Senin 20 Desember 2021, 15:19 WIB

Mesir Hukum Pemimpin Ikhwanul Muslimin akibat Kolaborasi dengan Hamas

Mediaindonesia.com | Internasional
Mesir Hukum Pemimpin Ikhwanul Muslimin akibat Kolaborasi dengan Hamas

AFP/Khaled Kamel.
Mahmud Ezzat, penjabat pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir, berbicara selama sesi persidangan di ruang sidang sementara.

 

MESIR menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Mahmud Ezzat, 77, pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin (IM). Kata seorang sumber pengadilan, dia dinyatakan bersalah karena berkolaborasi dengan Hamas.

Gerakan Islam Hamas mengontrol Gaza yang diblokade Israel dan mendukung ajaran Ikhwanul. Awal tahun ini Ezzat diberikan hukuman seumur hidup terpisah atas tuduhan terorisme dalam kasus lain.

Banyak pemimpin senior IM, termasuk mendiang Presiden Mohamed Morsi, memiliki tuduhan spionase yang sama untuk agen asing yang ditujukan kepada mereka dalam beberapa tahun terakhir. Putusan pada Minggu (19/12) yang dijatuhkan oleh pengadilan pidana Kairo dapat diajukan banding, sumber tersebut menambahkan.

Mesir telah melunakkan sikapnya terhadap Hamas setelah menuduhnya selama bertahun-tahun menyelundupkan senjata dan pejuang pemberontakan melintasi perbatasan Rafah ke Sinai Utara yang bergolak di Mesir. Pada Mei, Mesir merundingkan gencatan senjata antara Hamas dan Israel setelah 11 hari pertempuran sengit yang menghantam daerah kantong padat penduduk itu dan sangat aktif dalam rekonstruksinya.

Baca juga: Mesir Blokir Skema Keuangan Diduga terkait Ikhwanul Muslimin

Ezzat ditangkap pada Agustus 2020 di Kairo setelah buron selama beberapa tahun. Pada April 2021, ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas tuduhan terorisme dalam kasus terpisah.

Pada 2015, Ezzat dijatuhi hukuman mati secara in absentia serta diberikan hukuman penjara seumur hidup. Ia dinyatakan bersalah mengawasi pembunuhan tentara dan pejabat pemerintah.

Dia dituduh terlibat dalam pembunuhan jaksa negara Hisham Barakat yang meninggal di rumah sakit setelah bom mobil menghancurkan konvoinya di Kairo pada 2015. Ikhwanul Muslimin masuk daftar hitam di Mesir pada 2013 dan dianggap sebagai kelompok teroris, beberapa bulan setelah tentara menggulingkan Morsi yang berasal dari gerakan tersebut.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi ialah menteri pertahanan ketika Morsi digulingkan dari kekuasaan. Didirikan pada 1928, IM kemudian memantapkan dirinya sebagai gerakan oposisi Islam utama di Mesir dan menyebar secara regional dengan cabang-cabang yang bersemangat dari Tunisia hingga Turki.

Baca juga: Didera Isu Korupsi, Ikhwanul Muslimin bakal Terpecah Menjadi Dua?

Ezzat dilaporkan telah bergabung dengan Ikhwanul pada 1960-an. Ia menghabiskan waktu di penjara di bawah mendiang Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, Anwar Sadat, dan Hosni Mubarak. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Ahmad Gharabli.

Ketua Parlemen Turki Kutuk Pengusiran Warga Palestina oleh Israel

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 25 Januari 2022, 21:11 WIB
Sentop menyatakan bahwa serangan terhadap status demografis dan hukum Jerusalem menjadi hambatan terbesar untuk mencari solusi dan...
AFP/Hazem Bader.

Israel Paksa Keluarga Palestina Angkat Kaki dari Rumah Mereka

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 25 Januari 2022, 21:00 WIB
Ratusan rumah Palestina di kota itu berada di bawah ancaman penggusuran paksa dan pembongkaran dengan dalih pembangunan tanpa...
 Fabrice COFFRINI / AFP

Tedros Jadi Calon Tunggal untuk Kembali Pimpin WHO

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 25 Januari 2022, 16:11 WIB
Tedros Adhanom Ghebreyesus, dokter spesialis malaria berusia 56 tahun itu telah menerima banyak pujian atas caranya memimpin WHO...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya