Rabu 06 April 2022, 13:15 WIB

Turki Serukan Penyelidikan Kematian Warga Sipil di Bucha

Nur Aivanni | Internasional
Turki Serukan Penyelidikan Kematian Warga Sipil di Bucha

Genya SAVILOV / AFP
Petugas teknis dari Pelayanan Darurat Negara Ukraina melintasi persenjataan yang hancur di Kota Bucha, pinggiran Kota Kyiv, Ukraina.

 

TURKI, pada Rabu (6/4), bergabung dengan kecaman global atas pembunuhan warga sipil di kota Bucha dan kota-kota lain di Ukraina, serta menyerukan penyelidikan independen.

"Gambar-gambar pembantaian, yang telah dipublikasikan di pers dari berbagai daerah termasuk Bucha dan Irpin dekat Kyiv, mengerikan dan menyedihkan bagi kemanusiaan," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.

Selain pesan yang dicicit di Twitter dari Kedutaan Turki di Ukraina pada Senin (4/4), itu adalah reaksi resmi pertama dari Turki setelah puluhan mayat ditemukan di kuburan massal atau di jalan-jalan dekat ibu kota Ukraina selama akhir pekan.

Kremlin telah menolak tuduhan bahwa pasukan Rusia bertanggung jawab atas pembunuhan warga sipil di dekat Kyiv dan menyatakan gambar mayat itu adalah "palsu".

Baca juga: Presiden Ukraina Tantang PBB Soal Invasi Rusia

Tentara Ukraina merebut kembali kendali kota Bucha di luar Kyiv hanya beberapa hari yang lalu dan mengatakan telah menemukan puluhan mayat setelah pasukan Rusia ditarik keluar.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut pembunuhan itu sebagai "kejahatan perang" dan "genosida" dan negara-negara Barat telah meningkatkan sanksi terhadap Rusia sebagai reaksi atas kematian tersebut.

Namun Kremlin telah membantah tuduhan tersebut dan mengklaim gambar yang muncul dari Bucha dan kota-kota lain adalah palsu yang diproduksi oleh pasukan Ukraina, atau bahwa kematian terjadi setelah tentara Rusia ditarik keluar.

"Menargetkan warga sipil yang tidak bersalah tidak dapat diterima," kata Kementerian Luar Negeri Turki.

"Ini adalah harapan utama kami bahwa masalah ini akan menjadi subjek penyelidikan independen dan bahwa mereka yang bertanggung jawab akan diidentifikasi dan dimintai pertanggungjawaban," terangnya.

Turki, tambahnya, akan terus bekerja untuk menghentikan adegan memalukan atas nama kemanusiaan.

Anggota NATO Turki, yang memiliki hubungan kuat dengan Rusia dan Ukraina, telah menengahi untuk mengakhiri konflik tersebut. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP

Ukraina Bersukacita Usai Kuasai Kembali Pulau Ular

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 30 Juni 2022, 20:03 WIB
"KABOOM! Tidak ada lagi pasukan Rusia di Pulau Ular. Angkatan Bersenjata kami melakukan pekerjaan dengan...
AFP/Alexey DRUZHININ / SPUTNIK

Sebelum Temui Putin, Jokowi Diharuskan Tes PCR

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 30 Juni 2022, 18:58 WIB
Menurut dia Jokowi juga akan rehat sejenak usai dites PCR. Sore harinya, Jokowi baru akan memasuki Kremlin untuk mengikuti serangkaian...
AFP/Menahem Kahana.

Mantan Jurnalis, Calon PM Israel Yair Lapid Punya Putri Autis

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 18:50 WIB
Sebagai menteri keuangan, Lapid menolak mobil dan sopir yang ditawarkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya