Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MAYORITAS orang Israel tidak ingin melihat partai Arab di pemerintahan masa depan yang akan dibentuk setelah pemilihan berikutnya. Ini menurut jajak pendapat yang diambil untuk The Jerusalem Post, Sabtu (27/5).
Selain itu, jajak pendapat itu menemukan bahwa dalam tiga skenario yang berbeda dari daftar partai saat ini serta konfigurasi politisi dan koalisi. Partai Likud pimpinan Benjamin Netanyahu berada di atas tetapi secara konsisten akan kekurangan 61 kursi yang dibutuhkan untuk membentuk koalisi.
Menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh Panels Politics Research setelah satu tahun Ra'am (Daftar Bersatu Arab) berada di koalisi, 69%--hampir tiga perempat penduduk negara itu--tidak menginginkan partai Arab di pemerintahan lain kali, 22% akan mendukung, dan 9% mengatakan mereka tidak tahu. Jumlah orang yang menentang partai Arab dalam koalisi mencakup 40% orang Israel-Arab.
Meskipun jajak pendapat memperkirakan peningkatan signifikan dalam dukungan untuk Likud dari 30 kursi menjadi 35, Netanyahu masih belum dapat membentuk pemerintahan. Bloknya dari Likud, Partai Religius Zionis, Shas, dan Persatuan Torah Yudaisme akan memenangkan 59 kursi jika pemilihan diadakan sekarang. Partai-partai dalam koalisi saat ini akan memenangkan 54 kursi dan Daftar Gabungan (Joint List) 7 kursi.
Dua setengah tahun terakhir kekacauan politik akan berlanjut, tanpa kemungkinan membentuk pemerintahan tanpa kompromi ideologis yang besar. Satu-satunya cara bagi Netanyahu untuk membangun koalisi jika partai-partai tetap seperti itu ialah jika New Hope atau Yamina tidak melewati ambang batas pemilihan. Ini akan menjadi tujuan kampanyenya dalam pemilihan berikutnya.
Dalam jajak pendapat, New Hope dan Ra'am hampir tidak melewati ambang batas. Meretz, dengan hanya 2,6%, tidak juga akan memenuhi ambang batas.
Baca juga: Menlu AS Desak Israel Tuntaskan Penyelidikan Pembunuhan Jurnalis Palestina
Jajak pendapat menemukan bahwa 65% orang Israel tidak puas dengan kinerja Perdana Menteri Naftali Bennett dan hanya 30% yang mengatakan dia berkinerja baik. Lima persen menjawab tidak tahu.
Akibatnya, hanya 25% dari mereka yang memberikan suara dalam pemilihan terakhir untuk Partai Yamina pimpinan Bennett yang berniat memilihnya di lain waktu. Sekitar 20% pemilih Yamina lain ragu-ragu. Hanya sepertiga dari mereka yang mengatakan mereka akan memilih Yamina lain kali karena beragama. (OL-14)
DALAM catatan lama pada 16 Juni 2015, tulisan di situs web electronicintifada.net mencoba menelusuri dukungan Israel terhadap Al-Qaeda di Suriah
MANTAN perdana menteri Israel dan politikus ultranasionalis, Naftali Bennett, menyatakan dukungannya terhadap serangan situs nuklir dan fasilitas minyak Iran.
Sebagai menteri keuangan, Lapid menolak mobil dan sopir yang ditawarkan negara.
Nasionalis agama Bennett mengatakan dia tidak akan menentang pemungutan suara dan mundur dari politik. Ia men-tweet kata Ibrani, "Toda," atau terima kasih.
Bennett mengatakan bahwa Lapid, seorang sentris, akan mengambil alih sebagai perdana menteri dari pemerintahan sementara sejalan dengan kesepakatan pembagian kekuasaan tahun lalu.
Presiden AS Donald Trump siap dukung serangan Israel ke Iran. Kapal induk USS Gerald R. Ford dikerahkan saat perundingan nuklir di Jenewa memanas. Cek faktanya.
Presiden AS Donald Trump bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Bahas kelanjutan negosiasi nuklir Iran dan ancaman aksi militer jika kesepakatan buntu.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Rabu waktu setempat.
Eks bodyguard ungkap sisi kelam rumah tangga PM Israel: Netanyahu sering kunci diri hindari amarah istri hingga insiden fisik dengan putranya, Yair.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
Mantan Menhan Yoav Gallant sebut PM Netanyahu pembohong dan manipulator narasi kegagalan 7 Oktober demi selamatkan diri dari tanggung jawab politik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved