Sabtu 28 Mei 2022, 18:37 WIB

70% Orang Israel tidak Ingin Partai Arab dalam Koalisi Pemerintah

Mediaindonesia.com | Internasional
70% Orang Israel tidak Ingin Partai Arab dalam Koalisi Pemerintah

AFP/Ronen Zvulun.
PMIsrael Naftali Bennett (empat dari kiri) dan sebagian pemerintahannya menghadiri rapat kabinet di kantornya di Jerusalem, Minggu (22/5).

 

MAYORITAS orang Israel tidak ingin melihat partai Arab di pemerintahan masa depan yang akan dibentuk setelah pemilihan berikutnya. Ini menurut jajak pendapat yang diambil untuk The Jerusalem Post, Sabtu (27/5).

Selain itu, jajak pendapat itu menemukan bahwa dalam tiga skenario yang berbeda dari daftar partai saat ini serta konfigurasi politisi dan koalisi. Partai Likud pimpinan Benjamin Netanyahu berada di atas tetapi secara konsisten akan kekurangan 61 kursi yang dibutuhkan untuk membentuk koalisi.

Menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh Panels Politics Research setelah satu tahun Ra'am (Daftar Bersatu Arab) berada di koalisi, 69%--hampir tiga perempat penduduk negara itu--tidak menginginkan partai Arab di pemerintahan lain kali, 22% akan mendukung, dan 9% mengatakan mereka tidak tahu. Jumlah orang yang menentang partai Arab dalam koalisi mencakup 40% orang Israel-Arab.

Meskipun jajak pendapat memperkirakan peningkatan signifikan dalam dukungan untuk Likud dari 30 kursi menjadi 35, Netanyahu masih belum dapat membentuk pemerintahan. Bloknya dari Likud, Partai Religius Zionis, Shas, dan Persatuan Torah Yudaisme akan memenangkan 59 kursi jika pemilihan diadakan sekarang. Partai-partai dalam koalisi saat ini akan memenangkan 54 kursi dan Daftar Gabungan (Joint List) 7 kursi.

Dua setengah tahun terakhir kekacauan politik akan berlanjut, tanpa kemungkinan membentuk pemerintahan tanpa kompromi ideologis yang besar. Satu-satunya cara bagi Netanyahu untuk membangun koalisi jika partai-partai tetap seperti itu ialah jika New Hope atau Yamina tidak melewati ambang batas pemilihan. Ini akan menjadi tujuan kampanyenya dalam pemilihan berikutnya.

Dalam jajak pendapat, New Hope dan Ra'am hampir tidak melewati ambang batas. Meretz, dengan hanya 2,6%, tidak juga akan memenuhi ambang batas. 

Baca juga: Menlu AS Desak Israel Tuntaskan Penyelidikan Pembunuhan Jurnalis Palestina

Jajak pendapat menemukan bahwa 65% orang Israel tidak puas dengan kinerja Perdana Menteri Naftali Bennett dan hanya 30% yang mengatakan dia berkinerja baik. Lima persen menjawab tidak tahu.

Akibatnya, hanya 25% dari mereka yang memberikan suara dalam pemilihan terakhir untuk Partai Yamina pimpinan Bennett yang berniat memilihnya di lain waktu. Sekitar 20% pemilih Yamina lain ragu-ragu. Hanya sepertiga dari mereka yang mengatakan mereka akan memilih Yamina lain kali karena beragama. (OL-14)

Baca Juga

AFP/Amir HOSSEIN TALEBI

Tiga Kali Gempa Kuat Guncang Iran, Lima Orang Dilaporkan Tewas

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 17:19 WIB
Gempa magnitudo 6,3 dan 6,1 menyusul gempa 6,1 yang membuat porak poranda desa Sayeh Khosh di dekat Teluk...
Dok Zayed Award

Pendaftaran Nominator Zayed Award untuk Persaudaraan Manusia 2023 Dibuka

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 12:48 WIB
Panitia Penyelenggara Zayed Award untuk Persaudaraan Manusia 2023 mulai membuka pendaftaram nominator. Pendaftaran event kali keempat ini...
AFP/SHURAN HUANG

Retno Sebut Semua Menlu G20 Cari Solusi bagi Dunia

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 08:58 WIB
"Alhamdulillah per hari ini kita telah mendapatkan konfirmasi melalui saluran diplomatik bahwa semua menteri luar negeri anggota G20...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya