Jumat 28 Januari 2022, 23:02 WIB

Usai Ditelepon, Netanyahu Izinkan Putra Mahkota Saudi Pakai Pegasus

Mediaindonesia.com | Internasional
Usai Ditelepon, Netanyahu Izinkan Putra Mahkota Saudi Pakai Pegasus

AFP/Maya Alleruzzo and Bandar Al-Jaloud.
Benjamin Netanyahu dan putra mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

 

ARAB Saudi menerima persetujuan dari Israel untuk menggunakan spyware Pegasus milik NSO Group. Ini menyusul kesepakatan senilai US$55 juta yang ditandatangani pada 2017 antara perdana menteri Israel saat itu Benjamin Netanyahu dan putra mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS). New York Times Magazine melaporkan itu pada Jumat (28/1) menurut The Jerusalem Post.

Namun kesepakatan, yang ditandatangani sebelum penandatanganan Kesepakatan Abraham dengan negara-negara Teluk lain, itu berakhir. Kementerian Pertahanan Israel dilaporkan memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak itu karena ada laporan pelanggaran hak-hak sipil oleh negara Saudi. 

Mereka merujuk pada kasus Jamal Khashoggi. Jurnalis itu dilacak dengan spyware tersebut menjelang pembunuhannya pada 2018.

Baca juga: Berakhirnya Penjajahan Israel dan Palestina Merdeka tidak Tergantung Bennett

NSO pun tidak dapat menyediakan pemeliharaan perangkat lunak tanpa lisensi sehingga sistem otomatis macet. Panggilan ke eksekutif NSO, Mossad, dan Kementerian Pertahanan Israel juga gagal menyelesaikan masalah tersebut, menurut laporan itu.

Hal tersebut mendorong putra mahkota melakukan panggilan telepon mendesak ke Netanyahu agar memperbarui lisensi yang telah habis masa berlaku spyware Pegasus milik NSO Group. Netanyahu tidak mendapat kabar tentang krisis tersebut sebelumnya. 

Namun setelah percakapan dengan Pangeran Mohammad, kantornya memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk menyelesaikan masalah tersebut, klaim The New York Times (NYT) sebagaimana dilansir i24 News.

Harapan Netanyahu yaitu mendapatkan komitmen dan rasa terima kasih putra mahkota sebelum penandatanganan Kesepakatan Abraham, menurut laporan NYT. MBS mengizinkan pesawat Israel untuk terbang di atas wilayah udara Saudi dan tidak mengutuk Kesepakatan Abraham sebagai bagian dari kesepakatan yang dibuat dengan Netanyahu.

NSO sebelumnya membentuk komite etika yang mendesak perusahaan tersebut menutup sistem Pegasus di Saudi atas laporan keterlibatan NSO dalam pembunuhan Jamal Khashoggi pada 2018. 

Baca juga: Aktivis Palestina yang Dibebaskan Sebut Mesir sebagai Penjara Besar

Kantor Netanyahu mengeluarkan pernyataan yang menyangkal klaim tersebut. "Klaim itu hanyalah rekayasa," ujar pernyataan yang dirilis oleh kantor Netanyahu. "Semua penjualan sistem (Pegasus milik NSO) atau produk serupa dari perusahaan Israel ke negara asing dilakukan dengan persetujuan dan pengawasan Kementerian Pertahanan sebagaimana diwajibkan oleh hukum Israel." (OL-14)

Baca Juga

Alexey DRUZHININ / SPUTNIK / AFP

Presiden Jokowi akan Bertemu Zelensky dan Putin, HMI: Langkah Sangat Tepat

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 22:22 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan bertemu dengan dua pemimpin negara yang sedang berperang, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan...
AFP

Hadapi Krisis Global, PBB Siapkan Dana Rp311 Miliar

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 18:22 WIB
Di tengah ancaman krisis pangan hingga keuangan, 70 negara telah mengajukan proposal bantuan kepada PBB, dengan 69 negara di antaranya...
Eva Marie UZCATEGUI / AFP

NASA tunjuk 3 Perusahaan untuk Desain Sistem Tenaga Nuklir di Bulan

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 15:00 WIB
Ketiga perusahaan tersebut antara lain Lockheed Martin dari Maryland, Westinghouse dari Cranberry Township, Pennsylvania serta IX dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya