Selasa 04 Januari 2022, 10:25 WIB

Presiden Palestina Sebut Jalan Politik Baru Harus Dibuka untuk Akhiri Pendudukan Israel

Nur Aivanni | Internasional
Presiden Palestina Sebut Jalan Politik Baru Harus Dibuka untuk Akhiri Pendudukan Israel

Alaa BADARNEH / POOL / AFP
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas.

 

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, pada Senin (3/1), mengatakan bahwa jalan politik baru harus dibuka untuk mengakhiri pendudukan Israel.

"Palestina tidak akan setuju untuk selamanya berada di bawah pendudukan, dan pendudukan harus diakhiri sesuai dengan resolusi internasional dan di bawah payung Kuartet internasional," kata Abbas seperti dikutip kantor berita resmi Palestina WAFA pada akhir pertemuan Dewan Revolusi Partai Fatah.

Kuartet internasional biasanya mengacu pada sekelompok Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Rusia yang didirikan di Madrid pada tahun 2002 untuk menengahi proses perdamaian Israel-Palestina.

Dalam pertemuan yang diadakan di kota Ramallah, Tepi Barat, presiden berusia 86 tahun itu mengumumkan bahwa Dewan Pusat Palestina, parlemen mini Organisasi Pembebasan Palestina, akan segera mengadakan pertemuan penting untuk membuat keputusan yang menentukan dan perlu.

"Keputusan ini bertujuan untuk melindungi perjuangan Palestina dan manfaat nasional yang tidak akan pernah membuat kompromi untuk itu berapa pun harganya," kata Abbas.

Abbas telah memperingatkan bahwa jika Israel menolak solusi dua negara yang didukung dunia, Palestina akan terpaksa memilih pilihan politik lain.

Pada Oktober 2021, Abbas mengatakan salah satu pilihannya adalah menerapkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan pada tahun 1947, atau membangun satu negara demokratis di tanah Palestina yang bersejarah di mana hak-hak politik dan sipil Palestina diperoleh secara penuh.

Pembicaraan damai langsung terakhir antara Israel dan Palestina, yang disponsori oleh Amerika Serikat, berlangsung sembilan bulan dan gagal pada tahun 2014 karena perbedaan mendalam mereka dalam masalah perbatasan, keamanan, dan permukiman.

Sejak itu, tidak ada hubungan diplomatik antara Israel dan Palestina karena penolakan Palestina terhadap perluasan permukiman Israel dan tindakan Israel terhadap Palestina di Yerusalem Timur.

Palestina ingin mendirikan negara merdeka bersama Israel di semua wilayah yang diduduki Israel pada tahun 1967, termasuk seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. (Xinhua/OL-12)

Baca Juga

Ant/Suwandy

Tentara Israel Tembak Mati Remaja Palestina saat Bentrokan di Tepi Barat

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:55 WIB
KEMENTERIAN Kesehatan Palestina mengatakan bahwa seorang remaja Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel pada Sabtu pagi dalam serangan...
MI/Palce Amalo

Rakyat Timor Leste Berharap Ramos Horta Penuhi Janji Kampanye

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:35 WIB
RAKYAT Timor Leste yakin Presiden Ramos Horta akan memenuhi janjinya menjadi presiden bagi seluruh warga, serta mampu membawa negara itu...
Johan ORDONEZ / AFP

Terlibat Korupsi, Dua Putra Mantan Presiden Panama Diadili di AS

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:27 WIB
Luis Enrique dan Ricardo Martinelli divonis dituduh menerima suap sebesar $28 juta dari kelompok konstruksi tersebut, di mana $19 juta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya