Jumat 11 Februari 2022, 17:27 WIB

Warga Iran Gunakan Kendaraan dalam Peringatan Revolusi Islam Ke-43

Mediaindonesia.com | Internasional
Warga Iran Gunakan Kendaraan dalam Peringatan Revolusi Islam Ke-43

AFP.
Ulama Iran membakar bendera AS dalam peringatan 43 tahun Revolusi Islam 1979 di alun-alun Azadi (Kebebasan) di Teheran, Jumat (11/2).

 

RIBUAN orang Iran berkendara melalui Teheran pada Jumat (11/2) untuk memperingati ke-43 Revolusi Islam negara itu. Mereka lebih suka di kendaraan daripada berjalan kaki di tengah pembatasan covid-19.

Karena pandemi, televisi pemerintah mengatakan tahun ini, seperti tahun sebelumnya, "Tidak boleh ada pertemuan atau pawai." Mereka merayakan penggulingan rezim Syah pada 1979.

Sebaliknya, orang-orang bepergian dengan mobil, sepeda motor, dan sepeda untuk berkumpul di Alun-Alun Azadi yang ikonik di ibu kota, meskipun suhunya dingin. Beberapa orang mengecat mobil mereka dengan warna merah, putih. dan hijau sebagai simbol dari bendera Iran. 

Yang lain meneriakkan slogan-slogan, "Matilah Amerika," dan, "Kami akan melawan sampai akhir," dari jendela saat mereka lewat. Sejumlah bendera AS juga dibakar oleh orang-orang yang meneriakkan, "Kami tidak akan menyerah," di Azadi Square, kata seorang fotografer AFP.

Baca juga: Kematian Warga Sipil Yaman Berlipat Ganda setelah Pemantau PBB Dihapus

Televisi negara menyiarkan cuplikan demonstrasi serupa di kota-kota besar lain, termasuk Isfahan, Masyhad, Tabriz dan Shiraz. Demonstran membawa potret pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta mendiang Ayatollah Ruhollah Khomeini, pendiri republik Islam, dan jenderal yang dihormati Qasem Soleimani yang terbunuh oleh serangan udara AS di bandara Baghdad pada Januari 2020.

Peringatan tahun ini merupakan yang pertama sejak Presiden ultrakonservatif Ebrahim Raisi menjabat pada Agustus tahun lalu. Perayaan tersebut memperingati hari ulama Syiah Khomeini kembali dari pengasingan dan menggulingkan pemerintah terakhir dari shah yang didukung AS.

Shah Mohammad Reza Pahlavi telah melarikan diri dari Iran setelah berbulan-bulan protes terhadap pemerintahannya. Virus corona telah menginfeksi lebih dari 6,7 juta orang di Iran dan menewaskan lebih dari 133.000, menurut angka resmi.

Iran, yang memiliki populasi sekitar 85 juta, ialah negara Timur Tengah yang paling parah terkena pandemi. Hampir 55 juta orang sejauh ini telah menerima dua dosis vaksin anticovid-19.

Baca juga: Iran Kembangkan Rudal yang Mampu Jangkau Israel

Di samping pandemi, ekonomi Iran telah terpukul oleh sanksi yang diterapkan kembali oleh Amerika Serikat sejak 2018, ketika presiden Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir penting. Iran saat ini terlibat dalam negosiasi dengan Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, dan Rusia secara langsung serta dengan Amerika Serikat secara tidak langsung untuk menghidupkan kembali kesepakatan yang secara resmi disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama atau JCPOA. (AFP/OL-14)

Baca Juga

dok.AFP

Ukraina Klaim Sukses Buat Rusia Kelabakan di Krimea

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 11:21 WIB
Ukraina telah menyatakan kesuksesan atas sejumlah serangan di Krimea yang membuat Rusia panik. Kyiv akan melanjutkannya sampai kekuatan...
AFP/MOHAMMED ABED

Israel Akhirnya Akui Membunuh 5 Anak Palestina yang Sedang Bermain

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 10:52 WIB
Saat terjadinya serangan, militer Israel sempat mengklaim kelima anak itu tewas akibat terkena roket milik Jihad...
arabnews.com

Rusia Evakuasi 3.000 Rakyatnya di Krimea, Ukraina Bergembira

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 09:44 WIB
Kementerian Pertahanan Rusia menyalahkan penyabotase atas ledakan di gudang militer di Krimea utara. Atas kejadian yang Moskow mengevakuasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya