Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken berkeras pada Rabu (15/12) bahwa pihaknya masih siap untuk menjual jet tempur F-35 ke Uni Emirat Arab (UEA). Sebelumnya, UEA mengancam akan membatalkan kesepakatan karena persyaratan yang ketat.
Paket senjata senilai US$23 miliar didorong oleh mantan presiden Donald Trump yang disebut sebagai hadiah atas pengakuan Uni Emirat Arab terhadap Israel. Akan tetapi penggantinya Joe Biden telah menjanjikan pengawasan yang lebih besar atas pesawat-pesawat itu.
Negara Teluk itu mengancam akan membatalkan perjanjian itu pada Selasa karena persyaratan yang ketat. Itu terjadi ketika Washington semakin khawatir tentang keterlibatan Tiongkok dengan sekutu AS itu.
Namun Blinken mengatakan, "Kami tetap siap untuk bergerak maju jika itu yang ingin dilakukan oleh Emirat." Ia berbicara selama kunjungan ke Malaysia.
Ditanya tentang kondisi yang telah ditetapkan AS, dia tidak memberikan perincian yang tepat, tetapi mengatakan Washington ingin memastikan bahwa Israel mempertahankan keunggulan militernya. "Kami ingin memastikan bahwa kami dapat melakukan tinjauan menyeluruh terhadap teknologi apa pun yang dijual atau ditransfer ke mitra lain di kawasan ini," katanya.
Sekutu AS, Israel, secara historis keberatan dengan negara-negara Arab yang memperoleh F-35 demi berusaha mempertahankan keunggulan regionalnya. Namun negeri Yahudi itu memberikan restunya setelah UEA tahun lalu menjadi negara Arab baru pertama dalam beberapa dekade yang mengakui negara Yahudi.
The Wall Street Journal, yang pertama kali melaporkan kebuntuan, mengatakan bahwa Amerika Serikat berkeras pada kondisi untuk memastikan F-35 tidak akan rentan terhadap spionase Tiongkok. Anggota parlemen dari Partai Demokrat Biden tidak berhasil menghentikan penjualan itu. Ia menunjuk partisipasi negara Teluk dalam serangan berdarah yang dipimpin Saudi di Yaman dan dukungannya untuk panglima perang Libia Khalifa Haftar.
F-35 dihargai karena kemampuan siluman dan keserbagunaannya dengan kapasitas untuk mengumpulkan intelijen. Ia mampu menyerang jauh ke wilayah musuh dan terlibat dalam duel udara.
Baca juga: AS Siap Lanjutkan Bahas Penjualan Jet Tempur F-35 dengan UAE
Israel dan UEA telah menemukan penyebab bersama atas kekhawatiran tentang Iran. Meskipun demikian seorang pejabat tinggi Emirat pada bulan ini mengunjungi Iran. Para pejabat kedua negara menyuarakan harapan untuk hubungan yang lebih lancar. (AFP/OL-14)
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmembahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat meski kedua negara menyepakati kelanjutan perundingan nuklir. Teheran menegaskan garis merahnya
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak.
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia jika negara adidaya itu melakukan serangan.
LEDAKAN hebat di sebuah pabrik bioteknologi di Provinsi Shanxi, Tiongkok Utara, menewaskan delapan orang dan kembali menyoroti persoalan keselamatan kerja
Penggabungan potensi budaya Indonesia yang kaya dengan teknologi maju Tiongkok merupakan formula tepat untuk menembus pasar global.
MoU ini fokus pada dua sektor utama. Yakni energi hijau dan ketahanan pangan.
Pemerintah Tiongkok menyatakan penyesalan atas berakhirnya Perjanjian New START antara AS dan Rusia. Beijing mendesak Washington melanjutkan dialog dengan Moskow.
UNICEF memberikan apresiasi tinggi atas komitmen kepemimpinan Indonesia dalam membangun kualitas generasi masa depan melalui penguatan gizi ibu dan anak.
Industri baja nasional tengah menghadapi tekanan global dan tantangan struktural, termasuk masuknya produk baja impor berharga rendah yang menekan daya saing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved