Jumat 26 November 2021, 19:34 WIB

Jerman Laporkan 76 Ribu Kasus Covid-19 dalam Sehari

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Jerman Laporkan 76 Ribu Kasus Covid-19 dalam Sehari

Tobias Schwarz / AFP
Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn menjelaska grafik keterisian ICU bagi pasien Covid-19

 

JERMAN melaporkan rekor baru infeksi covid-19 pada Jumat (26/11) mencapai lebih dari 76.000 kasus dalam sehari. Untuk pertama kalinya selama pandemi, pasukan angkatan udara bersiap menerbangkan pasien yang sakit parah ke bagian lain negara itu untuk meringankan beban rumah sakit yang kesulitan.

Sehari sebelumnya, Jerman telah melewati ambang 100.000 kematian akibat covid-19 di tengah peringatan dari rumah sakit, terutama di selatan dan timur negara itu bahwa unit perawatan intensif mereka terisi penuh.

Kemudian pada Jumat, angkatan udara Jerman akan mengangkut pasien covid-19 yang sakit parah dari kota selatan Memmingen ke Muenster dekat Osnabrueck di utara untuk meringankan klinik di selatan, menurut sumber keamanan.

Ini adalah pertama kalinya angkatan udara harus menggunakan apa yang disebut unit perawatan intensif terbang, pesawat yang dilengkapi hingga enam tempat tidur ICU untuk memindahkan pasien covid-19 di Jerman.

Berlin juga akan mendeklarasikan Afrika Selatan sebagai daerah varian virus setelah varian baru covid-19 terdeteksi di sana, menurut sumber kementerian kesehatan.

Baca juga: Israel Temukan Kasus Covid-19 Varian baru yang Pertama Kali Terdeteksi di Afsel

Keputusan yang akan berlaku mulai Jumat malam tersebut, berarti maskapai hanya akan diizinkan menerbangkan orang Jerman dari Afrika Selatan ke Jerman, menurut sumber tersebut. Orang Jerman yang kembali, bahkan mereka yang telah divaksinasi, kemudian harus menghabiskan 14 hari di karantina.

"Varian yang baru ditemukan ini membuat kami khawatir. Itu sebabnya kami bertindak proaktif dan dini di sini," kata Menteri Kesehatan Jens Spahn.

"Hal terakhir yang kami butuhkan sekarang adalah varian baru yang diperkenalkan yang menyebabkan lebih banyak masalah,” tambahnya.

Varian yang disebut B.1.1.529 ini memiliki konstelasi yang sangat tidak biasa dari mutasi, yang memprihatinkan karena mereka dapat membantu menghindari respon imun tubuh dan membuatnya lebih menular, menurut para ilmuwan Afrika Selatan. (NDTV/OL-4)

Baca Juga

AFP/Mahmud Hams.

Israel tidak akan Selidiki Pembunuhan Jurnalis Palestina-Amerika

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 22:02 WIB
Divisi Investigasi Kriminal Polisi Militer tentara Israel, yang dikenal dengan bahasa Ibraninya, Metzah, tidak berencana menyelidiki...
AFP/Ahmad Gharabli.

Anggota Knesset Mundur, Pemerintah Israel Kini Minoritas dalam Parlemen

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 21:17 WIB
Menyetujui mosi untuk membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan baru membutuhkan 61...
AFP/Abbas Momani.

Mahasiswa Hamas Rayakan Kemenangan Jajak Pendapat Universitas Tepi Barat

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 20:35 WIB
Blok Islam Al Wafaa Hamas memenangkan 28 dari 51 kursi di dewan mahasiswa di Universitas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya