Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Israel Naftali Bennett mengadakan pertemuan puncak tiga arah, Senin (21/3), di Mesir dengan para pemimpin Mesir dan Emirat. Latar belakang pembicaraan ketiganya, kata media Israel, yakni nuklir Iran.
Kunjungan mendadak Bennett ke Mesir bertemu dengan Presiden Abdel Fattah al-Sisi dilaporkan oleh media Israel.
Tak lama setelah itu, kantor berita resmi UEA WAM mengatakan bahwa Putra Mahkota Abu Dhabi dan pemimpin de facto UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan juga berada di resor Laut Merah Sharm el-Sheikh untuk melakukan pembicaraan dengan Sisi.
Juru bicara Sisi, Bassam Radi, mengonfirmasi kunjungan Sheikh Mohammed, yang menurut WAM, bertujuan memajukan kerja sama di semua lini untuk kepentingan kedua negara dan rakyat mereka. Sheikh Mohammed dan Sisi meninjau isu-isu yang menarik dan perkembangan terbaru di kancah regional dan internasional dan menekankan, "Pentingnya memperkuat solidaritas Arab dalam menghadapi tantangan bersama," kata WAM tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Baca juga: PM Israel Harap Rezim Iran Berubah dalam Tahun Baru Persia
Pejabat Israel dan Mesir tidak segera mengonfirmasi kunjungan Bennett. Namun beberapa media Israel melaporkan bahwa ketiga pemimpin sedang mendiskusikan laporan bahwa Iran dan kekuatan Barat, termasuk Amerika Serikat, hampir mencapai kesepakatan untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015.
Bennett dengan keras menentang pakta antara musuh bebuyutan Israel Iran dan kekuatan dunia. Amerika Serikat telah mengatakan pekan lalu bahwa Washington dan Teheran hampir mencapai kesepakatan untuk memulihkan kesepakatan itu.
"Kami hampir mencapai kesepakatan yang mungkin, tetapi kami belum sampai di sana," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price pada 16 Maret. "Kami pikir masalah yang tersisa dapat dijembatani."
Baca juga: Iran Katakan Hadir di Suriah untuk Bantu Perangi ISIS
Bennett telah meminta sekutu utama Israel, Amerika Serikat, untuk tidak menghapus Pengawal Revolusi Iran dari daftar hitam organisasi teroris asing sebagai bagian dari kesepakatan baru. Iran pekan lalu mengatakan hanya ada dua masalah terakhir yang harus diselesaikan sebelum menyetujui pengembalian Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) yang bertujuan mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir.
Isu yang beredar, menurut sumber yang dekat dengan pembicaraan, yaitu tuntutan Iran untuk jaminan ekonomi jika pemerintahan AS di masa depan mengubah pendiriannya dan membatalkan perjanjian, seperti yang dilakukan presiden Donald Trump pada 2018, dan Washington menghapus penunjukan resmi kelompok terornya pada Garda Iran. Negosiasi langsung telah berlangsung selama berbulan-bulan di ibu kota Austria, Wina, antara Iran, Tiongkok, Inggris, Prancis, Jerman, dan Rusia. Pembicaraan dengan Amerika Serikat terjadi secara tidak langsung.
Baca juga: Iran masih Cari Satu Awak Kapal Kargo UEA yang Tenggelam
Pada Minggu, Bennett mengecam upaya untuk menandatangani kesepakatan nuklir yang dihidupkan kembali, "Dengan biaya berapa pun." Israel dan Mesir terikat oleh perjanjian damai sejak 1979. Pada 2020, UEA menjadi negara Arab ketiga yang menormalkan hubungan dengan Israel, setelah Yordania yang berdamai dengan Israel pada 1994. (AFP/OL-14)
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Situasi di berbagai kota besar Iran dilaporkan sunyi senyap menyusul tindakan keras mematikan dari otoritas keamanan setempat yang berhasil meredam gelombang protes besar.
Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember mencatatkan rekor kelam sebagai kerusuhan paling mematikan dalam sejarah pemerintahan negara tersebut.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (14/1) bahwa ia diberi tahu bahwa pembunuhan para demonstran di Iran telah dihentikan.
PEMIMPIN tertinggi Iran Ali Khamenei--pilar sistem teokratisnya sejak awal revolusi Islam--telah mengatasi serangkaian krisis sepanjang pemerintahannya.
MENTERI Warisan Budaya sayap kanan Israel, Amichai Eliyahu, mengeklaim pada Kamis (8/1) bahwa agen-agen Israel beroperasi di lapangan di Iran di tengah protes.
PROTES di Iran terkait kondisi ekonomi negara, yang meletus pada akhir Desember 2025, meledak menjadi tantangan lebih luas terhadap penguasa ulama yang memerintah.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu menyampaikan pesan kepada Iran.
ISRAEL mencatat emigrasi bersih sebanyak 144.270 orang selama tiga tahun pemerintahan Benjamin Netanyahu saat ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved