Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UNI Emirat Arab menembak jatuh rudal balistik yang ditembakkan oleh pemberontak Houthi Yaman selama kunjungan presiden Israel, Senin (31/1). Ini merupakan serangan terbaru yang mengguncang pusat keuangan Timur Tengah tersebut.
Tidak ada yang terluka dalam serangan dini hari itu. Serangan tersebut merupakan yang ketiga dalam beberapa minggu berturut-turut di negara Teluk yang kaya yang merupakan bagian dari koalisi pimpinan Saudi dalam memerangi pemberontak Yaman yang didukung Iran itu.
"Pasukan pertahanan udara mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok teroris Houthi di UEA," kata Kementerian Pertahanan UEA, menurut kantor berita resmi WAM. Dikatakan pecahan puing jatuh di luar daerah berpenduduk tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Kementerian mengatakan pihaknya menanggapi dengan menghancurkan situs peluncuran rudal di wilayah utara Al-Jawf Yaman, merilis rekaman hitam-putih dari ledakan tersebut. Rudal pemberontak terbaru ditembakkan ketika Presiden Israel Isaac Herzog melakukan kunjungan pertama ke UEA, setelah negara-negara tersebut menjalin hubungan diplomatik di bawah Kesepakatan Abraham 2020.
Baca juga: Presiden Israel Lakukan Kunjungan Pertama ke UEA
Herzog, yang bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan pada Minggu, mengunjungi situs Expo 2020 Dubai pada Senin dan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri UEA dan penguasa Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum. Herzog, kata kantornya, akan melanjutkan kunjungannya sesuai rencana. Amerika Serikat mengutuk serangan Houthi itu.
"Sementara presiden Israel mengunjungi UEA untuk membangun jembatan dan mempromosikan stabilitas di seluruh kawasan, Houthi terus melancarkan serangan yang mengancam warga sipil," cuit juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price.
Serangan hari ini merupakan yang terbaru terhadap Emirates. Tiga pekerja minyak tewas dalam serangan drone dan rudal di Abu Dhabi pada 17 Januari. Ini serangan mematikan pertama di UEA yang diklaim oleh Houthi.
Selanjutnya dua rudal balistik dicegat di atas ibu kota seminggu kemudian. Serangan-serangan itu, yang mengikuti lonjakan permusuhan di Yaman, telah meningkatkan ketegangan Teluk lebih lanjut pada saat pembicaraan internasional mengenai program nuklir Iran gagal dan mendorong harga minyak ke level tertinggi tujuh tahun.
Baca juga: Badan Bantuan MSF Kecam Koalisi Saudi Serang Penjara Yaman
Houthi yang didukung Iran mulai menyerang kepentingan UEA setelah serangkaian kekalahan di Yaman, yang ditimbulkan oleh milisi Brigade Raksasa yang dilatih UEA. Pada awal Januari, pemberontak menyita kapal berbendera UEA di Laut Merah, dengan mengatakan kapal itu membawa senjata. Klaim ini dibantah oleh Emirates.
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan pemberontak menargetkan Abu Dhabi dengan sejumlah rudal balistik dan Dubai dengan beberapa drone. Dia juga memperingatkan warga dan perusahaan untuk menjauh dari fasilitas vital karena mereka berisiko menjadi sasaran pada periode mendatang.
Kementerian Pertahanan UEA mengatakan pihaknya meledakkan lokasi peluncuran pada pukul 00.50 waktu setempat, tepat 30 menit setelah rudal itu dicegat. Emirates menegaskan kesiapan penuh untuk menghadapi ancaman apa pun dan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi UEA dari serangan apa pun.
Baca juga: Israel Serang Posisi Hizbullah di Dekat Damaskus Suriah
Pihak berwenang UEA mengatakan bahwa insiden itu tidak berdampak pada lalu lintas udara dengan operasi penerbangan berjalan normal. Seorang pejabat senior Emirat pekan lalu bersumpah bahwa serangan Houthi tidak akan menjadi normal baru bagi negara Teluk, pusat perdagangan, bisnis, dan pariwisata dan pengekspor minyak utama.
UEA menarik pasukannya dari Yaman pada 2019 tetapi tetap menjadi pemain berpengaruh. Negara itu juga menampung pasukan Amerika dan merupakan salah satu pembeli senjata terbesar di dunia. (AFP/OL-14)
TUJUH pejuang separatis tewas dalam serangan udara pada Jumat (2/1) ketika koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman membalas serangan yang gencar dilakukan Dewan Transisi Selatan (STC).
HADRAMAUT merupakan provinsi terluas di Yaman, sekitar sepertiga wilayah negara, sekaligus yang paling makmur. Di sana tersimpan sebagian besar cadangan minyak Yaman.
Di tengah perang berkepanjangan konflik Yaman melawan kelompok Houthi yang didukung Iran sejak 2014, kini muncul pertarungan internal antarfaksi bersenjata.
KELOMPOK separatis di Yaman menegaskan tidak akan menarik pasukan dari wilayah yang telah mereka kuasai meski mendapat tekanan dari pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.
Saudi menyatakan penyesalannya atas tekanan UEA terhadap pasukan Dewan Transisi Selatan untuk melakukan operasi militer di perbatasan selatan.
MILITER Arab Saudi menyatakan bahwa angkatan udaranya menargetkan pengiriman senjata yang tiba di kota pelabuhan Yaman dari Uni Emirat Arab (UEA).
KELOMPOK Houthi Yaman merilis rekaman video ledakan kapal tanker minyak berbendera Yunani, Sounion, di Laut Merah. Menurut Houthi, kapal itu melanggar embargo pengiriman ke Israel.
KELOMPOK Houthi Yaman merilis rekaman yang menunjukkan mereka menyerang kapal tanker minyak berbendera Yunani di Laut Merah selatan awal minggu ini.
KELOMPOK Houthi Yaman pada Minggu (4/8) menyatakan telah menembak jatuh drone MQ-9 Reaper buatan Amerika Serikat (AS) dan menyerang kapal Groton di Teluk Aden dengan rudal balistik.
PRESIDEN AS Joe Biden dan pemimpin Israel Benjamin Netanyahu membahas pengerahan militer AS untuk mendukung keamanan Israel dalam menghadapi berbagai ancaman.
PEMIMPIN kelompok Houthi Yaman, Sayyed Abdul Malik al-Houthi, mengatakan pembunuhan Kepala Politik Hamas Ismail Haniyeh oleh Israel telah meningkatkan pertempuran ke lingkup lebih luas.
HOUTHI tidak memiliki batasan dalam menanggapi serangan udara Israel di pelabuhan Laut Merah Hudaydah di Yaman barat. Ini dikatakan juru bicara gerakan tersebut pada Minggu (21/7).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved