Kamis 21 April 2022, 13:56 WIB

Akhiri Ketergantungan dari Rusia, Italia Teken Kesepakatan Gas dengan Angola

Nur Aivanni | Internasional
Akhiri Ketergantungan dari Rusia, Italia Teken Kesepakatan Gas dengan Angola

AFP/ANDREAS SOLARO
PM Italia Mario Draghi

 

ITALIA menandatangani kesepakatan dengan Angola untuk meningkatkan pasokan gas dari negara Afrika ketika berusaha melepaskan diri dari gas Rusia selama perang Ukraina.

"Hari ini kami telah mencapai kesepakatan penting lainnya dengan Angola untuk meningkatkan pasokan gas," kata Menteri Luar Negeri Luigi Di Maio dalam pernyataannya.

Perdana Menteri Mario Draghi ingin menambahkan Angola dan Kongo-Brazzaville ke dalam portofolio pemasok untuk menggantikan Rusia, yang menyediakan sekitar 45% gas Italia.

"Kami tidak ingin bergantung pada gas Rusia lagi, karena ketergantungan ekonomi tidak boleh menjadi penundukan politik," katanya dalam wawancara dengan harian Corriere della Sera yang diterbitkan pada Minggu.

"Diversifikasi dimungkinkan dan dapat diimplementasikan dalam waktu yang relatif singkat - lebih cepat dari yang kami bayangkan sebulan lalu," imbuhnya.

Baca juga: Tidak Ingin Bergantung pada Rusia, Italia Buru Gas ke Afrika

Draghi akan pergi sendiri, tetapi dia dinyatakan positif covid-19. Dia pun mengutus Di Maio dan Menteri Transisi Ekologi Roberto Cingolani untuk menggantikannya.

Cingolani menggambarkan kesepakatan itu sebagai perjanjian penting yang memberikan dorongan untuk kemitraan antara Italia dan Angola di bidang energi terbarukan, biofuel, LNG (gas alam cair) dan pelatihan teknologi dan lingkungan.

Kedua menteri tersebut, didampingi oleh Claudio Descalzi, kepala eksekutif raksasa energi Italia ENI, juga bertemu dengan Presiden Joao Lourenco. Mereka kemudian menuju ke negara tetangga Kongo-Brazzaville di mana mereka diperkirakan akan bertemu Presiden Denis Sassou Nguesso pada Kamis.

"Ini berpacu dengan waktu untuk memastikan kami menyimpan gas dan minyak untuk musim dingin berikutnya," kata Francesco Galietti, kepala konsultan Policy Sonar yang berbasis di Roma.

Menteri Luar Negeri Angola Tete Antonio menggambarkan tanda tangan itu sebagai hal yang sangat penting.

Deklarasi serupa akan ditandatangani di Republik Kongo. (AFP/OL-5)

Baca Juga

ANTARA/Biro Pers Setpres/Laily Rachev

RI Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi dengan Jerman

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 27 Juni 2022, 23:30 WIB
Kepala Negara berharap Jerman bisa menjadi mitra dalam mengolah potensi 474 Gigawatt yang bersumber dari energi ramah lingkungan di Tanah...
ANTARA/Biro Pers Setpres/Laily Rachev

Presiden Jokowi dan PM Modi Bahas Kerja Sama Pangan

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 27 Juni 2022, 23:10 WIB
Presiden Jokowi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan kuat India terhadap Presidensi G20 Indonesia. Indonesia juga akan mendukung penuh...
AFP/ATTA KENARE

Qatar Siap Jadi Tuan Rumah Perundingan Nuklir Iran-AS

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:50 WIB
Para menlu diundang untuk menyelesaikan kesepakatan setelah perundingan tak langsung berjalan selama 11 bulan antara Teheran dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya