Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengeluarkan sindiran pedas terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia mengatakan kepada Ukraina supaya tidak mempermalukan Putin dengan mengusir semua sedadu Moskow dari tanah airnya.
Macron mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah membuat sebuah kesalahan historis dan fundamental terkait invasi ke Ukraina pada 24 Februari lalu. Kendati begitu, Prancis menekankan bahwa eskalasi lebih lanjut dari konflik Rusia-Ukraina harus dihindari.
Berbicara dalam wawancara dengan sejumlah surat kabar regional Prancis, Macron berkata, "kita tidak boleh mempermalukan Rusia, agar saat perang berakhir nanti, kita dapat mencari jalan keluar melalui saluran diplomatik," katanya pada Sabtu, (4/5).
"Peran Prancis dalam hal ini adalah menjadi sebuah kekuatan penengah," sambungnya.
Sejak awal invasi Rusia, Macron mengaku telah mendedikasikan waktu dan energi untuk memastikan perang tersebut tidak meningkat menjadi konflik yang lebih luas. Salah satu upaya yang terus dilakukan Macron adalah berbicara dengan Putin.
"Saya tidak ingat lagi sudah berapa kali saya berbicara dengan Vladimir Putin sejak Desember. Mungkin totalnya sudah 100 jam," sebut Macron. Ia mengatakan sejumlah pembicaraan itu terjadi atas dasar permintaan dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Dalam percakapan dengan Putin, yang menghabiskan 80 menit akhir bulan lalu, Macron berulang kali meminta gencatan senjata. Upaya ini berujung pada tuduhan bahwa Macron ingin Ukraina membuat semacam konsesi demi mengamankan sebuah perjanjian damai.
Namun Paris menegaskan bahwa perjanjian damai apa pun harus dinegosiasikan antara Putin dan Zelensky demi menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina. (The Guardian/OL-12)
Jacques Leveugle ditangkap setelah keponakannya menemukan USB berisi catatan kejahatan seksual terhadap 89 remaja di berbagai negara.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
PEMERINTAH Amerika Serikat meminta negara-negara Eropa tidak bereaksi emosional terhadap rencana Presiden Donald Trump terkait Greenland.
USULAN Dewan Perdamaian Presiden AS Donald Trump dimulai dengan kurang baik. Presiden Prancis Emmanuel Macron segera menolak undangan menjadi anggota dewan tersebut.
ANGGOTA pertama kelompok yang nanti disebut Garda Revolusi Iran (IRGC) dilatih dalam desa terpencil di luar Paris, Prancis.
AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dan membawa mereka ke New York.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved