Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGADILAN Kriminal Internasional atau International Criminal Court (ICC) merayakan ulang tahun ke-20 pada 1 Juli nanti. Ini merupakan satu-satunya pengadilan permanen di dunia untuk menyelidiki dan mengadili kasus-kasus dugaan genosida, kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan agresi saat negara-negara anggota tidak mampu atau tidak mau melakukannya.
Berikut lima hal yang perlu diketahui tentang pengadilan yang berbasis di kota Den Haag Belanda itu. Pengadilan itu sedang menyelidiki dugaan kejahatan perang di Ukraina.
Sebanyak 123 negara meratifikasi Statuta Roma sebagai pendiri pengadilan itu yang berarti mereka mengakui yurisdiksinya. Namun ada beberapa ketidakhadiran sejumlah negara yang mencolok, terutama Amerika Serikat, Rusia, dan Israel.
Baik Amerika Serikat dan Rusia menandatangani perjanjian Roma tetapi tidak pernah meratifikasinya. Moskow pada 2016 menarik tanda tangannya atas laporan ICC yang menyebut pencaplokannya atas semenanjung Krimea sebagai pendudukan.
Israel menentang pengadilan sejak awal. Ia khawatir bahwa para pemimpin dan/atau militernya dapat menjadi sasaran dalam kasus-kasus bermotif politik.
Baca juga: Perbaiki Hubungan, Pemimpin Hamas Kunjungi Suriah Beberapa Kali
Negara non-nggota terkenal lain termasuk Cina, India, dan Myanmar. ICC dapat mengejar warga negara dari negara nonanggota untuk kejahatan yang dilakukan di tanah negara anggota atau seperti dalam kasus Ukraina, nonanggota yang mengakui yurisdiksinya. Dewan Keamanan PBB juga dapat meminta pengadilan untuk menyelidiki kejahatan internasional yang berpotensi serius, seperti di Libia dan Sudan.
Antara 2012 dan 2021, ICC berhasil menghukum lima orang atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. semua orang Afrika.
Tiga dari lima ialah mantan pemimpin milisi dari Republik Demokratik Kongo yang dilanda perang. Bosco Ntaganda, seorang pemimpin pemberontak yang dijuluki Terminator, menerima hukuman penjara terlama yang dikeluarkan pengadilan selama 30 tahun untuk pembunuhan massal, pemerkosaan, dan penculikan.
Pengadilan juga mengirim Dominic Ongwen, seorang komandan milisi Tentara Perlawanan Tuhan yang terkenal di Uganda, ke penjara. Ada pula jihadis Mali Ahmad al Faqi al Mahdi yang dihukum karena menghancurkan masjid dan makam di kota kuno Timbuktu, Mali.
Mantan presiden Pantai Gading Laurent Gbagbo ialah mantan kepala negara pertama yang diadili oleh ICC pada 2016. Namun dia dibebaskan dari kejahatan terhadap kemanusiaan. Beberapa hukuman dibatalkan di tingkat banding, terutama mantan wakil presiden Kongo Jean-Pierre Bemba, yang dihukum karena kejahatan yang dilakukan oleh pemberontak di bawah komandonya di Republik Afrika Tengah.
Pengadilan mengalami kemunduran besar pada 2014 ketika kasus profil tertinggi--keterlibatan Presiden Kenya Uhuru Kenyatta dalam kekerasan antaretnis yang pecah setelah pemilu 2007 yang disengketakan--batal. Kenyatta dengan enggan muncul di hadapan pengadilan, kepala negara pertama yang melakukannya, tetapi jaksa terpaksa membatalkan kasus tersebut di tengah tuduhan intimidasi dan penyuapan saksi.
Mantan presiden Sudan Omar al-Bashir juga masih dicari oleh ICC karena genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang di provinsi Darfur, Sudan barat. namun tiga tahun setelah dia digulingkan, Sudan belum menyerahkannya.
Putra mantan pemimpin Libia Moamer Kadhafi, Seif al-Islam Kadhafi, telah dicari oleh pengadilan atas tuduhan kejahatan perang selama lebih dari satu dekade.
ICC membuat marah pemerintahan Presiden AS Donald Trump pada Maret 2020 dengan mengizinkan penyelidikan atas dugaan kejahatan perang oleh pasukan AS yang bertugas di Afghanistan. Washington memberlakukan sanksi pada jaksa ICC sebagai protes tetapi penggantinya Joe Biden kemudian mencabutnya.
Baca juga: Ada Tanda-Tanda Kesepakatan Normalisasi Hubungan Israel-Saudi?
Penyelidikan, yang juga mencakup kekerasan oleh kelompok Taliban dan ISIS, kemudian ditangguhkan atas permintaan pemerintah Afghanistan tetapi diluncurkan kembali setelah pengambilalihan Taliban. Namun, sejak dilanjutkan, itu telah berfokus pada kekerasan oleh Taliban dan ISIS dengan mengesampingkan dugaan kekejaman AS.
Invasi Rusia ke Ukraina menempatkan negara bekas Soviet itu ke puncak agenda pengadilan yang sering dituduh secara tidak adil berfokus pada Afrika. Empat hari setelah perang dimulai, jaksa ICC Karim Khan mengumumkan penyelidikan atas kemungkinan kejahatan perang.
Ukraina juga bukan anggota ICC tetapi telah menerima yurisdiksi pengadilan. Tim beranggotakan 42 penyelidik ICC mengunjungi Ukraina pada Mei untuk mengumpulkan bukti dan Khan mengunjungi pinggiran kota Kyiv, Bucha. Di sini puluhan warga sipil ditemukan terbunuh setelah penarikan pasukan Rusia. (AFP/OL-14)
Telusuri perjalanan Jesse Jackson, tokoh hak sipil Amerika Serikat yang menjembatani warisan Martin Luther King Jr menuju era kepemimpinan modern.
IRAN menyatakan bahwa sikap Amerika Serikat (AS) terkait nuklirnya menunjukkan perubahan ke arah yang lebih realistis, sehari menjelang putaran kedua perundingan
CITRA satelit mengungkap keberadaan kapal induk AS USS Abraham Lincoln di Laut Arab, 700 kilometer dari Iran,menjelang putaran baru perundingan nuklir antara Iran dan AS
KOMISI I DPR RI akan mengawal hasil tindak lanjut dri keikutsertaan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT Board of Peace di Amerika Serikat yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto
PRESIDEN Prabowo Subianto melakukan kunjungan Kerja ke Washington, Amerika Serikat hadir dalam pertemuan perdana atau KTT Board of Peace bersama setkab Teddy Indra Wijaya dan Bahlil Lahadalia
Kunjungan presiden prabowo subianto yakni menghadiri pertemuan perdana atau KTT Board of Peace, Komisi I minta penghentian kekerasan, memastikan perlindungan bagi warga sipil di Palestina.
Seorang pengunjuk rasa pro-Palestina berhadapan dengan mantan menteri pertahanan Israel, Yoav Gallant, di Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada Senin (9/12).
SURAT perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional untuk PM Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya Yoav Gallant keluar. Apa yang selanjutnya terjadi?
Ke-124 anggota Statuta Roma, perjanjian yang membentuk ICC, kini dipaksa untuk menangkap Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant serta menyerahkan mereka ke pengadilan.
ICC menghadapi tuduhan kemunafikan karena menunda permintaan surat perintah penangkapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant.
AFRIKA Selatan mengajukan bukti genosida yang dilakukan oleh Israel di Jalur Gaza ke Mahkamah Internasional.
KEGAGALAN Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi para pemimpin Israel memicu kritik luas terhadap pengadilan tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved