah tekanan yang dilancarkan Uni Eropa agar perundingan soal pakta nuklir 2015 dihidupkan kembali --setelah mengalami kebuntuan selama berbulan-bulan.
"Iran sudah memilih Qatar untuk menyelenggarakan pembicaraan itu karena Doha dan Teheran memiliki hubungan yang bersahabat," kata
Mohammad Marandi, kepada Kantor Berita Iran ISNA, Senin.
Marandi ialah penasihat bidang media untuk kepala juru runding Iran soal nuklir.
Pada Maret, sebuah perjanjian internasional tampaknya hampir tercapai ketika EU sebagai pengatur perundingan mengundang para menteri luar negeri pihak-pihak penandatangan pakta 2015 ke Wina, Austria.
Para menlu diundang untuk menyelesaikan kesepakatan setelah perundingan tak langsung berjalan selama 11 bulan antara Teheran dan pemerintahan Presiden Joe Biden.
Namun, sejak itu perundingan tersebut terhenti terutama karena Teheran bersikeras meminta Washington mengeluarkan Korps Garda Revolusioner (IRGC) --pasukan keamanan elit Iran-- dari daftar Organisasi Teroris Asing AS (FTO).
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell, yang berkunjung ke Iran pekan lalu, mengatakan pada Sabtu (25/6) bahwa pembicaraan tak langsung diharapkan akan dimulai kembali dalam beberapa hari mendatang --di sebuah negara Teluk-- untuk mengatasi kemacetan.
Baca juga: Israel, Negara-Negara Arab Perdalam Kerja Sama Jelang Kunjungan Biden
Seorang sumber yang mendapat pemaparan soal kunjungan itu mengatakan "Utusan Khusus AS untuk Iran, Robert Malley, dijadwalkan tiba di Doha pada Senin dan akan melakukan pertemuan dengan menteri luar negeri Qatar."
Sementara itu, seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa kepala perunding nuklir Iran Ali, "Bagheri Kani akan berada di Doha
untuk menghadiri pembicaraan itu pada 28 Juni dan 29 Juni".
Pekan lalu, seorang pejabat Iran dan satu pejabat Eropa mengatakan bahwa Iran sudah mencabut tuntutannya soal IRGC dikeluarkan dari FTO.
Namun, kata para pejabat itu, dua masalah --termasuk soal sanksi, masih belum terselesaikan.
"Tidak ada yang disepakati sampai semuanya disepakati," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh, Senin.
"Kita akan lihat apakah kesepakatan bisa dicapai dalam minggu-minggu mendatang ... Langkah-langkah Iran menyangkut nuklir dapat diubah kalau Washington memenuhi komitmennya."
Pakta nuklir, yang dicapai pada 2015, berisi larangan terhadap Iran untuk melakukan kegiatan nuklir. Sebagai imbalan, sanksi-sanksi internasional terhadap Iran akan dicabut.
Presiden AS saat itu, Donald Trump, pada 2018 menarik AS keluar dari perjanjian itu dan kemudian memberlakukan serangkaian sanksi keras ekonomi terhadap Teheran.
Iran membalas langkah AS itu dengan melanggar larangan-larangan yang digariskan dalam pakta nuklir, termasuk soal batasan sebesar 3,67% --yang dapat memurnikan uranium-- serta batas 202,8 kilogram untuk stok uranium yang diperkaya. (Ant/S-2)
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan siap menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat jika status nuklir negaranya diakui, namun ia menutup pintu bagi Korea Selatan.
Empat orang tewas dan enam lainnya luka-luka setelah speedboat berbendera AS terlibat kontak senjata dengan penjaga perbatasan Kuba di dekat Cayo Falcones.
Survei SSRS untuk CNN menunjukkan mayoritas responden puas terhadap pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump di Kongres, namun masih meragukan kemampuannya menekan biaya hidup.
Menlu Iran Abbas Araghchi sebut peluang kesepakatan nuklir dengan AS terbuka di Jenewa, meski Donald Trump ancam serangan militer. Simak poin kesepakatannya.
BERGABUNGNYA Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian pada Januari lalu masih menjadi perdebatan dan menyisakan pertanyaan. Memantik diskursus publik dan refleksi serius.
Presiden AS Donald Trump tegaskan kendali penuh atas opsi militer terhadap Iran dan bantah rumor penolakan dari Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine.
Menlu Iran Abbas Araghchi sebut peluang kesepakatan nuklir dengan AS terbuka di Jenewa, meski Donald Trump ancam serangan militer. Simak poin kesepakatannya.
Presiden Donald Trump klaim "perubahan besar" dalam pidato State of the Union di tengah ancaman militer terhadap Iran dan merosotnya angka popularitas.
AS siapkan pengerahan militer terbesar sejak Perang Irak. Marco Rubio beri briefing rahasia kepada Kongres di tengah ancaman serangan Donald Trump ke Iran.
Gelombang protes mahasiswa Iran pecah di hari keempat. Pasukan keamanan serbu kampus saat AS kumpulkan kekuatan militer jelang negosiasi nuklir.
Presiden Donald Trump membantah laporan Kepala Staf Gabungan AS ragu soal serangan ke Iran. Trump klaim militer siap menang jika perintah diberikan.
Amerika serikat memerintahkan sebagian diplomat dan anggota keluarga mereka meninggalkan Libanon di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved