Kamis 12 Mei 2022, 11:38 WIB

Hore, Aplikasi Pedulilindungi Bisa Digunakan di Wilayah Uni Eropa

Basuki Eka Purnama | Internasional
Hore, Aplikasi Pedulilindungi Bisa Digunakan di Wilayah Uni Eropa

ANTARA/Irwansyah Putra
Petugas menghampiri penumpang bus AKAP untuk memindai QR Code aplikasi PeduliLindungi di terminal tipe A Batoh, Banda Aceh, Aceh.

 

UNI Eropa telah mengesahkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di wilayah mereka mulai 11 Mei 2022.

Pengesahan itu dilakukan melalui keputusan pelaksanaan yang memuat pengakuan kesetaraan atas sertifikat vaksinasi yang dikeluarkan oleh Indonesia, menurut keterangan KBRI Brussels, yang diterima di Jakarta, Kamis (12/5).

Melalui pemberlakuan penyetaraan itu, maka QR code yang ada di aplikasi PeduliLindungi dapat terbaca di 27 negara anggota Uni Eropa. 

Baca juga: Legislator : Tracing Kasus via Aplikasi PeduliLindungi Bantu Cegah Penularan Covid-19 

Dengan demikian, warga Indonesia yang akan berkunjung ke Uni Eropa tidak perlu lagi mendaftarkan QR Code secara terpisah.

Dengan saling pengakuan ini, maka QR Code dalam sistem Uni Eropa juga dapat terbaca di Indonesia sehingga warga Uni Eropa yang bepergian ke Indonesia tidak perlu lagi mengunduh aplikasi PeduliLindungi, kata KBRI Brussels.

Pengesahan itu, menurut pihak KBRI, menandakan pengakuan Uni Eropa atas efektivitas sistem sertifikat vaksinasi Indonesia.

Dalam upaya interoperabilitas itu, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan telah melalui proses yang cukup panjang dengan Komite Sertifikat Digital Covid Uni Eropa yang bersama-sama mengawal penyetaraan teknis serta aspek legalitasnya.

Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa Andri Hadi mengatakan aksi saling pengakuan ini merupakan bentuk nyata penguatan kerja sama Uni Eropa (EU) dan Indonesia serta memperlihatkan pentingnya posisi Indonesia bagi EU.

"Saling pengakuan sertifikat vaksinasi diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan minat wisatawan Eropa yang akan berkunjung ke Indonesia di musim liburan mendatang," ujar Dubes Andri Hadi.

Saat ini, sebagian besar negara Eropa telah melakukan relaksasi aturan pembatasan secara bertahap. Namun demikian, sistem sertifikat vaksinasi tetap menjadi alat penting untuk mendukung mobilitas di wilayah Uni Eropa.

Hal itu juga ditekankan oleh oleh Commissioner for Justice Uni Eropa, Didier Reynders.

Reynders menyampaikan Indonesia telah tergabung dalam sistem Sertifikat Digital Covid Uni Eropa yang terhubung dengan 40 negara lainnya serta tentunya 27 negara anggota Uni Eropa.

"Hal ini merupakan momentum penting menjelang liburan musim panas yang akan datang," katanya.

Sejak November 2021, Indonesia telah masuk dalam daftar putih (white list) Uni Eropa yang berarti bahwa warga Indonesia dapat melakukan perjalanan ke Uni Eropa.

Sistem saling pengakuan sertifikat vaksinasi itu diharapkan dapat semakin mempermudah perjalanan warga negara Indonesia yang berkunjung ke Uni Eropa dan sebaliknya warga Uni Eropa yang bepergian ke Indonesia. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Antara

AS Sebut 20 Negara Tawarkan Paket Senjata Baru untuk Ukraina

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 24 Mei 2022, 09:22 WIB
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan bahwa sekitar 20 negara menawarkan paket bantuan keamanan baru bagi Ukraina untuk memerangi...
Handout / AUSTRALIA DEFENCE FORCE / AFP

Pemimpin Empat Negara Bertemu Bahas Kekuatan Militer Tiongkok

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 24 Mei 2022, 09:14 WIB
KTT Empat Negara (Quad) untuk menanggapi kebijakan Beijing yang meningkatkan kekuatan militer di sekitar wilayah yang...
 Ozan KOSE / AFP

Warga Uighur Desak Kepala HAM PBB Cari Informasi Data Orang yang Hilang

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 24 Mei 2022, 08:39 WIB
Kepala Hak Asasi Manusia (HAM) PBB Michelle Bachelet akan mengunjungi Kota Urumqi dan Kashgar di Xinjiang pada Selasa (24/5) dan Rabu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya